Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Prank Tarik Kursi Bisa Sebabkan Cedera Tulang Belakang Fatal, Ini Penjelasan Dokter

Prank Tarik Kursi Bisa Sebabkan Cedera Tulang Belakang Fatal, Ini Penjelasan Dokter
Magnific
  • Kasus Cipa, siswi 17 tahun asal Pariaman yang meninggal akibat cedera tulang belakang setelah kursinya ditarik, menyoroti bahaya prank tersebut.
  • Saat kursi ditarik mendadak, tubuh jatuh cepat dan benturan di panggul meneruskan gaya besar ke tulang belakang serta sumsum saraf.
  • Studi yang dikutip dr. Adam menunjukkan benturan dapat memicu patah tulang belakang, herniasi diskus, kelumpuhan, hingga gangguan kontrol buang air yang permanen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mama tentu sudah tak asing dengan bercandaan anak-anak menarik kursi temannya yang hendak duduk, lalu membuat temannya tersebut terjatuh.

Candaan yang satu ini mungkin terlihat lucu dan mengundang tawa. Tapi di balik tawa yang sering disepelekan, ada bahaya mengerikan yang mengintai, Ma.

Kasus Cipa, siswi 17 tahun asal Pariaman yang meninggal dunia akibat cedera tulang belakang karena kursinya ditarik teman, menjadi bukti nyata bahwa prank ini bukan sekadar lelucon.

Melalui unggahannya, dr. Adam Prabata, yang rutin berbagi edukasi kesehatan di Instagram, turut angkat bicara mengenai kasus ini.

Ia memaparkan penjelasan ilmiah mengapa tarik kursi bisa berakibat fatal. Bersumber dari studi berjudul "Impact Forces Following the Unexpected Removal of a Chair While Sitting".

Untuk menjadi peringatan bersama, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan selengkapnya menurut dokter.

  1. 1. Ini yang terjadi ketika terjatuh dari kursi

    sakit bagian belakang
    Magnific/8photo

    Tujuan anak melakukan tarik kursi pada temannya mungkin memang sebatas candaan, agar temannya itu terjatuh ke lantai alih-alih ke tempat duduknya.

    Namun nyatanya, saat seseorang hendak duduk dan kursinya tiba-tiba ditarik, tubuh akan jatuh dengan kecepatan tinggi dalam jarak yang sangat pendek.

    Nah, benturan terbesar terjadi di area panggul, lalu gaya benturan tersebut diteruskan ke tulang belakang yang menjadi sangat krusial karena terdapat sumsum tulang belakang.

    Mengapa ini menjadi sangat krusial? Lantaran, sumsum tulang belakang ini menjadi jalur utama komunikasi saraf antara otak dan seluruh tubuh.

    Kalau terjadi gangguan di area ini, bisa menimbulkan berbagai keluhan saraf, mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga kelumpuhan total.

  2. 2. Penjelasan dokter berdasarkan sumber ilmiah yang ada

    dr. adam
    Instagram.com/adamprabata

    Melalui unggahannya, dr. Adam mengutip studi ilmiah yang mensimulasikan kejadian ini.

    Hasilnya sungguh bikin ngilu, Ma. Gaya benturan yang terukur cukup tinggi saat tubuh dalam posisi tegak. Angka nya bisa jauh melampaui ambang batas toleransi cedera tulang belakang.

    Para peneliti menyimpulkan bahwa gaya benturan ini cukup kuat untuk menyebabkan patah tulang belakang, herniasi diskus, hingga cedera ligamen interspinosus.

    Bayangkan, Ma, benturan keras itu menghantam tubuh dalam sekejap hanya karena candaan tarik kursi. Pasti ngilu banget, kan?

    Inilah mengapa dr. Adam menegaskan bahwa prank tersebut bukan sekadar lelucon biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak kita.

  3. 3. Dampak serius yang mungkin dialami

    dokter hasil rontgen
    Magnific/DC Studio

    Cedera tulang belakang akibat jatuh dari kursi yang ditarik bukanlah luka ringan.

    Dari penjelasan dr. Adam, gangguan pada sumsum tulang belakang ini bisa menimbulkan berbagai keluhan saraf, mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga kelumpuhan.

    Yang lebih mengkhawatirkan, dampak ini bisa bersifat permanen. Kelumpuhan bawah, kehilangan kontrol buang air kecil dan besar, hingga gangguan fungsi organ vital lainnya dapat menghantui korban seumur hidupnya.

    Bagi anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan, risiko cedera tulang belakang bahkan lebih tinggi.

    Struktur tulang mereka belum sepenuhnya matang, sehingga benturan dengan kekuatan besar bisa menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah dan sulit dipulihkan.

    Semua itu berawal dari satu candaan yang tampaknya sepele, yang perlu kita hentikan mulai dari anak kita, Ma.

    Agar tak ada lagi korban yang mengalami cedera fatal akibat candaan tarik kursi, yuk, sama-sama ajarkan pada anak untuk lebih bijak dalam bercanda, terutama di lingkungan bermainnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More