Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa itu Adenoid pada Anak? Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Tiktok.com/@dr.guntursurya
  • Adenoid adalah jaringan limfoid di belakang hidung yang berfungsi melawan infeksi, namun jika membesar dapat menghambat pernapasan dan sering disangka sinusitis pada anak.
  • Gejala utama pembesaran adenoid meliputi hidung mampet terus-menerus, napas lewat mulut, mendengkur saat tidur, serta gangguan pendengaran akibat sumbatan saluran Eustachius.
  • Pemeriksaan nasoendoskopi menjadi cara terbaik untuk menilai ukuran adenoid, sementara pengobatan bisa berupa terapi antiinflamasi hingga operasi adenoidektomi bila gejalanya berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hidung mampet yang tak kunjung sembuh pada anak sering membuat orangtua mengira si Kecil mengalami sinusitis. Tak sedikit anak yang akhirnya berulang kali mendapatkan antibiotik, obat pilek, atau semprotan hidung. Namun, bagaimana jika keluhannya tetap kembali meski sudah berkali-kali diobati?

Menurut dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan yakni dr. Guntur S, Sp.THT., di salah satu video TikTok-nya @dr.guntursurya salah satu penyebab yang sering terlewat adalah pembesaran adenoid atau hipertrofi adenoid. Kondisi ini cukup sering terjadi pada anak-anak dan dapat mengganggu pernapasan, tidur, hingga pendengaran.

Lalu, sebenarnya apa itu adenoid dan bagaimana cara mengenalinya?

Berikut Popmama.com rangkum selengkapnya!

1. Apa itu adenoid pada anak?

drsanu.com (adenoid pada anak)

Adenoid adalah jaringan limfoid yang berada di bagian belakang rongga hidung atau nasofaring. Jaringan ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu menangkap bakteri dan virus yang masuk melalui hidung dan mulut.

Dikutip dari Cleveland Clinic, adenoid umumnya mulai membesar pada masa kanak-kanak dan mencapai ukuran maksimal sekitar usia 6-7 tahun sebelum perlahan mengecil saat remaja. Karena itu, masalah adenoid paling sering ditemukan pada anak-anak.

Meski memiliki fungsi pertahanan tubuh, adenoid yang terlalu besar justru dapat menghambat aliran udara dan menyebabkan berbagai keluhan kesehatan. Karena gejalanya mirip, adenoid ini kerap disangka ‘sinusitis bandel’ pada awalnya.

"Hidung anak mampet berbulan-bulan sudah dikasih obat sinusitis. Dikasih dekongestan, antibiotik, atau semprotan hidung. Beberapa hari membaik, tetapi minggu berikutnya mampet lagi. Sering terlewat adalah pemeriksaan ke belakang hidung, tempat adenoid berada. Kalau adenoid membesar, yang menyumbat aliran udara bukan karena peradangan biasa, tetapi karena ada jaringan yang memang menutupi jalan napas," jelasnya dikutip dari unggahan video Tiktok.

2. Gejala adenoid pada anak, sering disangka sinusitis

Tiktok.com/@dr.guntursurya

Menurut dr. Guntur, banyak anak dengan adenoid membesar awalnya didiagnosis sinusitis karena gejalanya mirip. Berikut adalah gejalanya:

  • Hidung mampet terus-menerus meski ingus sedikit

  • Anak sering bernapas lewat mulut

  • Mendengkur saat tidur

  • Telinga terasa penuh

  • Pendengaran berkurang

"Kombinasi gejala ini lebih mengarah ke hipertrofi adenoid. Evaluasinya juga berbeda. Yang dibutuhkan bukan langsung CT scan, tetapi nasoendoskopi untuk melihat ukuran adenoid secara langsung di nasofaring," lanjutnya.

Pembesaran adenoid memang dapat menyebabkan sumbatan hidung kronis, gangguan napas melalui hidung, hingga gejala yang menyerupai sinusitis. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi ini justru menjadi penyebab utama keluhan hidung tersumbat berkepanjangan pada anak.

3. Apa penyebab adenoid pada anak bisa membesar

commons.wikimedia.org

Pembesaran adenoid dapat terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah infeksi saluran napas berulang yang membuat jaringan adenoid terus bekerja dan akhirnya membesar.

Dikutip dari Healthline, adenoid juga dapat membesar akibat alergi atau memang sudah berukuran besar sejak lahir. Pada sebagian anak, ukuran adenoid tetap besar meskipun infeksi yang memicunya sudah sembuh.

Selain itu, peradangan kronis akibat infeksi berulang maupun alergi dapat menyebabkan hipertrofi adenoid yang menetap.

4. Awas, adenoid bisa memengaruhi telinga dan kualitas tidur anak

Pexels/cottonbro studio (adenoid pada anak)

Posisi adenoid berada sangat dekat dengan saluran Eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan. Ketika adenoid membesar, saluran ini dapat tersumbat sehingga cairan menumpuk di telinga.

Akibatnya, anak bisa mengalami telinga terasa penuh, infeksi telinga berulang, atau gangguan pendengaran. Selain itu, sumbatan jalan napas juga membuat anak mendengkur dan tidur tidak nyenyak. Dalam kasus yang lebih berat, anak bahkan dapat mengalami sleep apnea atau henti napas sesaat saat tidur. 

5. Kapan harus periksa ke dokter soal adenoid pada anak?

Pexels/Tran Nhu Tuan (adenoid pada anak)

Menurut dr. Guntur, pemeriksaan yang paling membantu bukanlah CT scan sebagai langkah pertama. Untuk mendiagnosis adenoid pada anak perlu pemeriksaan nasoendoskopi. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat langsung ukuran adenoid di nasofaring secara real time

“Jadi kita bisa tahu apakah memang ada sumbatan akibat adenoid atau bukan,” imbuh dr. Guntur.

Nasoendoskopi dilakukan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui hidung. Pemeriksaan ini umum dilakukan oleh dokter THT dan dianggap sebagai salah satu metode terbaik untuk menilai ukuran adenoid secara langsung.

6. Cara mengobati adenoid pada anak

bi-maristan.com (adenoid pada anak)

Penanganan adenoid bergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Pada kasus ringan, dokter dapat memberikan terapi untuk mengatasi peradangan atau alergi yang mendasarinya. Namun jika ukuran adenoid sudah sangat besar dan mengganggu pernapasan, tidur, pendengaran, atau kualitas hidup anak, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi pengangkatan adenoid atau adenoidektomi. 

Dikutip dari Healthline, prosedur ini termasuk operasi yang cukup umum dilakukan pada anak dan umumnya memiliki tingkat keberhasilan yang baik.

Itulah penjelasan mengenai adenoid pada anak. Jika si Kecil mengalami hidung mampet berkepanjangan, sering bernapas lewat mulut, atau mendengkur setiap malam, jangan buru-buru menganggapnya sinusitis. 

Pemeriksaan lebih lanjut ke dokter THT dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Editorial Team

Related Article