Sekarang ini marak anak-anak yang ter-influence media sosial untuk membeli parfum viral.
Kebanyakan anak-anak yang didominasi Gen Alpha ini rela mengantre berjam-jam di mal atau memborong parfum di marketplace hanya karena melihat ulasan dari kreator favorit mereka.
Parfum yang tadinya produk orang dewasa, kini jadi incaran anak-anak usia SD hingga remaja. Fenomena ini adalah versi lokal dari tren global "Sephora Kids".
Bedanya, kalau di luar negeri anak-anak terobsesi dengan skincare dan riasan mahal, di Indonesia justru parfum yang menjadi primadona.
Nilai industri parfum lokal bahkan melonjak 52% dalam setahun, mencapai Rp6,1 triliun. Parfum kini bukan sekadar wewangian, tapi simbol identitas dan gengsi di kalangan anak-anak.
Tapi, di balik popularitasnya, ada kekhawatiran besar yang perlu Mama ketahui. Mulai dari paparan bahan kimia pada kulit anak yang masih sensitif, hingga sulitnya mengetahui komposisi produk karena aturan label yang longgar.
Yuk, kita bahas lebih dalam agar Mama bisa lebih waspada dan bijak mendampingi anak. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel Popmama.com berikut ini.
