Saat balita mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM), banyak orangtua merasa khawatir karena asupan makan si Kecil menjadi jauh berkurang.
Tak sedikit pula yang mencoba berbagai cara agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi, salah satunya dengan mencampurkan telur ke dalam susu.
Topik ini dibahas oleh Mikayla Yazmine Thwayya, S.Gz, seorang ahli gizi yang aktif membagikan edukasi seputar nutrisi ibu dan anak melalui akun Instagramn miliknya, @mikiglamup.
Mikayla merupakan lulusan Program Studi Ilmu Gizi Universitas Indonesia dan kerap menjadi nutrition educator serta pembicara dalam berbagai seminar mengenai gizi.
Melalui salah satu unggahannya di Instagram, Mikayla menjelaskan bahwa mencampurkan telur ke dalam susu bukan berarti boleh dilakukan untuk semua anak.
Cara ini memiliki tujuan dan kondisi tertentu sehingga perlu dipahami dengan benar agar manfaatnya optimal dan tidak disalahartikan.
Lantas, apakah mencampurkan telur ke dalam susu memang aman dilakukan saat balita GTM?
Berikut penjelasannya telah Popmama.com rangkum. Yuk, simak!
