Mendengar anak bercerita mungkin terdengar sederhana, tetapi pada praktiknya tidak selalu mudah dilakukan.
Di tengah kesibukan sehari-hari, orangtua sering kali mendengarkan sambil mengerjakan pekerjaan lain, memikirkan hal berikutnya, atau bahkan sudah menyiapkan jawaban sebelum anak selesai berbicara.
Padahal, momen ketika anak memilih untuk bercerita merupakan kesempatan berharga untuk membangun kedekatan emosional.
Saat anak merasa didengarkan tanpa dihakimi, ia akan belajar bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
Namun, jika anak terlalu sering dipotong, disanggah, atau langsung diberi nasihat, ia bisa merasa bahwa ceritanya tidak benar-benar dihargai.
Psikolog Pritta Tyas melalui unggahannya di Instagram @pritta_tyas menjelaskan bahwa banyak orangtua tanpa sadar melakukan beberapa kebiasaan yang membuat proses mendengarkan menjadi kurang mindful.
Kebiasaan ini umumnya bukan karena tidak menyayangi anak, melainkan karena otak terbiasa membuat prediksi berdasarkan pengalaman sebelumnya sehingga kita merasa sudah mengetahui akhir dari cerita yang akan disampaikan.
Lalu, apa saja kesalahan yang sering dilakukan orangtua saat anak bercerita? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.
