Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Viral Kondisi Sekolah di NTT Memburuk, Siswa Berharap Adanya Perbaikan
Instagram.com/lintas.daerah

  • Ruang kelas dinilai rusak beratMelalui video diunggah akun TikTok @niamaris97, kondisi ruang kelas memprihatinkan dengan atap terlepas dan kayu penyangga patah. Para siswa belajar tanpa meja dan kursi.

  • Sekolah belum tersentuh renovasiSMPN 48 Sa Ate Gaikiu baru diresmikan pada Mei 2024. Bangunan masih menggunakan material bambu dan lantai tanah, belum direnovasi meski kondisinya memprihatinkan.

  • Mendapatkan bantuan dari PolriPolda Nusa Tenggara Timur memasang tenda pleton sebagai ruang kelas sementara dan memberikan 100 meja dan kursi untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekolah sejatinya adalah ruang aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi diri. Di tempat inilah, anak seharusnya merasa nyaman dan terlindungi untuk mendapatkan fasilitas yang mendukung proses pendidikan secara optimal.

Namun, kenyataannya di berbagai daerah di sebagian wilayah di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan harapan tersebut. Keterbatasan sarana dan prasarana, masih menjadi tantangan terutama di wilayah terpencil yang tersebar sejumlah kota Indonesia.

Kondisi inilah yang kembali menjadi sorotan warganet sesaat setelah sebuah video memperlihatkan suasana belajar di salah satu sekolah di Nusa Tenggara Timur. Video tersebut memperlihatkan kondisi ruang kelas SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, mengalami kerusakan berat pada atap bangunan dan pondasi yang kian memprihatinkan.

Untuk memahami detail informasi ini secara lebih dalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum kejadian memburuknya sekolah yang mengganggu siswa satu ini. Disimak, ya!

1. Ruang kelas dinilai rusak berat

Instagram.com/humas_polressika

Melalui video yang diunggah akun TikTok @niamaris97 pada Jumat, (13/2/2026). memperlihatkan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan sebagian besar atap bangunan terlepas, sementara kayu-kayu penyangga tampak patah dan berserakan di dalam ruangan meningalkan kesan kumuh pada seisi ruangan.

Dalam video tersebut, para siswa terlihat mengikuti pelajaran tanpa adanya meja dan kursi. Mereka duduk di lantai tanah, di antara puing-puing bangunan yang runtuh. Meski dalam kondisi serba terbatas, proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan nyaman dan tinginya optimism anak dalam menuntut ilmu.

2. Sekolah belum tersentuh renovasi

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

SMPN 48 Sa Ate Gaikiu diketahui baru diresmikan pada Mei 2024. Bangunan sekolah yang masih menggunakan material bambu dan lantai tanah ini, dinilai tidak cukup kuat menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut. Menurut keterangan, kondisi sekolah tersebut beum adanya proses renovasi yang dilakukan.

Hal ini tentu mendapatkan beragam reaksi warganet yang mengecam tindakan pemerintah, untuk segera melakukan renovasi pada sekolah tersebut.

Sangat menyedihkan sekali, mereka adalah warga Indonesia juga, tulis akun @dbsbiy, melalui laman Tiktok.

Kondisi ini kembali membuka diskusi publik mengenai pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah terpencil di berbagai wilayah negeri.

3. Mendapatkan bantuan dari Polri

Instagram.com/humas_polressikka

Merespons kondisi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Nusa Tenggara Timur bergerak cepat dengan memasang dua unit tenda pleton sebagai ruang kelas sementara dan memberikan sebanyak 100 buah meja dan kursi untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa harus menunggu proses pembangunan ulang gedung sekolah. Kehadiran tenda darurat tersebut memberikan rasa aman bagi siswa dan guru, sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Upaya ini juga diharapkan menjadi solusi jangka pendek sembari menunggu perhatian dan tindakan lanjut dari pemerintah daerah maupun pusat, terkait pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan aman.

Itulah ma, informasi penting mengenai kondisi sekolah di NTT. Melalui kejadian ini, menjadi pengingat bahwa fasilitas pendidikan yang layak bukan sekadar menjadi pelengkap saja, melainkan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang, keamanan, dan semangat belajar anak.

Editorial Team