Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Mengatasi Anak Susah Bergaul dengan Teman
Pexels/Mikhail Nilov
  • Kesulitan membaur di awal masa sekolah dasar sering kali dipicu oleh ketidaktahuan anak dalam membaca dinamika kelompok yang mulai kompleks.

  • Mengajarkan etika dasar pergaulan seperti mendengarkan orang lain dan mengontrol emosi jauh lebih efektif dibanding memaksanya langsung supel.

  • Menggali minat spesifik anak bisa menjadi modal utama untuk mempertemukannya dengan teman sefrekuensi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat anak pulang sekolah dengan wajah murung atau sering bercerita bahwa ia menghabiskan waktu istirahat sendirian tanpa teman tentu membuat hati Mama cemas. 

Pada masa awal sekolah dasar, dinamika pergaulan anak memang mulai berkembang menjadi lebih kompleks. 

Anak-anak tidak lagi sekadar bermain bersama secara acak seperti saat di taman kanak-kanak, melainkan sudah mulai membentuk kelompok-kelompok kecil berdasarkan kesamaan hobi atau kecocokan sifat. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 cara membantu mengatasi anak yang susah bergaul dengan teman-temannya di sekolah!

1. Latih anak untuk menyimak saat temannya sedang bercerita

Pexels/Vanessa Loring

Sering kali, hambatan anak dalam bersosialisasi muncul karena ia terlalu berfokus pada keinginannya sendiri atau belum terbiasa menahan diri saat mengobrol. 

Mama bisa melatih anak di rumah untuk menjadi komunikator yang baik dengan cara belajar menyimak terlebih dahulu. 

Berikan pemahaman bahwa mendengarkan teman yang sedang menceritakan mainan atau pengalamannya adalah bentuk penghargaan. 

Ketika teman-teman merasa dihargai oleh anak, mereka akan merasa nyaman dan dengan senang hati mengajaknya kembali untuk bermain bersama saat jam istirahat.

2. Bantu anak menemukan minat atau hobi spesifik

Pexels/RDNE Stock Project

Pertemanan di usia sekolah dasar sangat kuat diikat oleh kesamaan aktivitas atau kegemaran yang sedang tren. 

Jika anak terlihat kesulitan membaur, cobalah gali minat spesifik yang ia sukai di rumah, misalnya menggambar karakter tertentu, merakit mainan balok, atau ketertarikan pada olahraga tertentu. 

Dukung hobi tersebut dan biarkan ia mendalaminya. Ketika anak memiliki keahlian atau pengetahuan yang tinggi tentang suatu hal, ia akan memiliki rasa percaya diri dan secara alami akan menarik perhatian teman-teman sekelas yang memiliki hobi serupa untuk mengobrol bersamanya.

3. Ajarkan anak pentingnya bersikap tidak pilih-pilih teman di kelas

Pexels/Artem Podrez

Terkadang anak susah bergaul karena ia membatasi dirinya sendiri dan hanya mau berteman dengan anak yang persis sama dengannya. 

Ajarkan anak sejak dari rumah untuk bersikap terbuka kepada semua teman di kelas tanpa membeda-bedakan. 

Mama bisa melatihnya untuk memberikan apresiasi kecil, seperti mengucapkan selamat saat temannya menang lomba atau memuji gambar temannya yang bagus. 

Sikap yang suportif dan tidak pilih-pilih ini akan membuat anak dikenal sebagai sosok yang menyenangkan dan hangat di lingkungan sekolahnya.

4. Dorong anak untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

Pexels/Yan Krukau

Lingkungan kelas yang besar dan bising terkadang membuat anak yang pemalu merasa kewalahan untuk memulai interaksi. 

Sebagai alternatif, Mama bisa mengarahkan anak untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau klub minat bakat di sekolah yang lebih terarah. 

Berada di dalam pertemanan yang jumlah siswanya lebih sedikit dan memiliki tujuan aktivitas yang jelas akan mempermudah anak untuk berinteraksi. 

Kerja sama tim yang tercipta selama latihan, seperti dalam klub menari, menggambar, atau olahraga, akan mencairkan rasa canggung mereka tanpa terasa dipaksakan.

5. Biasakan anak untuk membawa bekal makanan yang bisa dinikmati bersama

Pexels/Yan Krukau

Berbagi makanan adalah salah satu cara paling mudah dan mudah untuk mencairkan rasa canggung pada anak-anak. 

Mama bisa membekali anak dengan camilan yang praktis dibagikan, seperti biskuit berukuran kecil, potongan buah, atau kue kering buatan rumah. 

Ajarkan ia untuk menawarkan makanan tersebut kepada teman yang duduk di dekatnya saat jam istirahat tiba. 

Interaksi saat makan bersama ini biasanya sangat ampuh memicu obrolan santai lanjutan dan membuat anak-anak lain merasa lebih dekat dengan anak.

6. Latih anak untuk berani melakukan kontak mata dan tersenyum saat berpapasan

Pexels/Monu Masud

Bahasa tubuh memegang kendali yang sangat besar dalam menentukan apakah seseorang terlihat ramah atau tidak untuk didekati. 

Anak yang terlalu sering menunduk atau memasang wajah cemberut saat berjalan di koridor sekolah sering kali disalahpahami sebagai anak yang sombong atau tidak mau berteman. 

Latih anak sejak dari rumah untuk membiasakan diri melakukan kontak mata yang hangat disertai senyuman tipis setiap kali berpapasan dengan teman sekelas atau bapak-ibu guru. 

Gestur sederhana yang terbuka ini mengirimkan sinyal positif bahwa ia adalah sosok yang aman dan siap untuk diajak mengobrol.

7. Ajarkan anak cara keluar dari situasi pertemanan yang tidak sehat

Pexels/cottonbro studio

Selain mengajarkan cara mendekati teman, Mama juga perlu membekali anak dengan kemampuan mendeteksi lingkungan pergaulan yang buruk. 

Berikan pemahaman bahwa tidak semua anak di sekolah harus ia jadikan teman dekat jika mereka suka mengejek, memaksa, atau memberikan pengaruh yang negatif. 

Ajarkan ia cara berkata "tidak" secara tegas namun tetap tenang, serta berani melangkah pergi mencari kelompok bermain lain yang lebih bisa menghargai kehadirannya. 

Kemampuan menjaga batasan diri ini penting agar anak tidak terjebak dalam hubungan yang merusak rasa percaya dirinya.

Hindari membanding-bandingkan kemampuannya dengan anak lain yang lebih supel, karena setiap anak memiliki waktu tersendiri untuk merasa nyaman dengan lingkungannya. 

Dukungan penuh serta rasa aman yang ia dapatkan dari rumah adalah modal utama baginya untuk berani melangkah di sekolah.

Editorial Team

Related Article