- Cegah tubuh mereka mengalami dehidrasi. Karena itu penting bagi Mama untuk memberikan minuman pada anak sesering mungkin dalam jumlah kecil. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menurunkan risiko muntah pada anak.
- Tidak memberikan susu yang akan membuat kondisi perutnya semakin buruk akibat tidak dapat mencerna susu.
- Minta anak untuk beristirahat dan kurangi aktivitas setelah makan.
- Hindari pemberian makanan padat dalam enam jam pertama. Mama bisa menggantikannya dengan dengan makanan dengan kalori cukup dan mudah dicerna dan minuman manis seperti jus buah yang tidak terlalu asam. Jika dalam delapan jam anak dapat bertahan tanpa muntah, secara bertahap Mama dapat memberikan makanan padat. Pilih yang tidak terlalu kuat rasanya dan mudah dicerna, misalnya roti, pisang, nasi atau sereal.
- Berikan obat muntah pada anak jika benar-benar diperlukan pada saat ini. Untuk penanganan pertama, Mama bisa memberikan anak Oralit atau campuran air yang mengandung gula dan garam untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, air teh hangat dan jahe bisa membantu mengatasi rasa ingin muntah. Obat mual dan muntah dapat diberikan sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, saat mabuk di perjalanan, obat yang bisa diberikan yang mengandung dimenhydrinate, diphenhydramine, meclizine, dan promethazine. Namun meski obat muntah dijual bebas, Mama disarankan untuk tidak memberikan obat muntah sembarangan sebab sangat berbahaya. Konsultasikan dengan dokter si Anak untuk menentukan obat yang bisa dikonsumsi anak.
Kenali Gejala Muntah Yang Berbahaya Pada Anak
Orangtua seringkali mengalami kecemasan saat anak mengalami muntah, apalagi jika ini terjadi secara terus-menerus. Muntah sebenarnya bukan penyakit, tetapi merupakan refleks protektif tubuh yang berfungsi karena melawan toksin yang tidak sengaja tertelan.
Selain itu, muntah juga merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan racun dari tubuh demi mengurangi tekanan pada saluran pencernaan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ.
Penyebab Anak Muntah

Banyak hal yang dapat membuat anak muntah. Misalnya keracunan makanan, mabuk perjalanan, stres, dan juga karena penyakit. Namun, sebagian besar muntah pada anak disebabkan oleh gastroenteritis atau infeksi saluran pencernaan.
Gastroenteritis sering juga disebut dengan flu lambung selain membuat muntah juga menyebabkan mual dan diare. Meski tidak berlangsung lama, tetapi kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman dan bahkan harus diwaspadai jika anak kehilangan nutrisi dan cairan tubuh yang disebabkan karena dehidrasi.
Cara Mengatasi Muntah dan Aturan Obat Muntah

Dilansir dari idai.or.id, ada beberapa langkah untuk mengatasi muntah pada anak. Berikut ini caranya:
Tanda Muntah Berbahaya

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai orangtua jika anak mengalami tanda-tanda muntah berbahaya, seperti:
- Sebelum muntah, anak mengalami nyeri pada perutnya.
- Muntah bercampur dengan cairan berwarna kehijauan.
- Muntah disertai diare encer.
- Muntah terus-menerus dan tidak berhenti dalam 24 jam.
- Terdapat darah pada muntahan anak.
- Terjadinya dehidrasi atau kekurangan nutrisi dan cairan pada tubuh yang ditandai dengan bagian mulut dan lidah tampak kering.
- Urine berwarna kuning gelap.
- Perut membuncit.
- Gangguan pernapasan.
Jika hal ini terjadi, segera ajak anak untuk berkonsultasi ke dokter sebelum kondisinya semakin buruk.



















