Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Remaja Perlu Mengenal Kesehatan Payudara, Ini 5 Alasannya!
Pexels/Puwadon Sang-ngern
  • Edukasi kesehatan payudara sejak remaja membantu memahami perubahan pubertas yang normal, menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, serta mengenali kapan keluhan perlu disampaikan kepada orangtua atau tenaga kesehatan.
  • Pengetahuan yang tepat membiasakan remaja peka dan terbuka terhadap perubahan tubuh tanpa takut atau menganggap pembicaraan tentang payudara sebagai tabu, sehingga kesadaran kesehatan terbawa hingga dewasa.
  • Remaja juga perlu memahami perjalanan kanker payudara dapat mencakup diagnosis, terapi, pemantauan, dan pemulihan, yang memerlukan komunikasi keluarga serta dukungan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki masa remaja, anak mulai mengalami banyak perubahan pada tubuhnya. Sayangnya, pembicaraan tentang kesehatan payudara masih sering dianggap terlalu dini, padahal justru masa ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan anak pada tubuhnya sendiri.

Kesehatan payudara tidak selalu harus dikaitkan dengan kanker. Remaja perlu memahami perubahan yang terjadi selama pubertas, terbiasa memperhatikan kondisi tubuh, serta mengetahui kapan perlu bercerita kepada orangtua jika menemukan sesuatu yang terasa berbeda.

Pengetahuan sederhana ini nantinya dapat menjadi bekal untuk lebih peduli terhadap kesehatan ketika mereka tumbuh dewasa.

Perjalanan menghadapi kanker payudara sendiri juga tidak berhenti pada diagnosis atau pengobatan. Ada pemeriksaan lanjutan, pemantauan, hingga proses pemulihan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Lantas, mengapa remaja perlu mulai mengenal kesehatan payudara sejak dini? Berikut Popmama.com telah merangkum 5 alasannya. Yuk, simak!

1. Remaja sedang mengalami banyak perubahan pada tubuh

Pexels/50k. jpe

Masa remaja merupakan periode ketika tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk perkembangan payudara. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses pubertas yang normal dan setiap anak dapat mengalaminya dengan waktu serta perkembangan yang berbeda.

Karena itu, remaja perempuan perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai tubuhnya sendiri.

Pengetahuan tersebut membantu anak memahami mana perubahan yang masih berkaitan dengan proses pertumbuhan dan kapan suatu kondisi sebaiknya dibicarakan dengan orangtua atau tenaga kesehatan.

Pembicaraan mengenai kesehatan payudara juga tidak perlu dilakukan dengan cara yang membuat anak takut. Mama bisa mengenalkannya secara bertahap, misalnya dengan mengajarkan anak untuk:

  • mengenali tubuh,

  • menjaga kebersihan,

  • menerapkan pola hidup sehat,

  • tidak merasa malu ketika ingin menyampaikan keluhan mengenai bagian tubuhnya.

2. Membiasakan anak lebih peka terhadap perubahan tubuh

Pexels/Puwadon Sang-ngern

Mengenal kesehatan payudara sejak remaja bukan berarti anak harus merasa khawatir akan kanker. Justru, pengetahuan yang tepat dapat membantu mereka memiliki kesadaran terhadap tubuh sendiri.

Pada masa pertumbuhan, payudara memang dapat mengalami perubahan. Namun, apabila anak menemukan sesuatu yang membuatnya khawatir atau terasa tidak biasa, penting untuk membiasakan mereka bercerita kepada orangtua.

Mama kemudian dapat membantu menentukan apakah kondisi tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kebiasaan terbuka terhadap perubahan tubuh juga dapat terbawa hingga dewasa. Dengan begitu, anak tidak tumbuh dengan anggapan bahwa membicarakan kesehatan payudara adalah hal yang tabu.

3. Penanganan kanker payudara membutuhkan proses yang panjang

Popmama.com/Violin Heldina

Pengetahuan mengenai kesehatan payudara juga penting agar remaja memahami bahwa kanker bukan sekadar penyakit yang selesai setelah seseorang mendapatkan pengobatan. Bagi pasien yang terdiagnosis, perjalanan dapat mencakup pemeriksaan, diagnosis, terapi, pemantauan, hingga pemulihan.

