Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia Parent-Child Goals! Sabar Dulu, Bertindak Kemudian
Pinterest.com/focusonthefamily
  • Orangtua dianjurkan merespons perilaku anak dengan tenang, karena anak sedang mengeksplorasi emosi dan meniru cara orangtua mengelola perasaan.
  • Fokus pengasuhan diarahkan pada kontrol respons diri serta mengenali pemicu emosi, seperti lelah, stres kerja, atau luka masa lalu, sebelum bereaksi.
  • Ketenangan yang konsisten menciptakan ruang aman agar anak berani terbuka, mengakui kesalahan, dan berkembang dengan kepercayaan diri serta kesehatan emosional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama Papa pernah gak sih bingung dengan pola asuh yang sudah diterapkan ternyata masih saja membutuhkan pembaharuan? Misalnya ketika si Kecil mulai membalas balik omongan Mama Papa, bertengkar dengan saudaranya, atau malas ketika harus membereskan barangnya. Terkadang hal tersebut memicu amarah, ya, Ma, Pa.

Sebenarnya deretan aksi si Kecil merupakan cara alami mereka untuk mengeksplorasi dunia dan mengekspresikan emosi. Kunci utamanya bukan merubah anak secara instan, melainkan bagaimana cara kita memberikan respons yang jauh lebih tenang dan dewasa. Misalnya merespons dengan kepala dingin.

Gaya pengasuhan yang santai namun terarah ini terbukti mampu membangun modal emosional yang kuat buat si Kecil dan hubungan antara orangtua dan anak justru akan makin lekat dan terhindar dari toxic cycle

Yuk Mama Papa perhatikan rahasia parent-child goals sabar dulu, bertindak kemudian di Popmama.com. Agar hubungan Mama Papa dengan si Kecil semakin mengkuat.

1. Menjadi Role Model

Pinterest.com/MinnesotaParent

Saat mampu merespons drama si Kecil tanpa ledakan emosi, Mama maupun Papa sedang memberi contoh secara langsung tentang cara mengelola perasaan dengan baik dan sehat. Anak-anak adalah peniru yang sangat pintar dan belajar secara langsung dari setiap respons yang si Kecil lihat setiap hari.

Kemampuan mengatur emosi ini akan menjadi bekal saat mereka tumbuh dewasa dan berinteraksi di lingkungan sosial. Jadi, saat Mama Papa memilih tenang, sebenarnya Mama dan Papa sedang membekali mereka dengan keterampilan hidup yang paling penting.


2. Fokus mengontrol diri

Pinterest.com/nurturingtomorrow

Perilaku si Kecil memang sering kali di luar kendali kita. Jika Mama Papa memaksakan keadaan, hal itu justru membuat orangtua semakin stres. Satu-satunya hal bisa dilakukan dan berada di bawah kendali adalah reaksi dan respons Mama Papa sendiri saat situasi memanas.

Mengarahkan energi untuk mengontrol diri sendiri justru lebih membantu menahan emosi kepada si Kecil. Cara ini terbukti ampuh menjaga suasana rumah tetap kondusif dan bebas dari drama berkepanjangan.

3. Aware dengan emosi diri

Pinterest.com/Simplyrootedfamily

Rasa ingin marah ke anak sering kali terjadi bukan karena tindakan mereka, tapi karena Mama Papa sedang lelah, karena stres kerjaan, atau punya luka masa lalu. Memahami pemicu emosi diri sendiri adalah langkah krusial agar emosi tidak salah sasaran ke anak.

Aware dengan emosi dan trigger pribadi, Mama Papa bisa mengambil jeda sejenak untuk berhenti sebelum merespons. Misalnya menggunakan 3 second gap. Hasilnya, respons yang diberikan bakal jauh lebih bijak dan objektif tanpa menyakiti perasaan si Kecil.

4. Ketenangan sebagai investasi

Pinterest.com/TFMama

Dalam setiap momen sengit, orangtua selalu punya opsi untuk memilih merespons dengan amarah atau ketenangan. Memilih untuk tetap santai dan tenang adalah kemenangan besar buat kesehatan mental dan hubungan jangka panjang yang baik antara orangtua dan anak.

Langkah ini mungkin terasa sepele di awal, tapi dampaknya luar biasa untuk membangun ikatan batin yang kokoh. Ikatan yang kuat inilah yang membuat si Kecil merasa selalu aman untuk pulang dan terbuka pada Mama Papa

5. Self Control perlu konsisten

Pinterest.com/donnas92

Orangtua tidak harus sempurna, kok, Ma, Pa. Karena merasakan emosi saat si Kecil tantrum adalah hal manusiawi dan itu sangat wajar. Hal yang terpenting adalah konsisten untuk berusaha tetap tenang lebih sering dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Saat anak melihat bahwa orangtuanya sedang berusaha mengendalikan emosi dengan tenang, mereka belajar bahwa mengelola perasaan adalah sebuah proses belajar. Ini memberikan pemahaman nyata bahwa emosi negatif itu wajar, asalkan dikelola dengan cara yang tepat.

6. Menciptakan Safe Space

Pinterest.com/idionnevanzyl

Ketenangan yang orangtua tampilkan bukan sekadar kata-kata, tapi suasana lingkungan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh si Kecil. Di dalam lingkungan yang aman, anak tidak akan ragu mengakui kesalahan tanpa takut dihakimi secara berlebihan.

Rasa aman ini membuat proses tumbuh kembang mereka berjalan jauh lebih optimal dan minim trauma. si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan memiliki kesehatan emosional yang teruji.

7. Parenting perlu perlahan

Pinterest.com/tonelliinsurancegroup

Menjaga kepala tetap dingin saat mengasuh anak memang memerlukan konsistensi dan tidak bisa terwujud dalam sekejap. Jangan terlalu keras pada diri sendiri kalau sesekali Mama atau Papa hilang kendali atau merasa gagal menjaga emosi.

Apresiasi setiap progres kecil yang berhasil dicapai dalam mengelola emosi sehari-hari. Fokus pada konsistensi masa depan jauh lebih bermakna ketimbang terus meratapi ketidaksempurnaan di masa lalu.

Mengasuh anak dengan kepala dingin adalah bentuk kasih sayang paling nyata yang bisa diberikan setiap hari. Dengan berfokus pada respons diri sendiri, orangtua bisa menciptakan ruang tumbuh yang jauh lebih hangat dan menyenangkan di rumah. 

Itu dia rahasia parent-child goals! sabar dulu, bertindak kemudian. Ingatlah bahwa anak tidak membutuhkan orangtua yang sempurna, melainkan orangtua yang mau terus belajar dan hadir secara utuh. Semoga langkah kecil ini bisa bikin perjalanan parenting Mama dan Papa terasa lebih seru dan bermakna!

Curated For You

Editorial Team

Related Article