Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Almond Mom, Orangtua yang Membiasakan Anak Diet Ketat
Pexels/Mikhail Nilov
  • Istilah almond mom menggambarkan pola asuh yang membatasi makanan atau memaksakan diet ketat demi tubuh anak kurus, berakar pada budaya diet dan sorotan viral terhadap video Yolanda Hadid.
  • Komentar orangtua tentang berat badan, bentuk tubuh, dan makanan dapat membentuk citra tubuh anak, memicu hubungan tidak sehat dengan makanan, rasa malu tubuh, rendahnya harga diri, hingga risiko gangguan makan dan depresi.
  • Orangtua dianjurkan mengajarkan pola makan seimbang tanpa larangan berlebihan, memberi contoh positif, serta menghindari komentar negatif agar anak memahami makanan sebagai sumber nutrisi dan menghargai tubuhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pola asuh orangtua memiliki peran besar dalam membentuk cara anak memandang dirinya sendiri, termasuk bagaimana ia melihat tubuh dan hubungannya dengan makanan. 

Karena itu, kebiasaan orangtua dalam memberikan komentar mengenai berat badan, bentuk tubuh, maupun makanan yang dikonsumsi anak perlu diperhatikan.

Belakangan ini, istilah almond mom atau almond parenting ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah tersebut menggambarkan pola asuh yang lekat dengan budaya diet dan kecenderungan membatasi makanan anak secara berlebihan demi tubuh tetap kurus.

Meski mungkin dilakukan dengan alasan ingin menjaga kesehatan anak, pola pengasuhan seperti ini justru dapat memengaruhi cara anak memandang tubuhnya hingga hubungannya dengan makanan. 

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan almond mom dan mengapa pola asuh ini perlu diwaspadai? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan.

1. Awal mula istilah almond mom atau almond parenting

Magnific/bearfotos

Istilah almond parenting atau almond mom pertama kali viral setelah potongan video dari acara Real Housewives of Beverly Hills kembali dibagikan di media sosial. 

Dalam video tersebut, model Yolanda Hadid terlihat berbicara dengan putrinya yang kala itu masih remaja, Gigi Hadid. Kini, Gigi dikenal sebagai supermodel dunia. 

Dalam cuplikan video tersebut, Gigi mengeluhkan kondisi tubuhnya kepada sang Mama. Ia mengatakan bahwa dirinya merasa sangat lemas karena baru mengonsumsi setengah butir almond.

“Aku merasa sangat lemas. Aku baru makan setengah butir almond,” kata Gigi kepada sang Mama, mengutip dari laman Parents

Mendengar keluhan putrinya, Yolanda kemudian memberikan saran yang dianggap terinspirasi dari budaya diet. Ia meminta Gigi untuk mengonsumsi beberapa almond dan mengunyahnya dengan benar.

“Makanlah beberapa almond dan kunyahlah dengan benar,” jawab Yolanda.

Cuplikan percakapan tersebut kemudian menjadi sorotan karena dianggap menggambarkan bagaimana budaya diet dapat diterapkan dalam pola asuh orangtua. 

Namun, dalam wawancaranya bersama People, Yolanda menjelaskan bahwa dirinya baru saja menjalani operasi ketika video tersebut dibuat. Ia juga mengatakan bahwa komentarnya dalam video telah diambil di luar konteks. 

2. Apa itu almond mom atau almond parenting?

Pexels/pexels

Istilah almond mom digunakan untuk menggambarkan orangtua yang memberikan saran atau menerapkan kebiasaan makan tidak sehat kepada anak. 

Salah satu bentuknya adalah menerapkan pembatasan makanan secara berlebihan atau memaksakan diet yang sangat ketat agar anak memiliki badan kurus atau berat badan rendah. 

Berdasarkan penjelasan dokter anak Karla Lester, MD, pola pengasuhan almond mom merupakan sesuatu yang cukup mengkhawatirkan. 

Selain tidak memberikan dampak positif bagi anak, kebiasaan tersebut justru berpotensi memberikan pengaruh buruk terhadap tumbuh kembang dan cara anak memandang dirinya. 

"Hal ini benar-benar berbahaya. Fenomena 'almond mom' ini adalah sebuah spektrum, yang sudah berlangsung lama, berakar pada budaya diet, bias internal, fobia terhadap kegemukan, proyeksi rasa takut, pengejaran hak istimewa untuk bertubuh kurus, dan bukan tentang kesehatan," jelas Lester.

Lester juga menjelaskan bahwa fenomena almond mom dapat menjadi perpanjangan dari gangguan makan yang dialami orangtua. Keyakinan mengenai makanan, berat badan, dan bentuk tubuh tersebut kemudian dapat diturunkan kepada anak. 

