- “I bought some apples.” (Aku membeli beberapa apel.) - kalimat positif
- “Would you like some tea?” (Maukah kamu minum teh?) - tawaran
- “Do you have any questions?” (Apakah kamu punya pertanyaan?) - pertanyaan
- “We do not have any tickets.” (Kami tidak punya tiket.) - kalimat negatif
- “There is no problem.” (Tidak ada masalah.) - lebih tegas daripada not any
- “Every student has a pencil.” (Setiap murid punya pensil.) - semua satu per satu
7 Topik Tata Bahasa Inggris dengan Contoh Sehari-hari untuk Dipelajari

- Artikel Popmama.com membahas tujuh topik tata bahasa Inggris dasar yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, lengkap dengan contoh dan cara penerapannya untuk anak-anak.
- Setiap topik dijelaskan secara kontekstual, mulai dari penggunaan kata penunjuk jumlah, waktu, urutan kejadian, hingga perbedaan adjective dan adverb agar anak lebih mudah memahami maknanya.
- Pendekatan belajar disarankan melalui aktivitas harian seperti bermain, memasak, atau bercerita sehingga anak dapat mempraktikkan grammar secara alami dan menyenangkan tanpa merasa sedang belajar formal.
Nggak hanya kita saja orang dewasa yang merasa tata bahasa Inggris sering kali membosankan, anak-anak juga bisa mengalami hal serupa, Ma.
Padahal, kalau dikemas dengan cara yang tepat, misalnya lewat contoh-contoh yang dekat dengan keseharian mereka, anak justru bisa menyerap materi dengan lebih cepat dan menyenangkan.
Kuncinya adalah membuat anak merasa bahwa bahasa Inggris bukan sekadar pelajaran di sekolah, melainkan sesuatu yang bisa mereka pakai dalam obrolan ringan setiap hari.
Nah, kali ini Popmama.com sudah merangkum 7 topik tata bahasa dasar yang sering dipakai sehari-hari. Cocok untuk diajarkan pada anak agar lebih cepat paham dan fasih berbahasa Inggris.
1. Some, Any, No & Every: Kata Penunjuk Jumlah yang Sering Dipakai

Keempat kata ini termasuk yang paling sering muncul dalam percakapan sehari-hari, baik saat anak berbicara di rumah maupun di sekolah.
Some biasanya muncul dalam kalimat positif dan juga dipakai saat kita menawarkan sesuatu atau meminta dengan sopan. Sedangkan any lebih sering kita jumpai di kalimat negatif dan pertanyaan.
Lalu ada no yang merupakan cara singkat untuk mengatakan "tidak ada sama sekali." Terakhir, every dipakai untuk membicarakan semua anggota dalam satu kelompok secara satu per satu, jadi kata kerjanya selalu tunggal.
Contoh percakapan sehari-hari untuk anak:
Ajarkan anak membedakan some dan any lewat permainan tanya-jawab di meja makan. Misalnya “Do we have any milk?” lalu “Yes, we have some milk.”
Dengan sering mendengar dan memakai sendiri, anak akan hafal secara alami tanpa perlu dihafal mati-matian.
2. Few, A Few, Little & A Little: Bedakan Jumlah Kecil tapi Penting

Sering kali anak bingung membedakan a few dengan few, padahal maknanya sangat berbeda.
A few dan a little menyiratkan bahwa jumlahnya memang kecil, tetapi masih ada dan cukup untuk digunakan atau kesannya positif. Sebaliknya, few dan little justru memberi kesan "hampir tidak ada" atau "tidak cukup," sehingga terasa negatif.
Nah perbedaan lainnya, a few dan few digunakan untuk kata benda yang bisa dihitung (countable nouns), sedangkan a little dan little untuk yang tidak bisa dihitung (uncountable nouns).
Contoh untuk anak:
- “We have a few cookies.” (Kami punya beberapa kue kering.) - masih ada, cukup buat dimakan
- “Few people know the secret.” (Hanya sedikit orang yang tahu rahasianya.) - hampir tidak ada yang tahu
- “I need a little sugar.” (Aku butuh sedikit gula.) - masih ada, cukup buat secangkir teh
- “There is little hope.” (Hampir tidak ada harapan.) - sangat kecil, hampir tiada
Gunakan topik ini saat memasak atau menyiapkan camilan di dapur. Misalnya tanyakan “Do we have a little sugar left?” atau “We have a few eggs, let’s make a cake!”
Biarkan anak ikut menghitung dan menyebutkan bahannya dalam bahasa Inggris.
3. Since, For & Ago: Menyatakan Waktu dengan Tepat