Dalam penanganan kanker, setiap pasien juga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Dokter Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, menjelaskan bahwa terapi perlu dipertimbangkan berdasarkan karakteristik kanker dan kondisi pasien.

“Dalam penanganan kanker, terapi sistemik seperti kemoterapi, terapi target, maupun imunoterapi merupakan bagian penting dari comprehensive cancer care. Pemilihan terapi tidak dapat dilakukan secara terpisah, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi dan karakteristik kanker setiap pasien melalui evaluasi bersama tim multidisiplin,” jelas dr. Martha.

Pengetahuan seperti ini dapat membantu remaja memahami bahwa ketika seseorang menghadapi kanker, dukungan dan pendampingan dibutuhkan sepanjang perjalanan, bukan hanya ketika menjalani pengobatan.

4. Dukungan keluarga dimulai dari komunikasi yang terbuka

Popmama.com/Violin Heldina

Ketika membicarakan kesehatan payudara kepada remaja, peran orangtua menjadi sangat penting. Anak perlu merasa bahwa mereka bisa bertanya atau bercerita mengenai perubahan tubuh tanpa takut dihakimi atau dianggap berlebihan.

Komunikasi tersebut juga dapat menjadi bekal ketika suatu hari mereka harus menghadapi masalah kesehatan, baik pada dirinya sendiri maupun orang terdekat.

Remaja yang memiliki pemahaman mengenai kanker payudara juga dapat belajar memberikan dukungan kepada anggota keluarga atau kerabat yang sedang menjalani pengobatan.

Hal ini sejalan dengan pandangan dr. Fiktorius Kuludong, M.M., bahwa perjalanan menghadapi kanker membutuhkan dukungan di berbagai tahap.

“Cancer care bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi memastikan pasien mendapatkan dukungan yang tepat di setiap tahap perjalanannya,” ujar dr. Fiktorius.

5. Kesadaran sejak remaja menjadi bekal untuk menjaga kesehatan di masa depan

Pexels/Tara Winstead

Mengenalkan kesehatan payudara sejak remaja pada akhirnya tidak bertujuan membuat anak takut terhadap kanker. Sebaliknya, edukasi ini dapat menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan hingga dewasa.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan pemeriksaan kesehatan dapat berbeda. Ketika seseorang memiliki keluhan atau faktor risiko tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan berdasarkan rekomendasi tenaga medis.

Pada pasien yang membutuhkan penanganan kanker, layanan dapat mencakup berbagai tahapan, mulai dari skrining dan diagnosis hingga terapi, pemantauan, dan rehabilitasi. Kebutuhan akan perawatan yang berkesinambungan inilah yang turut mendorong kolaborasi antara komunitas dan fasilitas kesehatan.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan bersama Lovepink menjalin kolaborasi untuk memperluas akses anggota komunitas terhadap layanan kanker payudara yang komprehensif, termasuk pemeriksaan, penanganan, pemantauan, hingga rehabilitasi.

Mengenalkan kesehatan payudara kepada remaja bukan berarti menakut-nakuti anak dengan kanker. Justru, edukasi sejak dini dapat membantu mereka mengenal tubuh, terbuka ketika menemukan perubahan, dan memahami pentingnya menjaga kesehatan.

Pembicaraan sederhana di rumah bisa menjadi langkah awal agar anak tumbuh dengan pengetahuan kesehatan yang baik dan tidak menganggap topik tentang payudara sebagai sesuatu yang tabu.

Itulah 5 alasan mengapa remaja juga perlu mulai mengenal kesehatan payudara sejak dini.

Ajak anak untuk lebih mengenal tubuhnya sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap kesehatannya ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article

4 Nama Negara dari Huruf J19 Sep 2026, 01:25 WIB
7 Nama Negara dari Huruf E19 Sep 2026, 00:35 WIB