Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Orangtua Perlu Dampingi Remaja Gunakan AI, Ini Panduan dari OpenAI

5 min read
Orangtua Perlu Dampingi Remaja Gunakan AI, Ini Panduan dari OpenAI
Pexels/Andrew Neel
  • OpenAI memperkenalkan PandAI untuk Keluarga agar orangtua dan remaja dapat berdiskusi soal penggunaan AI, menetapkan batasan, menjaga privasi, serta membangun kebiasaan berpikir kritis bersama.

  • ChatGPT untuk pengguna di bawah 18 tahun otomatis menerapkan perlindungan sesuai usia, termasuk pembatasan terhadap konten sensitif berdasarkan informasi usia dan sistem prediksi perilaku akun.

  • Orangtua dapat memakai kontrol seperti Jam Tenang dan Jam Belajar tanpa membaca percakapan remaja; informasi AI tetap perlu diverifikasi melalui sumber asli dan data pribadi perlu dikelola.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Penggunaan artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan keseharian remaja. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belajar, mencari informasi, hingga mengeksplorasi kreativitas.

Seiring dengan semakin dekatnya AI dengan kehidupan remaja, pendampingan dari orangtua menjadi bagian penting. Mama dan Papa tidak hanya perlu mengetahui bagaimana anak menggunakan AI, tetapi juga dapat membangun kebiasaan bersama agar teknologi tersebut digunakan secara aman dan bertanggung jawab.

Melihat kebutuhan tersebut, OpenAI memperkenalkan PandAI untuk Keluarga (Panduan Praktis AI untuk Keluarga).

Panduan ini dirancang untuk membantu orangtua dan remaja memahami AI bersama, membangun kebiasaan berpikir kritis, menjaga privasi, serta menentukan batas penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Lantas, seperti apa bentuk pendampingan yang dapat dilakukan orangtua? Berikut Popmama.com telah merangkum panduan yang diperkenalkan oleh OpenAI.

Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. PandAI mengajak orangtua dan remaja berdiskusi tentang AI

    OpenAI mengajak orangtua untuk berdiskusi tentang AI
    Dok. OpenAI

    Pendampingan penggunaan AI tidak hanya dilakukan dengan memberikan aturan kepada anak. PandAI untuk Keluarga mengajak orangtua memulai percakapan bersama remaja mengenai bagaimana AI digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Orangtua dapat mengeksplorasi penggunaan AI bersama anak sekaligus membicarakan ekspektasi, batasan, dan kebiasaan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

    Pendekatan ini dapat membuat pembicaraan mengenai teknologi terasa lebih terbuka. Remaja pun memiliki ruang untuk menceritakan pengalaman mereka saat menggunakan AI, termasuk ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka bingung atau tidak nyaman.

    Sandy Kunvatanagarn, Head of Policy OpenAI, Southeast Asia mengatakan bahwa keluarga tidak harus memilih antara memberikan akses teknologi kepada remaja dan menjaga keamanan mereka.

    “AI dapat membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk belajar dan mengeksplorasi hal baru. Di saat yang sama, orang tua tentu ingin tetap merasa yakin bahwa AI digunakan dengan perlindungan dan pendampingan yang tepat. Keluarga tidak perlu memilih antara akses terhadap teknologi dan keamanan karena keduanya dapat berjalan beriringan,” ujar Sandy Kunvatanagarn.

    Menurutnya, keterlibatan orangtua tetap diperlukan untuk menciptakan ruang yang terbuka bagi remaja dalam berdiskusi sekaligus menentukan batasan penggunaan AI bersama.

  2. 2. ChatGPT untuk remaja dilengkapi perlindungan sesuai usia

    Ada aturan khusus dari ChatGPT sesuai dengan usia pengguna
    Pexels/Tiger Lily

    Bersamaan dengan PandAI untuk Keluarga, OpenAI juga memperkenalkan ChatGPT untuk Remaja. Pengalaman ini secara otomatis diterapkan bagi pengguna yang teridentifikasi berusia di bawah 18 tahun.

    Pengalaman tersebut dirancang dengan fitur keamanan dan pembelajaran tambahan serta perlindungan yang sesuai usia dan aktif secara default. Perlindungan ini dibangun berdasarkan Under-18 Principles dalam Spesifikasi Model OpenAI yang disusun dengan mempertimbangkan ilmu perkembangan dan panduan dari para ahli.

    Akun yang teridentifikasi atau diprediksi sebagai pengguna di bawah 18 tahun juga mendapatkan perlindungan tambahan terhadap sejumlah topik sensitif. Di antaranya:

    • konten kekerasan eksplisit,
    • tantangan berisiko,
    • konten seksual,
    • standar citra tubuh yang tidak sehat.

    OpenAI menjelaskan bahwa perlindungan usia dilakukan melalui informasi usia yang diberikan pengguna ketika mendaftar serta sistem prediksi usia yang mempertimbangkan kombinasi sinyal akun dan perilaku penggunaan.

