Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Keracunan, Ini 4 Tanda Makanan Basi yang Wajib Diajarkan ke Anak
Popmama.com/Novy Agrina/AI
  • Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, termasuk kondisi serius yang dialami Febiola, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kelayakan makanan.
  • Orangtua perlu mengajarkan anak mengenali makanan basi melalui bau tidak biasa, perubahan warna, bercak, atau jamur sebelum makanan dikonsumsi.
  • Anak juga perlu waspada pada tekstur lembek, berlendir, atau lengket serta rasa pahit, asam, atau aneh; mereka diminta berhenti makan dan melapor kepada orang dewasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyita perhatian publik.

Terbaru, netizen menyoroti kasus yang terjadi pada ratusan siswa di Kabupaten Karo, salah satunya Febiola yang mengalami hilang ingatan 70 persen setelah menyantap menu MBG.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang diberitakan, Febiola mengalami kondisi yang serius karena dugaan kontaminasi bakteri dan racun pada makanan yang ia konsumsi.

Kejadian ini tentu menjadi alarm bagi para orangtua untuk lebih waspada. Anak-anak sering kali belum memiliki kemampuan untuk mengenali apakah makanan yang mereka santap masih layak atau sudah basi.

Padahal, kemampuan ini sangat krusial untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, orangtua perlu membekali anak dengan pengetahuan dasar mengenai ciri-ciri makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Berikut Popmama.com rangkumkan 4 cara ajarkan anak mengenali makanan basi.

1. Kenali perubahan bau

Magnific

Langkah pertama yang paling mudah adalah mengajarkan anak untuk memerhatikan bau makanan sebelum menyantapnya.

Mama bisa mengajak anak mengenali aroma yang tidak biasa, seperti bau asam, tengik, atau menyengat.

Nah, kalau bau yang aneh dari biasanya inilah bisa jadi tanda paling jelas bahwa makanan sudah mulai rusak atau terkontaminasi bakteri.

Jika anak mencium aroma aneh, segera minta mereka untuk tidak memakannya dan melapor ke orang dewasa yang ada di sekitarnya.

2. Perhatikan perubahan warna

Magnific/rawpixel.com

Selanjutnya adalah ajarkan anak untuk selalu melihat tampilan makanan yang ada di hadapannya.

Warna makanan yang berubah, muncul bercak-bercak aneh, atau adanya jamur adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Perubahan warna ini sering kali menjadi indikasi pertumbuhan mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Kalau ada tanda seperti ini, minta anak untuk segera menyingkirkan makanan yang memiliki penampilan berbeda dari biasanya ya, Ma.

3. Cek perubahan tekstur

Magnific

Cara ketiga ajarkan anak mengenali makanan basi adalah pada perubahan tekstur makanan yang mencurigakan.

Tekstur makanan yang menjadi lebih lembek, berlendir, atau lengket di permukaan adalah tanda bahwa makanan sudah tidak segar.

Anak perlu memahami bahwa makanan yang berlendir biasanya sudah ditumbuhi bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan sakit perut.

Jika teksturnya sudah tidak seperti biasanya, Mama bisa meminta anak untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut.

4. Waspada perubahan rasa

Magnific/pvproductions

Terakhir, ajarkan anak untuk lebih peka terhadap rasa makanan yang mereka cicipi. Jika makanan terasa pahit, asam, atau aneh di lidah, segera minta mereka untuk berhenti mengunyah.

Rasa yang aneh ini juga menjadi kualitas makanan sudah sangat menurun dan tidak layak untuk dimakan, Ma. Bekali anak dengan keberanian untuk menolak makanan yang rasanya tidak enak demi keamanan mereka.

Dengan mengajarkan anak tanda mengenali makanan basi di atas, ini tentu menjadi investasi kesehatan bagi masa depan mereka.

Selain itu, kemampuan mengenai tanda makanan basi juga bukan hanya berguna saat anak menerima makanan di sekolah saja, Ma, tapi juga di mana pun mereka berada.

Dengan bekal pengetahuan ini, anak bisa lebih waspada dan mandiri dalam menjaga kesehatan serta keselamatan dirinya agar terhindar dari risiko keracunan makanan.

Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa Mama ajarkan pada anak-anak di rumah, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article