Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

16 Sumber Zat Besi untuk Anak yang Tidak Suka Hati Ayam

16 Sumber Zat Besi untuk Anak yang Tidak Suka Hati Ayam
Pexels/Kampus Production
Intinya Sih
  • Zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin, fungsi otak, dan daya tahan tubuh anak, namun banyak anak menolak hati ayam karena aroma dan teksturnya.

  • Terdapat berbagai sumber zat besi alternatif seperti daging merah, kuning telur, unggas, seafood, sayuran hijau, olahan kedelai, polong-polongan, serta kacang-kacangan yang mudah diterima anak.

  • Biji-bijian seperti biji wijen dan biji labu memiliki kandungan zat besi tertinggi serta nutrisi tambahan seperti kalsium dan magnesium untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Zat besi memiliki peran krusial dalam pembentukan hemoglobin yang bertugas mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, mendukung fungsi otak, serta menjaga daya tahan tubuh anak agar tidak mudah sakit. 

Sayangnya, hati ayam yang selama ini dikenal sebagai sumber utama zat besi sering kali ditolak oleh anak-anak karena aromanya yang amis atau teksturnya yang kurang bersahabat di lidah mereka.

Jika anak mama termasuk yang langsung melakukan gerakan tutup mulut (GTM) saat disuapi hati ayam, Mama tidak perlu langsung panik karena masih banyak bahan makanan alternatif yang kaya akan zat besi serta zat gizi makro maupun mikro lainnya yang tidak kalah hebat untuk mendukung kesehatan anak.

Berikut Popmama.com rangkum 16 sumber zat besi alternatif pengganti hati ayam untuk anak, lengkap dengan takaran kandungan besi per 100 gram!

Table of Content

1. Daging merah dan kuning telur sebagai sumber hewani utama

1. Daging merah dan kuning telur sebagai sumber hewani utama

Kuning telur bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/Irma Sjachlan

Kelompok pangan hewani ini merupakan pilihan terbaik karena sumber zat besi hewani dikenal jauh lebih mudah diserap oleh tubuh anak jika dibandingkan dengan sumber nabati. 

Kandungan gizinya sangat padat untuk mendukung pembentukan sel darah merah baru.

  • Daging sapi (2.5–3.3 mg), selain kaya zat besi siap serap, daging sapi mengandung protein berkualitas tinggi untuk membangun massa otot, serta zinc dan vitamin B12 yang penting untuk mendukung fungsi sistem saraf pusat dan konsentrasi anak.

  • Kuning telur (2.7 mg), menjadi solusi praktis yang sarat akan kolin dan omega-3 untuk perkembangan sel-sel otak serta meningkatkan daya ingat anak. Di dalamnya juga terdapat vitamin A, D, E, dan K alami untuk kesehatan tulang.

2. Daging unggas dan seafood pilihan untuk variasi menu

Daging udang bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/Valeria Boltneva

Selain daging sapi, protein hewani dari unggas dan makanan laut juga menyimpan kandungan zat besi yang baik serta tekstur yang relatif lebih lembut dan mudah dikunyah oleh anak.

  • Daging ayam (0.8–1.3 mg), menyediakan protein lembut yang sangat ramah untuk lambung anak yang masih sensitif. Kandungan asam aminonya yang lengkap berfungsi penting untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak.

  • Daging ikan (0.3–1.0 mg), kaya akan asam lemak esensial seperti DHA dan EPA yang terbukti mampu mengoptimalkan kecerdasan intelektual serta menjaga kesehatan retina mata anak.

  • Udang (0.5 mg), mengandung kalsium, fosfor, dan selenium yang tinggi. Manfaatnya sangat baik untuk memperkuat struktur tulang dan gigi anak, serta bertindak sebagai antioksidan alami.