  3. 3. Orangtua dapat mengatur sejumlah pengaturan keamanan

    Orangtua yang mengawasi dapat mengatur keamanan OpenAI
    Pexels/cottonbro studio

    Setelah akun orangtua dihubungkan dengan akun remaja, tersedia sejumlah pilihan pengaturan yang dapat digunakan untuk mendukung penggunaan AI di rumah.

    Orangtua dapat mengatur beberapa pilihan keamanan, privasi, dan penggunaan tanpa dapat membaca percakapan remaja secara langsung.

    Salah satunya adalah Jam Tenang, yang memungkinkan orangtua atau wali menentukan waktu tertentu ketika akses akun ke ChatGPT dibatasi. Pengaturan ini dapat membantu keluarga menetapkan batas penggunaan sekaligus memberikan ruang bagi remaja untuk beristirahat dari aktivitas digital.

    Ada pula Jam Belajar Remaja, yang dapat membuat percakapan baru secara otomatis dimulai dalam Study Mode pada waktu tertentu.

    Fitur tersebut membantu mengarahkan proses belajar melalui pertanyaan panduan, penjelasan bertahap, latihan, dan pemeriksaan pemahaman.

    ChatGPT juga dapat memberikan pengingat istirahat ketika remaja menggunakan layanan dalam waktu yang lama. Pengingat tersebut dirancang untuk mendorong penggunaan AI yang lebih seimbang dan mengingatkan remaja agar tetap terhubung dengan aktivitas serta orang-orang tepercaya di kehidupan nyata.

  4. 4. Remaja tetap perlu belajar memeriksa informasi dari AI

    Ajarkan anak untuk selalu berpikir kritis informasi yang didapatkan dari AI
    Pexels/Sanket Mishra

    Kemudahan mendapatkan jawaban dari AI juga perlu diimbangi dengan kebiasaan berpikir kritis. Remaja perlu memahami bahwa jawaban dari AI tidak selalu menjadi sumber informasi terakhir.

    ChatGPT menyediakan fitur Search untuk membantu menemukan informasi terkini dan Deep Research untuk membuat laporan terstruktur dengan rujukan ketika pengguna menghadapi pertanyaan yang lebih kompleks.

    Meski begitu, informasi penting tetap perlu diperiksa kembali melalui sumber aslinya. Kebiasaan ini menjadi bagian penting dari literasi AI karena remaja tidak hanya perlu mengetahui cara mendapatkan jawaban, tetapi juga memahami cara menilai informasi yang mereka terima.

    Selain untuk mencari informasi, ChatGPT juga menyediakan Mode Belajar yang dapat membantu proses pembelajaran melalui pertanyaan, penjelasan, umpan balik, dan kuis. Materi yang dimiliki pengguna juga dapat diunggah untuk mendukung proses belajar.

  5. 5. Privasi dan batas penggunaan menjadi bagian dari pendampingan

    Ada pengaturan di OpenAI untuk mengatur privasi penggunaan AI
    Pexels/Mikhail Nilov

    Pembicaraan mengenai penggunaan AI di keluarga juga tidak lepas dari privasi. Orangtua dan remaja perlu memahami data apa yang digunakan, bagaimana pengaturan akun bekerja, serta kapan percakapan perlu dihapus.

    Pengguna dapat mengatur Memory dan pengaturan peningkatan model, mengekspor atau menghapus data, serta menggunakan Temporary Chat. Untuk akun remaja yang terhubung dengan orangtua, peningkatan model dinonaktifkan secara default.

    Orangtua juga tidak dapat membaca percakapan remaja melalui parental controls atau memantau aktivitas mereka secara real time.

    Dalam kondisi tertentu yang berkaitan dengan keamanan, orangtua atau wali dapat menerima notifikasi terbatas, tanpa mendapatkan transkrip percakapan lengkap.

    OpenAI juga menyebutkan bahwa ChatGPT tidak ditujukan untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun.

    Untuk pengguna berusia 13 hingga 18 tahun, diperlukan persetujuan orangtua sebelum menggunakan ChatGPT. Ketersediaan sejumlah fitur dapat berbeda berdasarkan paket, wilayah, perangkat, dan tahap peluncurannya.

    Melalui PandAI untuk Keluarga, orangtua dan remaja dapat menjadikan penggunaan AI sebagai bagian dari percakapan keluarga, bukan sekadar persoalan membatasi atau memberikan akses.

    Pendampingan dapat dilakukan dengan membangun kebiasaan berpikir kritis, menjaga privasi, menetapkan batas penggunaan, serta memastikan teknologi tetap digunakan sesuai kebutuhan dan usia remaja.

    Itulah panduan dari OpenAI ketika orangtua mendampingi anak saat menggunakan AI. Semoga panduan ini bisa membantu Mama dan Papa merasa lebih siap mendampingi anak mengenal dan memanfaatkan AI dengan bijak, ya Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More