Ketiga kata ini sering dipakai untuk membicarakan waktu, tapi fungsinya berbeda dan sering tertukar, Ma.
Since selalu diikuti oleh titik waktu tertentu, seperti hari, bulan, tahun, atau bahkan kejadian di masa lalu. Fungsinya adalah menunjukkan kapan sesuatu dimulai.
Sementara itu, for diikuti oleh durasi atau rentang waktu, misalnya berapa menit, jam, hari, atau tahun lamanya suatu kegiatan berlangsung.
Sedangkan ago dipakai untuk menyebut waktu yang sudah lewat di masa lampau dan biasanya digunakan dengan bentuk lampau (past tense).
Contoh percakapan yang bisa anak ucapkan:
- “I have been busy since Monday.” (Aku sibuk sejak Senin.) - titik mulainya Senin
- “She has lived here since 2019.” (Dia tinggal di sini sejak 2019.) - mulai dari tahun 2019
- “She stayed there for a week.” (Dia tinggal di sana selama seminggu.) - durasinya satu minggu
- “I have waited for a long time.” (Aku sudah menunggu lama.) - durasinya panjang
- “I saw her two days ago.” (Aku melihatnya dua hari lalu.) - waktu yang sudah lewat
- “They met years ago.” (Mereka bertemu bertahun-tahun lalu.) - sudah lampau
Latih anak dengan kegiatan harian, misalnya “We have studied since 7 AM” atau “We played for an hour.” Tanyakan juga hal-hal sederhana seperti “When did you last see Grandma?” agar anak terbiasa menggunakan ago.
4. By, Until & During: Kata Penunjuk Waktu yang Sering Membingungkan

Tak dipungkiri bahwa masih banyak dari kita yang sering keliru memakai by, until, dan during karena ketiganya sama-sama berkaitan dengan waktu. Pasti pernah mengalaminya kan, Ma?
Nah, ternyata ketiga kata ini punya fungsi yang berbeda. By berarti "paling lambat" atau "sebelum" suatu batas waktu atau mirip dengan tenggat waktu (deadline).
Until atau till berarti suatu kegiatan berlangsung terus menerus sampai waktu tertentu, tanpa berhenti di tengah jalan. Sedangkan during dipakai untuk mengatakan bahwa sesuatu terjadi di dalam satu periode atau acara tertentu, dan selalu diikuti oleh kata benda (noun), bukan klausa.
Contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak:
- “Please finish it by 6 p.m.” (Tolong selesaikan sebelum jam 6 sore.) - batas akhirnya jam 6
- “We stayed there until midnight.” (Kami tinggal di sana sampai tengah malam.) - terus berada di sana hingga jam 12 malam
- “He did not sleep until midnight.” (Dia tidak tidur sampai tengah malam.) - baru tidur pas jam 12
- “Please do not talk during the meeting.” (Tolong jangan bicara selama rapat.) - di dalam periode rapat
- “I called him during lunch.” (Aku meneleponnya saat jam makan siang.) - di waktu makan siang
Pakai saat memberi batasan waktu main anak. Misalnya “You can play until 5 PM, then we study.” Atau saat memberi tugas “Please finish your drawing by dinner time.”
Dengan begitu anak paham perbedaan by dan until dalam konteks nyata.
5. Before, After, When & While: Urutan dan Waktu Kejadian

Keempat kata ini sangat penting untuk membantu anak menyusun cerita atau menjelaskan urutan kegiatan. Before dan after adalah pasangan yang menunjukkan urutan kejadian, yakni mana yang lebih dulu dan mana yang menyusul.
When dipakai untuk menunjukkan momen tertentu saat sesuatu terjadi, bisa di awal atau di tengah kalimat. Sedangkan while istimewa karena digunakan untuk menyatakan dua tindakan yang berlangsung secara bersamaan, dan sering diikuti oleh bentuk -ing atau kalimat ber-tenaga past continuous.
Contoh yang bisa dipraktikan anak:
- “Review your notes before class.” (Tinjau catatanmu sebelum kelas.) - duluan tinjau
- “We took a walk after dinner.” (Kami jalan-jalan setelah makan malam.) - jalan-jalan setelah makan
- “Call me when you get home.” (Telepon aku saat kamu sampai rumah.) - pada saat tiba
- “When I was young, I lived in Bandung.” (Saat aku kecil, aku tinggal di Bandung.) - waktu lampau
- “She listened to music while she studied.” (Dia mendengarkan musik sambil belajar.) - dua kegiatan bersamaan
- “He cleaned the kitchen while I was cooking.” (Dia membersihkan dapur saat aku sedang masak.) - sama-sama berlangsung
Gunakan saat mengatur rutinitas anak, seperti “Wash your hands before eating” atau “Read a story after brushing your teeth.” Untuk while, coba ajak anak menyebutkan dua hal yang ia lakukan bersamaan, misalnya “I sing while I take a bath.”
6. Adjective vs Adverb: Kata Sifat vs Kata Keterangan