3. Sayuran hijau segar penyuplai zat besi nabati

Bayam bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/Engin Akyurt

Sajian sayuran hijau tidak hanya memberikan kesegaran dan serat pada menu makan anak, tetapi juga menjadi penyumbang zat besi nabati yang dikombinasikan dengan aneka vitamin penting.

  • Bayam rebus (3.5–3.7 mg), menjadi salah satu sayuran hijau dengan kandungan besi yang menonjol. Bayam rebus kaya akan serat alami untuk melancarkan pencernaan anak dan mencegah sembelit.

  • Kecipir (2 mg), mengandung asam folat tinggi yang mendukung pembentukan sel darah, serta kaya akan vitamin C yang bekerja membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam usus anak.

4. Olahan kedelai yang ramah di lidah anak

Tempe bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/cottonbro studio

Produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe merupakan superfood lokal yang murah namun menyimpan manfaat gizi yang besar, terutama sebagai sumber protein dan zat besi harian.

  • Tahu (2.5–3.5 mg), teksturnya yang lembut mengandung kalsium tingkat tinggi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan anak serta memperkokoh kepadatan struktur tulang dan giginya.

  • Tempe (2.1–2.7 mg), melalui proses fermentasi, tempe menghasilkan senyawa yang membuat nutrisinya jauh lebih mudah diserap oleh usus anak, serta kaya akan antibiotik alami untuk menjaga kesehatan pencernaan.

5. Polong-polongan segar sebagai sumber energi

Kacang hijau bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/khezez

Kacang polong segar atau lentil merupakan bagian dari keluarga legumes yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat, dan mineral penting untuk menjaga stamina anak yang aktif.

  • Lentil (3.0–3.5 mg), kaya akan karbohidrat kompleks dan serat yang memberikan rasa kenyang tahan lama, serta menjaga kestabilan energi anak agar tidak mudah lemas saat beraktivitas.

  • Edamame (2.0–2.5 mg), camilan sehat yang tinggi protein, vitamin K, dan antioksidan untuk mendukung proses pembekuan darah yang sehat saat anak terluka serta menjaga kesehatan kulitnya.

6. Aneka kacang tanah dan kacang kering kaya mineral

Kacang hijau bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/Vie Studio

Kelompok kacang-kacangan kering ini sangat bagus dijadikan campuran sup atau diolah menjadi bubuk sereal karena padat akan vitamin B kompleks dan mineral penambah darah.

  • Kacang merah (2.9 mg), mengandung kalium dan magnesium yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi otot anak.

  • Kacang tolo (2.5 mg), sumber folat dan antioksidan polifenol yang baik untuk membantu mempercepat proses pemulihan tubuh anak ketika ia sedang kelelahan.

  • Kacang hijau (1.4 mg), kaya akan vitamin B kompleks (seperti B1 dan B6) yang berfungsi penting dalam proses metabolisme energi, sehingga anak tetap aktif dan ceria sepanjang hari.

7. Biji-bijian yang kaya akan nutrisi

Biji wijen bisa menjadi sumber zat besi untuk anak yang tidak suka hati ayam
Pexels/Ivan S

Meskipun ukurannya sangat kecil, kelompok biji-bijian ini menyimpan konsentrasi zat besi yang luar biasa tinggi dan bisa dicampurkan ke dalam makanan utama maupun camilan anak secara praktis.

  • Biji wijen (14.5 mg), bahan makanan ini memegang rekor dengan kandungan zat besi tertinggi per 100 gram di dalam daftar ini. Selain zat besi, biji wijen kaya akan lemak sehat dan kalsium yang bagus untuk menutrisi jaringan otak.

  • Biji labu (8–9 mg), sangat kaya akan zinc dan magnesium tingkat tinggi yang bermanfaat besar untuk mengoptimalkan sistem imun tubuh anak serta meningkatkan kualitas tidur yang nyenyak.

Bahan tinggi zat besi mana yang paling ingin Mama olah menjadi camilan atau menu makan malam anak malam ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More