Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Bahaya Tren “Sephora Kids”, saat Anak Mulai Obsesi Skincare Dewasa

7 Bahaya Tren “Sephora Kids”, saat Anak Mulai Obsesi Skincare Dewasa
Pexels/kampusproduction
Intinya Sih
  • Tren 'Sephora Kids' membuat anak-anak tertarik memakai skincare dewasa karena pengaruh media sosial, padahal kulit mereka masih sensitif dan mudah iritasi terhadap bahan aktif kuat seperti retinol atau acid.
  • Dokter kulit memperingatkan bahwa penggunaan skincare anti-aging dan produk berlapis bisa merusak skin barrier, memicu alergi, serta menimbulkan masalah kulit serius pada anak yang belum membutuhkan perawatan tersebut.
  • Fenomena ini juga berdampak pada mental anak, menumbuhkan tekanan sosial dan obsesi tampil sempurna, sementara sebenarnya cukup dengan pembersih lembut, pelembap ringan, dan sunscreen sesuai usia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Belakangan ini, muncul tren yang disebut “Sephora Kids”, yaitu fenomena ketika anak-anak hingga pra-remaja (tweens) mulai tertarik membeli produk skincare dan makeup yang sebenarnya ditujukan untuk orang dewasa.

Bukan cuma lip balm atau sunscreen, banyak anak kini penasaran mencoba serum mahal, masker wajah, face mist, toner, hingga produk anti-aging seperti retinol karena viral di media sosial. Tidak sedikit juga yang menjadikan skincare sebagai bagian dari tren pertemanan atau simbol “keren”.

Di satu sisi, mengenalkan kebiasaan merawat diri sejak dini memang bisa jadi hal positif. Namun para dokter kulit mengingatkan bahwa penggunaan skincare yang tidak sesuai usia justru bisa berisiko untuk kulit anak yang masih berkembang.

Lalu, apa saja dampak yang perlu diwaspadai orangtua? Berikut Popmama.com rangkum 7 bahaya tren Sephora Kids yang penting dipahami mama dan papa.

1. Kulit anak lebih mudah iritasi karena masih sangat sensitif

Kulit anak berbeda dengan kulit orang dewasa.

Lapisan pelindung kulit mereka masih lebih tipis dan sensitif, sehingga lebih mudah mengalami kemerahan, perih, gatal, atau iritasi saat terkena bahan aktif yang terlalu kuat.

Dilansir dari Journal of Drugs in Dermatology, masalahnya banyak produk skincare viral yang sedang digemari anak-anak mengandung bahan seperti parfum, eksfoliating acid (asam pengangkat sel kulit mati), atau retinol yang sebenarnya dirancang untuk kulit dewasa.

Akibatnya, bukannya kulit makin sehat, anak justru bisa mengalami reaksi tidak nyaman bahkan sensasi terbakar di wajah.

2. Retinol dan skincare anti-aging sebenarnya belum dibutuhkan anak

empat orang anak sedang saling merias wajah
Pexels/kampusproduction

Dilansir dari edition.cnn.com salah satu kekhawatiran terbesar dokter kulit adalah meningkatnya penggunaan retinol di kalangan anak dan pra-remaja.

Retinol merupakan turunan vitamin A yang biasa dipakai untuk membantu mengurangi tanda penuaan seperti garis halus atau kerutan pada kulit dewasa.

Padahal, anak-anak belum membutuhkan fungsi tersebut.

Kulit anak memiliki regenerasi sel yang jauh lebih cepat dibanding orang dewasa. Artinya, bahan aktif kuat seperti retinol atau acid exfoliant justru bisa terlalu keras dan berpotensi merusak keseimbangan alami kulit mereka.

Kalau anak mulai muncul jerawat, sebaiknya fokus pada perawatan dasar atau konsultasi ke dokter, bukan langsung memakai serum anti-aging yang sedang viral.

3. Bisa merusak skin barrier atau pelindung alami kulit

seorang anak sedang dirias wajahnya
Pexels/anastasiashuraeva

Terlalu banyak mencoba skincare tanpa memahami fungsi produk juga bisa merusak skin barrier, yaitu lapisan pelindung alami kulit.

