Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia
Perkenalkan saya adalah seorang anak Papua yang tinggal di ujung pelosok negeri. Nama saya Juin Kalolik, biasa disapa Juin. Saya menulis surat ini bukan karena ingin mengeluh, tetapi karena saya memiliki mimpi yang ingin didengar. Saya percaya Bapak mencintai seluruh anak Indonesia, termasuk kami yang tinggal jauh dari kota.
Setiap pagi, saya berangkat ke sekolah dengan semangat. Jalan yang saya lalui tidak selalu mudah. Kadang saya harus berjalan kaki, melewati jalan berlumpur, menyeberangi sungai, bahkan mendaki bukit tanpa memakai alas kaki. Namun, semua itu tidak pernah membuat saya berhenti bermimpi.
Bapak Presiden,
Saya mendengar cerita bahwa ada program pemerintah yang memberikan papan digital untuk dipakai belajar di sekolah. Saya membayangkan betapa menyenangkannya belajar dengan melihat gambar, video dan pelajaran yang bisa ditampilkan di depan kelas. Jika sekolah kami juga punya, pasti kami semakin bersemangat datang ke sekolah.
Di sekolah kami, fasilitas belajar masih sangat terbatas. Karena itu melalui surat ini saya ingin menyampaikan sebuah harapan. Kami, anak-anak Papua di pelosok negeri, khususnya di sekolah kami SD INPRES IBELE, juga ingin merasakan kesempatan belajar menggunakan papan digital seperti teman-teman di daerah lain.
Kami tidak ingin tertinggal. Kami ingin belajar lebih banyak mengenal teknologi. Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya berharap memiliki kesempatan yang sama seperti teman-teman kami di daerah lain.
Terimakasih, Bapak Presiden telah meluangkan waktu membaca surat sederhana ini. Mungkin sangat sulit bahkan mustahil untuk kita bisa bertemu. Dari tempat yang jauh ini saya mendoakan Bapak, semoga Bapak selalu diberi kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin negeri ini. Semoga suara kecil dari ujung timur negeri ini dapat menjadi bagian dari harapan untuk masa depan.
Hormat saya,
Seorang anak Papua
dari ujung pelosok negeri
Viral! Siswa SD Asal Papua Tulis Surat untuk Presiden Prabowo

- Juin Kalolik, siswa SD INPRES IBELE di pelosok Papua, viral setelah surat tulis tangannya kepada Presiden Prabowo diunggah akun TikTok @24pasalu.
- Juin menceritakan perjuangan dirinya dan teman-teman berjalan tanpa alas kaki, melewati lumpur, sungai, serta bukit demi bersekolah, sambil tetap mempertahankan semangat belajar.
- Melalui suratnya, Juin meminta kesempatan pendidikan setara, termasuk papan digital di sekolah, agar anak-anak Papua dapat mengenal teknologi dan tidak tertinggal.
Juin Kalolik seorang siswa SD asal Papua saat ini viral. Hal ini usai akun tiktok @24pasalu mengunggah bagaimana Juin menulis surat sederhana untuk presiden Prabowo.
Surat inj ditulis tangan langsung oleh Juin Kalolik, murid dari SD INPRES IBELE di wilayah pelosok Papua. Dalam tulisan surat sederhana itu, Juin menyampaikan pesan jujur sekaligus menyentuh hati mengenai beratnya perjuangan menuntut ilmu di daerah terpencil.
Penasaran bagaimana isi surat sederhana yang ditulis Juin untuk presiden Prabowo? Berikut informasi yang sudah Popmama.com rangkum untuk Mama.
Table of Content
Suara Jujur Juin Kalolik dari SD INPRES IBELE Papua

Tiktok.com/24pasalu Surat yang viral di jagat maya ini ditulis langsung oleh Juin Kalolik, seorang murid dari SD INPRES IBELE di wilayah pelosok Papua.
Dalam pembuka pesan sederhananya, Juin dengan tulus menekankan bahwa coretan tangannya tersebut hadir bukan karena ingij mengeluh atau meratapi keadaan yang dialaminya.
Sebaliknya, surat sederhana itu dibuat murni sebagai ungkapan untuk menyuarakan mimpi dan harapan anak-anak pedalaman yang tinggal jauh dari pusat kota. Khususnya di pelosok Papua.
Juin memberanikan diri menyampaikan isi hatinya karena ia percaya penuh bahwa Presiden mencintai seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di ujung timur negeri.
Berjalan Tanpa Alas Kaki Menuju Sekolah

Tiktok.com/24pasalu Di dalam suratnya, Juin menceritakan realita perjuangan yang harus ia tempuh setiap pagi bersama teman-temannya demi menuntut ilmu ke sekolah.
Tanpa mengenakan alas kaki, murid SD ini harus menyusuri jalanan berlumpur, menyeberangi aliran sungai, hingga mendaki perbukitan yang terjal untuk sampai di sekolah.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana dan rintangan alam yang begitu berat di daerah pelosok, semangat belajar Juin dan teman-temannya tidak pernah padam. Medan yang sulit tersebut tak sedikit pun menyurutkan langkah serta optimismenya dalam mengejar cita-cita.
Menginginkan Akses Pendidikan yang Sama

Tiktok.com/24pasalu Poin inti permohonan Juin berada pada keinginannya pada pemerataan akses teknologi pendidikan. Ia membayangkan betapa menyenangkannya proses belajar jika sekolahnya dilengkapi fasilitas papan digital untuk menampilkan gambar dan video pembelajaran.
Di dalam suratnya, Juin menegaskan bahwa anak-anak di pelosok Papua tidak meminta kemewahan. Mereka hanya mendambakan kesempatan yang sama seperti pelajar di kota-kota besar agar tidak tertinggal dalam mengenal teknologi.
Ia menutup pesannya dengan doa tulus agar Presiden senantiasa diberi kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin bangsa.
Isi suraf yang ditulis oleh Juin Kalolik:


