Orangtua dengan pola pikir seperti ini biasanya memiliki anggapan bahwa seorang anak akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik apabila memiliki tubuh yang lebih kurus. 

Padahal, berat badan dan bentuk tubuh tidak seharusnya menjadi ukuran utama dalam menentukan kesehatan maupun nilai diri seorang anak. 

3. Almond mom berkaitan erat dengan budaya diet dan citra tubuh anak

Pexels/Alex Green

Orangtua mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk bagaimana anak memandang tubuhnya sendiri. Ketika anak sering mendengar komentar mengenai berat badan, bentuk tubuh, atau makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, hal tersebut dapat memengaruhi cara mereka menilai dirinya. 

Kebiasaan mempromosikan budaya diet juga berpotensi membuat anak memiliki hubungan yang kurang sehat dengan makanan maupun tubuhnya sendiri. 

Alih-alih memahami makanan sebagai sumber energi dan nutrisi, anak dapat mulai menganggap makanan tertentu sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari demi mendapatkan bentuk tubuh tertentu. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sex Roles pada 2023 menunjukkan bahwa rasa malu terhadap tubuh dapat berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan mental yang lebih buruk. 

Kondisi tersebut dapat berhubungan dengan masalah seperti gangguan makan dan depresi. Ketidakpuasan terhadap tubuh juga berpotensi menyebabkan rendahnya harga diri pada anak. 

Tidak semua orangtua yang berfokus pada tubuh dan pola makan anak melakukannya dengan sengaja. Ada pula orangtua yang tanpa menyadari dampaknya justru ikut mempromosikan budaya diet melalui kebiasaan sehari-hari. 

Anak dapat belajar dari perilaku orangtua, termasuk bagaimana orangtua berbicara mengenai makanan dan tubuhnya sendiri. Oleh karena itu, contoh perilaku makan yang tidak teratur dari orangtua juga dapat memengaruhi cara anak membentuk hubungan dengan makanan. 

4. Orangtua dapat mengajarkan kebiasaan makan sehat tanpa menerapkan diet ketat

Pexels/cottonbro studio

Membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi tentu merupakan bagian penting dari pola asuh. Namun, mengajarkan pola makan sehat tidak harus dilakukan dengan membatasi makanan secara berlebihan atau membuat anak merasa bersalah ketika mengonsumsi makanan tertentu.

Orangtua dapat membantu anak mengenal beragam jenis makanan dan memahami bahwa tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk tumbuh serta beraktivitas. 

Fokusnya bukan pada membuat anak memiliki tubuh kurus, melainkan membantu mereka memahami pentingnya makanan yang seimbang untuk mendukung kesehatan.

Selain itu, orangtua juga dapat memberikan contoh melalui kebiasaan makan sehari-hari. Anak akan lebih mudah belajar ketika melihat orangtuanya menikmati makanan dengan seimbang tanpa terus-menerus memberikan komentar negatif terhadap bentuk tubuh atau berat badan.

Dengan begitu, anak dapat tumbuh dengan pemahaman bahwa makanan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Mereka juga dapat belajar menghargai tubuhnya tanpa merasa harus memenuhi standar bentuk tubuh tertentu.


5. Hindari komentar negatif tentang tubuh dan makanan di depan anak

Freepik

Salah satu hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah dampak budaya diet adalah lebih berhati-hati ketika berbicara mengenai tubuh dan makanan. 

Komentar sederhana seperti merasa “terlalu gemuk”, harus mengurangi makan agar kurus, atau menganggap makanan tertentu sebagai sesuatu yang ‘jahat’ dapat ditiru oleh anak.

Orangtua juga perlu menghindari menjadikan berat badan sebagai ukuran keberhasilan atau kesehatan anak. Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda, sehingga kebutuhan nutrisi dan kondisi tubuhnya pun tidak selalu sama.

Daripada berfokus pada angka di timbangan atau bentuk tubuh, orangtua dapat mengarahkan perhatian anak pada hal-hal yang lebih positif, seperti memiliki energi untuk bermain, tubuh yang kuat, tidur yang cukup, serta mengonsumsi makanan beragam dan bergizi.

Dengan membangun lingkungan yang positif terhadap makanan dan tubuh, anak dapat belajar menerima dirinya sendiri sekaligus memiliki kebiasaan makan yang lebih sehat tanpa tekanan untuk menjadi kurus.

Itu dia informasi mengenai almond mom atau almond parenting. Yuk, bantu anak membangun hubungan yang sehat dengan makanan sekaligus belajar mencintai dan menghargai tubuhnya sejak dini. 

Editorial Team

Related Article