Terakhir, ada frasa "Can you show me" yang merupakan ungkapan untuk mengajarkan anak cara bertanya dengan sopan.
Frasa ini mendorong rasa ingin tahu anak dan mengajarkan mereka untuk meminta petunjuk atau bantuan saat membutuhkan. Sangat bermanfaat saat mereka berada di lingkungan baru atau sedang belajar hal baru.
Contoh kalimat frasa tersebut antara lain:
Can you show me the way? (ken yu shou mi de wei) — Bisa tunjukkan jalannya?
Can you show me your book? (ken yu shou mi yor buk) — Bisa tunjukkan bukumu?
Can you show me your homework? (ken yu shou mi yor houm-werk) — Bisa tunjukkan PR-mu?
Can you show me the bathroom? (ken yu shou mi de bath-rum) — Bisa tunjukkan kamar mandinya?
Can you show me the classroom? (ken yu shou mi de klas-rum) — Bisa tunjukkan ruang kelasnya?
Can you show me your picture? (ken yu shou mi yor pik-cher) — Bisa tunjukkan gambarmu?
Can you show me the menu? (ken yu shou mi de me-nyu) — Bisa tunjukkan menunya?
Can you show me your ticket? (ken yu shou mi yor ti-ket) — Bisa tunjukkan tiketmu?
Can you show me your ID? (ken yu shou mi yor ai-di) — Bisa tunjukkan identitasmu?
Can you show me the answer? (ken yu shou mi dhi an-ser) — Bisa tunjukkan jawabannya?
Can you show me how to spell it? (ken yu shou mi hau tu spel it) — Bisa tunjukkan cara mengejanya?
Can you show me the map? (ken yu shou mi de map) — Bisa tunjukkan petanya?
Can you show me your project? (ken yu shou mi yor pro-jek) — Bisa tunjukkan proyekmu?
Can you show me your drawing? (ken yu shou mi yor dro-ing) — Bisa tunjukkan gambarmu?
Can you show me where to sit? (ken yu shou mi wer tu sit) — Bisa tunjukkan tempat duduknya?
Itulah frasa bahasa Inggris serhari-hari yang bisa Mama jadikan contoh untuk diterapkan bersama anak di rumah.
Dengan rutin menggunakan frasa-frasa sederhana ini dalam percakapan sehari-hari, anak akan terbiasa dan percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris.
Yang terpenting adalah konsistensi dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, jangan melulu terpaku pada textbook saja, ya.
Selain itu, jangan takut salah, karena anak belajar dari keteladanan dan antusiasme kita sebagai orangtua, bukan dari kesempurnaan tata bahasa. Semangat selalu Mama dan Papa!