Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Lebaran Anak Yatim 2026 Jatuh pada 25 Juni, Ini Makna dan doanya

Lebaran Anak Yatim 2026 Jatuh pada 25 Juni, Ini Makna dan doanya
Pinterest.com/zakatfoundationofamerica
Intinya Sih
  • Lebaran Anak Yatim 2026 jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026 atau 10 Muharam 1448 H, menjadi momen berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di berbagai daerah.
  • Tradisi ini bukan hari raya resmi Islam, melainkan wujud kepedulian sosial masyarakat untuk memperhatikan dan menyantuni anak yatim sebagai amalan mulia di bulan Muharam.
  • Kegiatan seperti santunan, doa bersama, hingga mengajarkan empati kepada anak menjadi cara utama merayakan Lebaran Anak Yatim dengan penuh kasih dan kebersamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bulan Muharam selalu menjadi momen spesial bagi umat Muslim. Selain menjadi penanda Tahun Baru Islam, ada satu tradisi yang juga banyak diperingati masyarakat Indonesia, yaitu Lebaran Anak Yatim.

Pada tahun 2026, Lebaran Anak Yatim jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026 atau bertepatan dengan 10 Muharam 1448 Hijriah. Di berbagai daerah, peringatan ini sering disebut juga sebagai Idul Yatama.

Meski bukan termasuk hari raya resmi dalam Islam seperti Idul Fitri atau Idul Adha, tradisi ini sudah lama hidup di tengah masyarakat sebagai momen untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.

Lalu, apa sebenarnya Lebaran Anak Yatim dan bagaimana cara memperingatinya? Berikut Popmama.com rangkum informasinya.

1. Lebaran Anak Yatim diperingati setiap tanggal 10 Muharam

Anak-anak yatim mengaji bersama
Pinterest.com/puputpratiwi

Setiap tanggal 10 Muharam, banyak masyarakat Muslim memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi kepada anak-anak yatim.

Pada tahun ini, tanggal tersebut jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Di sejumlah daerah, masjid, yayasan, sekolah, hingga komunitas sosial biasanya mengadakan berbagai kegiatan khusus untuk anak yatim.

Karena identik dengan kegiatan berbagi dan membahagiakan anak-anak yatim, masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan Lebaran Anak Yatim.

2. Lebaran Anak Yatim bukan hari raya resmi dalam Islam

Anak-mah berjalan sambil membawa al-quran
Pinterest.com

Perlu diketahui, Lebaran Anak Yatim bukan termasuk hari raya yang diwajibkan dalam ajaran Islam.

Istilah ini berkembang sebagai tradisi sosial yang tumbuh di masyarakat Indonesia. Tradisi tersebut berangkat dari semangat untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim, khususnya pada bulan Muharam yang dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam.

Karena itu, peringatannya lebih berfokus pada kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

3. Tradisi ini mengajarkan anak tentang empati dan kepedulian

Anak-anak tersenyum di depan kamera
Pinterest.com/culturetrip

Lebaran Anak Yatim bisa menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengenalkan nilai empati kepada anak sejak dini.

Mama dapat mengajak si Kecil berbagi makanan, perlengkapan sekolah, pakaian layak pakai, atau sekadar ikut dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Lewat pengalaman tersebut, anak belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya didapat dari menerima, tetapi juga dari memberi kepada orang lain.

4. Santunan menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan

Anak-anak dengan pakaian muslim berpose di depan kamera
Pinterest.com/komikline

Salah satu tradisi yang paling umum saat Lebaran Anak Yatim adalah pemberian santunan.

Bentuknya bisa beragam, mulai dari uang tunai, sembako, perlengkapan sekolah, kebutuhan sehari-hari, hingga bingkisan khusus untuk anak-anak.

Tak sedikit pula komunitas dan lembaga sosial yang mengadakan acara makan bersama agar anak-anak yatim dapat merasakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

5. Banyak kegiatan positif yang digelar untuk anak yatim

Anak-anak mengenakan pakaian muslim
Pinterest.com/Mariao

Selain santunan, berbagai kegiatan lain juga sering diadakan untuk memeriahkan peringatan ini.

Mulai dari pengajian, doa bersama, lomba anak-anak, permainan edukatif, hingga kegiatan hiburan yang bertujuan memberikan pengalaman menyenangkan bagi mereka.

Dengan cara ini, anak-anak yatim tidak hanya menerima bantuan materi, tetapi juga mendapatkan perhatian dan dukungan secara emosional.

6. Menyayangi anak yatim memiliki keutamaan dalam Islam

Anak-anak mengenakan peci berpose di depan kamera
Pinterest.com/chriscretin

Dalam ajaran Islam, memperhatikan dan menyantuni anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Rasulullah SAW bahkan menggambarkan kedekatan orang yang merawat anak yatim dengan beliau di surga seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.

Pesan tersebut menunjukkan betapa besar penghargaan Islam terhadap mereka yang peduli dan membantu kehidupan anak-anak yatim.

7. Tidak harus dengan uang, kasih sayang juga berarti

Tiga anak mengenakan peci dan tersenyum
Pinterest.com/pentiumneon

Banyak orang mengira menyantuni anak yatim harus selalu dalam bentuk materi. Padahal, perhatian dan kasih sayang juga memiliki nilai yang besar.

Mengajak berbicara, mendengarkan cerita mereka, memberikan dukungan, hingga mendoakan kebaikan untuk mereka merupakan bentuk kepedulian yang bisa dilakukan siapa saja.

Karena itu, Lebaran Anak Yatim bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga mengingatkan kita untuk menghadirkan rasa cinta, empati, dan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan.

8. Ada doa yang bisa dibacakan saat menyayangi anak yatim

Anak-anak tersenyum di depan kamera
Pinterest.com/themuslimahs

Menyantuni anak yatim tidak selalu harus berupa bantuan materi. Dalam tradisi Islam, mengusap kepala anak yatim sebagai bentuk kasih sayang juga termasuk amalan yang dianjurkan.

Saat mengusap kepala anak yatim, terdapat doa yang dapat dibacakan sebagai ungkapan harapan dan kebaikan untuk mereka:

جَبَرَ اللهُ يُتْمَكَ وَجَعَلَكَ خَلَفًا مِنْ أَبِيكَ

Jabarallahu yutmaka wa ja’alaka khalafan min abiika.

Artinya:

“Semoga Allah menghilangkan kesedihan karena keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu.” (al-Munawi, Faidh al-Qadir, [Mesir, al-Maktabah at-Tijariyyah al-Kubra: 1356 H], jilid. 1, halaman. 108)

Doa ini menjadi pengingat bahwa anak yatim bukan hanya membutuhkan bantuan secara materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya.

Sebagai orangtua, Mama juga bisa mengajak anak untuk ikut menyapa, bermain, atau berbagi dengan anak yatim. Cara sederhana ini dapat menjadi pelajaran berharga tentang empati, kepedulian, dan pentingnya berbagi kepada sesama sejak dini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More