Ma, Ini 5 Cara Mudah Mengatasi Stres Belajar pada Anak

Jangan panik Ma, ada cara yang bisa Mama lakukan dalam mengatasi stres belajar pada anak

27 November 2018

Ma, Ini 5 Cara Mudah Mengatasi Stres Belajar Anak
Freepik

Stres dianggap sebagai bagian kehidupan yang tidak bisa terhindarkan. Tidak hanya orang dewasa, anak juga dapat mengalami stres.

Mama tidak percaya?

Faktanya, survei yang dilakukan Association of School and College Leaders menunjukkan bahwa 55 persen anak sekolah mengalami stres dan kecemasan yang cukup tinggi saat mempersiapkan ujian.

Mengenali stres belajar pada anak merupakan hal yang penting. Ini bertujuan agar anak tidak terlalu merasa tertekan dengan kondisi yang sedang dihadapinya. Apalagi, seperti saat ujian semester ganjil berikut ini. 

Saat anak mengalami stres belajar, perubahan pada anak biasanya akan terlihat. Anak mungkin tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sekolah dengan baik seperti biasanya. Anak yang biasanya bersemangat, bisa terlihat menjadi lesu saat stres belajar dialami.

Nah, agar stres belajar tak membawa dampak buruk pada anak, Mama harus dapat mengatasinya dengan baik.  Di lansir dari laman The Guardian dan Psychology Today, berikut cara jitu mengatasi stres belajar yang dialami anak:

1. Jadi pendengar yang baik

1. Jadi pendengar baik
Freepik

Saat melihat semangat anak menurun, Mama bisa mengajak si Anak berbicara mengenai  sesuatu yang membuatnya merasa tidak tenang. Dengarkan dengan penuh perhatian, kesabaran, keterbukaan, dan perhatian.

Saat nilai anak menurun misalnya, hindari ucapan yang terkesan menyalahkan, memberi ceramah, atau mengatakan apa yang menurut Mama seharusnya dilakukan oleh anak

Jadilah pendengar yang baik untuk anak, agar ia merasa nyaman untuk menceritakan semua masalah yang menyangkut persoalan sekolahnya. Hal ini tentunya sangat penting untuk mengatasi rasa stres yang dialaminya.

2. Ajarkan anak mengelola stres mereka sendiri

2. Ajarkan anak mengelola stres mereka sendiri
Freepik/Senivpetro

Banyak anak-anak yang sulit untuk menggambarkan kondisi kecemasan mereka pada saat sedang mengalami stres.

Anak biasanya akan mengekspresikannya dengan amarah atau frustrasi. Saat anak mengalami ini, hal yang dapat lakukan adalah menggunakan kata-kata baik untuk membantunya belajar dan mengajarkan padanya untuk dapat mengidentifikasi emosinya dengan baik.

Ini memang bukan hal yang mudah Ma, namun perlahan tetapi pasti, cara ini dapat membuat anak tumbuh menjadi pemecah masalah yang baik.

Editors' Picks

3. Bersikap tenang di depan anak

3. Bersikap tenang depan anak
Freepik

Anak-anak akan melihat cara orangtua mereka bersikap untuk menentukan bagaimana mereka bereaksi dalam situasi tertekan. Jadi saat melihat orangtua tampak khawatir, anak dapat saja meresponnya dengan menangis.

Jadi saat anak mengalami stres, tak terkecuali stres belajar, jangan tunjukkan kecemasan.

Bersikaplah lebih tenang dalam menghadapinya karena kecemasan yang Mama tunjukkan dapat meningkatkan kecemasan yang dialami anak. Hadapi dengan tenang agar anak juga tenang menghadapinnya.

4. Berikan ruang untuk anak

4. Berikan ruang anak
Freepik/Jcomp

Anak-anak butuh waktu untuk bersantai dan menjadi “anak-anak”  secara semestinya. Karena masa kanak-kanak identik dengan bermain, Mama tetap harus memberikan ruang untuk anak bermain bersama teman-temannya atau melakukan kegiatan yang disukainya.

Mama bisa menjadwalkan waktu bermain anak setiap hari agar stres belajar pada anak dapat berkurang. Namun batasi juga waktu bermain dengan baik ya agar anak juga bisa disiplin.

5. Hentikan kebiasaan menutut anak secara berlebihan

5. Hentikan kebiasaan menutut anak secara berlebihan
Freepik

Setiap orangtua tentu ingin memiliki anak yang pintar dan memiliki prestasi yang baik di sekolah. Namun Mama harus ingat, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Mengajarkan anak untuk mendapatkan nilai yang baik memang penting, namun bukan berarti Mama harus bersikap terlalu keras kepadanya.

Jika anak memiliki nilai yang buruk, jangan membandingkan anak dengan anak lainnya. Mama perlu lebih bersabar dalam menghadapinya dan diskusikan kesulitan yang dihadapinya agar anak tak merasa tertekan dan stres.

Hal yang tak kalah penting yang harus Mama ingat adalah menghindari pemberian pelajaran tambahan secara berlebih. Les tambahan yang berlebih dapat membuat anak mengalami stres belajar lho, Ma!

Baca juga: Bukti memaksa anak belajar, berdampak buruk untuknya