Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Manfaat Ajak Anak Belajar Diplomasi, Latih Percaya Diri!

5 Manfaat Ajak Anak Belajar Diplomasi, Latih Percaya Diri!
Dok. AYIMUN BSD Chapter
Share Article

Melihat anak sering ragu saat menyampaikan pendapat atau merasa gugup saat berbicara di depan umum, tentu membuat Mama ingin mencari cara terbaik untuk membantunya ya. 

Ternyata ada salah satu metode yang efektif dan seru untuk dicoba, yaitu mengenalkan anak pada dunia diplomasi Ma. 
Melalui simulasi berdiskusi dan bernegosiasi, anak diajak untuk mengutarakan pandangannya secara terstruktur sekaligus menghargai pendapat orang lain. 

Tak cuma bikin anak makin pede, belajar diplomasi juga memberikan banyak dampak positif bagi tumbuh kembangnya lho Ma. 

Sudah Popmama.com rangkum 5 manfaat belajar diplomasi untuk anak. Dicatat ya Ma!

1. Melatih keberanian public speaking

270 pelajar dari 165 sekolah se-Indonesia
Dok. AYIMUN BSD Chapter

Mama, tantangan terbesar kebanyakan anak saat berbicara di depan publik adalah rasa cemas, gugup, atau takut salah. 

Nah, lewat kegiatan belajar diplomasi, anak akan dilatih secara bertahap untuk menyampaikan gagasannya secara terstruktur di hadapan orang banyak.

Anak tidak sekadar diajar untuk “berani bicara” saja Ma. Belajar diplomasi juga mengajak anak untuk menyusun jalan pikirannya agar pesan yang disampaikan terdengar tenang dan santun lho.

Ketika anak terbiasa menyampaikan pendapatnya dalam forum diskusi seperti simulasi PBB, rasa percaya dirinya akan tumbuh secara alami. 

Keterampilan public speaking yang matang ini tentu akan menjadi modal berharga bagi anak, baik saat presentasi di kelas maupun di dunia kerja kelak Ma.

2. Mengasah critical thinking terhadap isu dunia

270 pelajar dari 165 sekolah se-Indonesia
Dok. AYIMUN BSD Chapter

Saat ini gempuran informasi digital menjadi salah satu kecemasan terbesar orangtua ya Ma. Apalagi ketika  melihat anak gampang menelan mentah-mentah berita hoax atau tren di media sosial tanpa disaring terlebih dahulu.

Ketika belajar diplomasi, anak diajak untuk melatih kemampuan critical thinking atau berpikir kritis lho Ma. 

Karena sebelum mengutarakan pendapat, anak akan dibiasakan untuk melakukan riset, membedakan fakta dan opini, serta menganalisis suatu permasalahan isu dunia secara mendalam.

Proses analisis ini akan melatih otak anak agar terbiasa berpikir logis, bijak, dan tidak mudah terprovokasi Ma. 

Anak Mama akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas berliterasi dan pandai menemukan solusi di tengah situasi rumit.

3. Mengajarkan sikap menghargai perbedaan

270 pelajar dari 165 sekolah se-Indonesia
Dok. AYIMUN BSD Chapter

Pernahkah Mama merasa khawatir saat anak sulit menerima kekalahan akibat pendapatnya disanggah oleh temannya?

Nah, lewat belajar diplomasi, anak akan diperkenalkan pada toleransi dan empati Ma. 

Dalam forum diskusi diplomasi, anak akan bertemu dengan teman-teman yang mewakili berbagai latar belakang dan sudut pandang yang berbeda-beda.

Dari sinilah anak akan belajar bahwa berbeda pendapat adalah hal yang wajar, Ma. 

Anak akan dilatih untuk mendengarkan pendapat orang lain secara santun tanpa memotong dan belajar berkompromi tanpa memicu konflik. 

Hasilnya, anak Mama akan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan berempati tinggi. 

4. Melatih kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi global

270 pelajar dari 165 sekolah se-Indonesia
Dok. AYIMUN BSD Chapter

Apakah anak Mama masih malu atau gugup saat harus berdialog dalam bahasa Inggris? 

Nah, kegiatan diplomasi berskala internasional umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utamanya, lho Ma. 

Disini, anak akan dilatih untuk langsung mempraktikkan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi nyata untuk bernegosiasi, menyampaikan gagasan, dan meyakinkan orang lain.

Praktik langsung ini jauh lebih efektif dalam meningkatkan kelancaran bahasa Inggris anak, dibandingkan sekadar menghafal. 

Saat mengikuti kegiatan diplomasi ini, anak Mama nggak cuma mahir secara akademis, tapi juga punya keberanian mental untuk berkomunikasi di tingkat global tanpa rasa minder. 

5. Memperluas relasi dan menambah portofolio prestasi

270 pelajar dari 165 sekolah se-Indonesia
Dok. AYIMUN BSD Chapter

Menjelang menginjak usia remaja, tak sedikit Mama yang mulai bingung menyiapkan portofolio kegiatan yang berkualitas untuk mendukung masa depan akademik, seperti pendaftaran sekolah favorit atau beasiswa.

Melalui keikutsertaan dalam ajang simulasi diplomasi, seperti Model United Nations (MUN) tingkat nasional maupun internasional.

Anak berkesempatan membangun jaringan pertemanan yang sangat luas dengan sesama pelajar dari berbagai daerah hingga mancanegara lho Ma. 

Selain menambah wawasan sosial, sertifikat dan pengalaman keterlibatan akan menjadi poin nilai tambah yang sangat kuat di dalam portofolio prestasi anak. 

Jejak keaktifan ini tentu membuka peluang yang lebih besar bagi anak untuk menembus perguruan tinggi impian maupun program beasiswa di masa depan. 

Itulah 5 manfaat dari mengajak anak belajar diplomasi Ma. Mendukung anak mengikuti kegiatan diplomasi bukan hanya sekadar mengasah keterampilan akademisnya saja lho Ma. 

Melainkan juga investasi jangka panjang untuk membentuk karakter pemimpin yang tangguh, berempati, dan siap bersaing secara global. Yuk, dukung dan fasilitasi minat anak dalam mengasah keberanian komunikasinya Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More