Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Viral! Siswi SMA Jadi Korban Pelecehan di Angkot

Viral! Siswi SMA Jadi Korban Pelecehan di Angkot
Magnific/8photo
Intinya Sih
  • Kasus pelecehan di transportasi umum menjadi pengingat bagi orangtua untuk lebih memperhatikan keselamatan anak saat bepergian sendiri.

  • Bekali anak dengan langkah-langkah menjaga keselamatan diri, mulai dari membagikan live location, mengenali rute perjalanan, hingga berani meminta pertolongan.

  • Membangun komunikasi yang terbuka di rumah dapat membantu anak lebih percaya diri melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengancam keselamatannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rasa khawatir saat anak mulai bepergian sendiri menggunakan transportasi umum, mungkin sering dirasakan para Mama.

Belum lama ini, kekhawatiran tersebut kembali menjadi sorotan setelah seorang siswi SMA berusia 16 tahun asal Pamekasan diduga menjadi korban pelecehan seksual saat berada di dalam angkutan umum.

Dalam situasi tersebut, korban berusaha tetap tenang dan diam-diam merekam dugaan tindakan pelaku sebagai bukti. Rekaman itu kemudian membantu proses pelaporan kepada pihak kepolisian Ma.

Berikut Popmama.com telah merangkum kronologi kejadian sekaligus beberapa hal yang dapat Mama dan Papa ajarkan kepada anak agar lebih siap menjaga keselamatan dirinya saat bepergian sendiri.

Sempat Dilarang Turun dan Dibawa Berputar oleh Pelaku

Ilustrasi angkutan umum transportasi
Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Peristiwa ini bermula ketika korban hendak pulang dari sekolah menggunakan angkutan umum Ma.

Mengutip Kompas.com, korban meminta sopir menghentikan kendaraan saat sudah berada di dekat rumahnya. Namun, permintaan tersebut diduga diabaikan.

Alih-alih berhenti, kendaraan justru terus melaju menuju wilayah Kabupaten Sampang. Dalam perjalanan tersebut, korban diduga mengalami pelecehan seksual serta mendapat ancaman dari pelaku.

Aksi Korban Merekam Bukti Pelaku

Di tengah situasi tersebut, korban berinisiatif menggunakan telepon genggamnya untuk merekam dugaan tindakan pelaku secara diam-diam.

Rekaman itu kemudian dikirimkan kepada anggota keluarga sebagai bentuk permintaan pertolongan Ma.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sampang.

Berdasarkan laporan yang beredar, polisi kemudian mengamankan terduga pelaku berinisial R yang berusia 44 tahun dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Pentingnya Bekali Anak Keselamatan Diri

Mama dan Papa sedang mengobrol dengan anak di meja makan
Pexels/Julia M Cameron

Kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa selain mengawasi anak, Mama juga perlu membekali ia dengan keterampilan menjaga keselamatan diri saat menggunakan transportasi umum.

UN Women melalui program Safe Cities and Safe Public Spaces menekankan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kekerasan seksual Ma.

Mama dan Papa dapat mengajarkan beberapa langkah sederhana kepada anak, seperti:

  • Bagikan live location kepada orangtua atau orang yang dipercaya selama perjalanan.
  • Perhatikan rute perjalanan dan segera bertanya jika kendaraan keluar dari jalur yang seharusnya.
  • Gunakan ponsel untuk meminta bantuan, baik dengan menghubungi keluarga maupun layanan darurat jika merasa tidak aman.
  • Jangan ragu mencari pertolongan kepada penumpang lain atau berteriak jika berada dalam situasi yang membahayakan.

Yang tidak kalah penting, bangun komunikasi yang terbuka dengan anak sejak awal Ma.

Pastikan mereka tahu bahwa Mama dan Papa akan selalu mendengarkan tanpa menyalahkan jika suatu saat mengalami situasi yang membuatnya merasa tidak aman dan tidak menyenangkan ya Ma.

Apakah Mama punya aturan khusus untuk anak saat ia mulai mandiri bepergian sendiri?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More