Perbedaan antara adjective (kata sifat) dan adverb (kata keterangan) adalah salah satu topik yang paling sering membuat anak bingung.
Padahal, aturannya cukup sederhana. Adjective digunakan untuk menjelaskan kata benda (noun) atau orang, dan biasanya diletakkan sebelum kata benda tersebut.
Adjective juga dipakai setelah kata kerja penghubung (linking verbs) seperti be, seem, look, feel, sound, taste, dan become. Sementara itu, adverb digunakan untuk menjelaskan kata kerja (verb) dan memberi informasi tambahan tentang bagaimana suatu kegiatan dilakukan.
Kebanyakan adverb dibentuk dari adjective dengan menambahkan akhiran -ly, tapi ada juga pengecualian yang harus diingat.
Contoh yang mudah dipahami anak:
- “He is a tall boy.” (Dia anak laki-laki yang tinggi.) - tall menjelaskan boy (adjective)
- “She wore a beautiful dress.” (Dia memakai gaun yang cantik.) - beautiful menjelaskan dress
- “The room is quiet.” (Ruangan itu sepi.) - quiet setelah is (linking verb)
- “The soup tastes good.” (Supnya terasa enak.) - good setelah tastes (linking verb)
- “He runs quickly.” (Dia berlari dengan cepat.) - quickly menjelaskan cara berlari (adverb)
- “Please speak softly.” (Tolong bicara dengan pelan.) - softly menjelaskan cara bicara
Perhatikan pasangan yang sering keliru:
- Good (kata sifat) vs well (kata keterangan)
- “She is a good singer. She sings well.”
- Hard (dengan usaha) vs hardly (hampir tidak)
- “He works hard. He hardly rests.”
- Late (terlambat) vs lately (akhir-akhir ini)
- “He is late. Have you seen him lately?”
- High (tinggi secara fisik) vs highly (sangat)
- “The plane flew high. She is highly respected.”
Minta anak membuat kalimat dengan kata sifat dan kata keterangan dari benda di sekitarnya, misalnya “This is a big ball. I throw it far.”
Atau, Mama juga bisa menunjukan bahwa fast bentuknya sama untuk adjective dan adverb, biar anak tahu ada pengecualian.
7. Made of, Made from, Made with & Made by: Bahan dan Pembuat

Topik ini sangat berguna saat anak ingin bertanya tentang asal-usul suatu benda, terutama mainan, makanan, atau pakaian kesukaannya.
Made of dipakai ketika bahan asli suatu benda masih terlihat jelas dan tidak berubah bentuk, misalnya kayu pada meja atau kaca pada botol.
Made from digunakan ketika bahan aslinya sudah berubah total menjadi sesuatu yang baru, seperti susu menjadi keju atau anggur menjadi jus.
Lalu ada made with yang lebih spesifik menyebut bahan-bahan penyusun atau alat yang dipakai dalam proses pembuatan.
Terakhir, made by selalu digunakan untuk menunjukkan siapa pelaku atau pembuatnya, baik itu orang, kelompok, maupun mesin.
Contoh yang sering ditemui anak:
- “The table is made of wood.” (Meja itu terbuat dari kayu.) - kayunya masih terlihat jelas
- “The bottle is made of glass.” (Botol itu terbuat dari kaca.) - kacanya masih kelihatan
- “Cheese is made from milk.” (Keju terbuat dari susu.) - susu sudah berubah bentuk
- “Juice is made from grapes.” (Jus terbuat dari anggur.) - anggur sudah diolah
- “The cake is made with butter.” (Kue itu dibuat dengan mentega.) - mentega salah satu bahan
- “The toy was made with simple tools.” (Mainan itu dibuat dengan alat sederhana.) - menyebut alat
- “This scarf was made by my mother.” (Syal ini dibuat oleh ibuku.) - pembuatnya ibuku
- “Most bottles are made by machine.” (Kebanyakan botol dibuat oleh mesin.) - pembuatnya mesin
Saat anak melihat mainan atau makanan, coba pancing oertanyaan “What is this made of?” atau “Who made this?” agar anak aktif berpikir.
Saat makan bersama, Mama juga bisa menanyakan “Is this cake made with chocolate?” untuk melatih penggunaan made with.
Belajar tata bahasa Inggris tak harus membosankan dan baku, Ma, asalkan kita bisa menyisipkannya dalam percakapan sehari-hari dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual.
Dengan contoh-contoh nyata dan latihan ringan setiap hari, anak akan lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris tanpa merasa sedang belajar sekalipun.
Yuk, mulai praktikkan 7 topik di atas bersama anak di rumah!
-e3hkDbqTRXtlRRwWVpa0Ed2cH6D9xac4.png)


