Ketika skin barrier terganggu, kulit anak jadi lebih rentan mengalami:

  • kemerahan,
  • kulit mengelupas,
  • rasa perih,
  • gatal,
  • hingga lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Dokter kulit bahkan mulai melihat lebih banyak kasus anak datang dengan ruam dan kulit yang “kelelahan” akibat terlalu sering mencoba berbagai produk skincare yang tidak sesuai usia.

4. Anak bisa mengalami reaksi alergi tanpa disadari

seorang anak perempuan sedang mengenakan lipstick
Pexels/abhijithts

Tidak semua bahan skincare aman untuk kulit anak.

Beberapa anak mungkin memiliki sensitivitas tertentu terhadap kandungan parfum, alkohol, bahan pengawet, atau zat aktif dalam skincare dewasa.

Akibatnya, bisa muncul keluhan seperti kulit terasa panas, bentol, ruam merah, hingga gatal berlebihan.

Yang sering terjadi, anak mencoba produk karena ikut tren atau rekomendasi influencer tanpa benar-benar memahami isi kandungannya.

Padahal, apa yang cocok di kulit orang lain belum tentu aman untuk kulit anak.

5. Anak bisa mulai merasa “harus tampil sempurna”

seorang anak sedang dirias wajah
Pexels/kampusproduction

Dilansir dari bbc.com, dampak tren Sephora Kids ternyata bukan hanya soal kulit, tapi juga kesehatan emosional anak.

Usia pra-remaja adalah masa ketika anak mulai lebih sadar dengan penampilan dan mulai membentuk rasa percaya dirinya.

Ketika media sosial terus memperlihatkan kulit mulus, rutinitas skincare panjang, dan standar kecantikan tertentu, anak bisa mulai merasa bahwa wajah mereka “kurang bagus” atau harus selalu sempurna.

Hal ini berisiko membuat anak terlalu fokus pada penampilan sejak dini dan menjadi lebih mudah tidak percaya diri terhadap perubahan tubuh normal yang terjadi saat tumbuh besar.

6. Skincare menjadi simbol sosial

empat orang anak sedang mengambil selfie
Pexels/kampusproduction

Bagi sebagian anak, punya skincare viral atau merek mahal mulai dianggap sebagai bagian dari status sosial.

Ada anak yang ingin membeli produk tertentu bukan karena butuh, melainkan karena teman-temannya punya atau karena sedang ramai di TikTok dan Instagram.

Tanpa disadari, ini bisa memicu peer pressure atau tekanan sosial.

Anak mungkin merasa takut tertinggal, minder, atau ingin ikut tren hanya agar diterima di lingkungan pertemanan.

7. Anak bisa lupa bahwa skincare sederhana sebenarnya sudah cukup

seorang anak sedang dirias wajahnya
Pexels/anastasiashuraeva

Para ahli kulit justru menekankan bahwa anak-anak dan pra-remaja biasanya tidak membutuhkan rutinitas skincare berlapis-lapis.

Untuk kebanyakan anak, tiga hal sederhana sebenarnya sudah cukup:

  • pembersih wajah yang lembut,
  • pelembap sesuai jenis kulit,
  • dan sunscreen.

Produk tambahan biasanya hanya dibutuhkan untuk kondisi tertentu, misalnya kulit sangat berminyak atau jerawat, itupun idealnya dengan pendampingan dokter.

Karena itu, penting bagi orangtua membantu anak memahami bahwa merawat diri tidak harus mahal atau mengikuti tren viral.

Nah Ma, tren Sephora Kids memang menunjukkan bahwa anak-anak sekarang semakin peduli dengan kebersihan dan kesehatan kulitnya. Itu tentu bukan hal buruk. Namun, yang perlu diingat adalah tidak semua produk dewasa cocok untuk kulit anak. Dibanding ikut-ikutan tren, akan lebih baik jika anak diajarkan memahami kebutuhan kulitnya sejak dini dan merawatnya dengan cara yang sederhana, aman, dan sesuai usia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More