Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ini Urutan Tumbuh Gigi Anak yang Perlu Diketahui, Kenali Tahapannya!

Ini Urutan Tumbuh Gigi Anak yang Perlu Diketahui, Kenali Tahapannya!
pexels.com/Arina Krasnikova
  • Urutan gigi susu dimulai dari seri bawah usia 6–10 bulan, seri atas 8–12 bulan, lalu geraham depan, taring, dan geraham belakang hingga usia 33 bulan.
  • Pada sekitar usia 3 tahun, 20 gigi susu umumnya lengkap; gigi permanen mulai menggantikannya sekitar usia 6 tahun. Gigi mendukung mengunyah, bicara, dan struktur wajah.
  • Tumbuh gigi dapat memicu rewel, gusi nyeri, air liur berlebih, serta tidur terganggu. Rawat sejak gigi pertama dengan pembersihan, sikat rutin, pembatasan gula, dan pemeriksaan gigi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagian orang tua biasanya tampak excited menanti-nanti momen pertumbuhan gigi anak. Apalagi, gigi yang tumbuh tidak hanya berfungsi untuk mengunyah makanan, tetapi juga berperan dalam proses belajar bicara dan pembentukan struktur wajah sang anak.

Nah, kira-kira kamu sudah tahu belum bagaimana urutan tumbuh gigi anak? Jika belum, yuk simak dulu penjelasan mengenai tahapan pertumbuhan gigi pada anak di bawah ini.

  1. 1. Gigi seri bawah

    ilustrasi gigi anak (pexels.com/Allan Mas)
    pexels.com/Allan Mas

    Urutan tumbuh gigi anak diawali dari gigi seri bawah yang tumbuh pada bayi saat berusia 6-10 bulan. Gigi ini muncul di bagian depan rahang bawah dan menjadi awal dari proses pertumbuhan gigi susu.

    Saat gigi seri bawah mulai tumbuh, bayi mungkin akan merasa gusinya gatal atau tidak nyaman sehingga lebih sering menggigit benda di sekitarnya. Kemunculan gigi ini juga menjadi tanda jika si Kecil mulai siap mengunyah makanan pendamping ASI (MPASI).

  2. 2. Gigi seri atas

    Setelah gigi seri bawah, giliran gigi seri atas yang biasanya mulai tumbuh saat bayi berusia 8-12 bulan. Gigi ini terletak di bagian depan rahang atas untuk membuat senyum si Kecil makin manis.

    Selama proses tumbuhnya gigi seri atas, bayi dapat mengeluarkan air liur lebih banyak dan merasa tidak nyaman pada gusi. Pada beberapa anak, gigi tersebut bahkan bisa tumbuh hampir bersamaan dengan gigi seri bawah, lho.

  3. 3. Gigi geraham depan

    Gigi geraham depan (molar pertama) umumnya mulai tumbuh saat anak berusia 13-19 bulan. Gigi ini muncul di bagian samping gigi seri, baik di rahang atas maupun bawah dan berperan untuk mengunyah makanan yang lebih padat.

    Gigi tersebut diketahui akan hilang saat usia anak mencapai 9-11 tahun. Selain itu, karena ukurannya lebih besar daripada gigi seri, proses tumbuhnya geraham sering membuat gusi terasa lebih nyeri.

  4. 4. Gigi taring

    Gigi taring biasanya tumbuh saat anak berusia 16-22 bulan dan akan hilang pada usia sekitar 9-12 tahun. Gigi ini terletak di antara gigi seri dan geraham dengan total empat buah, yakni dua di rahang atas dan dua di rahang bawah.

    Saat gigi taring muncul, anak-anak sudah pasti akan menjadi lebih rewel karena letaknya yang menekan sisi-sisi gusi. Namun, setelah tumbuh sempurna, gigi taring akan membantu anak dalam menggigit dan merobek makanan sehingga proses makan menjadi lebih mudah.

  5. 5. Gigi geraham belakang

    Terakhir, urutan tumbuh gigi anak ditutup dengan gigi geraham belakang. Gigi geraham belakang (molar kedua) ini menjadi gigi susu terakhir yang tumbuh saat anak berusia 23-33 bulan. Gigi tersebut akan muncul di bagian paling belakang rahang dan berfungsi untuk menggiling makanan sebelum ditelan.

    Sama seperti gigi geraham depan, proses tumbuhnya bisa membuat anak-anak menjadi rewel untuk sementara waktu. Nantinya, memasuki usia sekitar 3 tahun, seluruh 20 gigi susu sudah tumbuh lengkap dan akan mulai digantikan oleh gigi permanen sejak usia sekitar 6 tahun.

  6. Gejala dan tanda fisik saat gigi mulai tumbuh

    ilustrasi gigi anak (pexels.com/Pixabay)
    pexels.com/Pixabay

    Setiap anak bisa menunjukkan gejala tumbuh gigi yang berbeda-beda. Gejala ini umumnya muncul beberapa hari sebelum gigi terlihat dan akan berangsur membaik setelah gigi berhasil menembus gusi.

    Menurut Children’s Hospital Los Angeles, berikut beberapa gejala dan tanda fisik yang sering muncul saat gigi mulai tumbuh, antara lain:

    • Nafsu makan berkurang atau menolak makan karena gusi terasa nyeri saat mengunyah.

    • Lebih rewel akibat rasa tidak nyaman pada gusi.

    • Pola tidur terganggu, terutama pada malam hari karena gusi terasa berdenyut.

    • Air liur keluar lebih banyak, terkadang memicu ruam di sekitar mulut atau dagu.

    • Batuk atau muntah sesekali akibat menelan air liur yang berlebihan.

    • Lebih sering menggigit atau mengunyah benda untuk meredakan tekanan pada gusi.

    • Suhu tubuh sedikit meningkat. Namun, jika demam cukup tinggi atau berlangsung lama, perlu segera ke dokter karena bisa saja penyebabnya bukan sekadar tumbuh gigi.

    • Sering menggosok pipi, mengusap gusi, atau menarik telinga karena area tersebut terasa tidak nyaman.

    • Gusi tampak bengkak, kemerahan, meradang, atau sedikit berdarah saat gigi mulai menembus permukaannya.

  7. Tips merawat gigi anak

    ilustrasi gigi anak (unsplash.com/eyeforebony)
    unsplash.com/eyeforebony

    Merawat kesehatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak gigi pertama muncul. Kebiasaan yang diterapkan sejak dini ini bisa membantu mencegah masalah gigi, menjaga kebersihan mulut, dan mendukung pertumbuhan gigi anak agar tetap sehat.

    1. Bersihkan gusi dan gigi sejak gigi pertama kali tumbuh
      Gunakan kain kasa bersih atau sikat gigi khusus anak untuk membersihkan area mulut sejak gigi pertama mulai tumbuh agar bakteri tidak mudah menumpuk.

    2. Hindari memberikan minuman manis sebelum tidur
      Sisa gula dari susu atau minuman manis yang menempel di gigi dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, terutama jika mulut tidak dibersihkan setelahnya.

    3. Ajarkan kebiasaan menyikat gigi secara rutin
      Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride dalam jumlah sesuai usianya untuk memperkuat lapisan gigi. 

    4. Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala
      Ajak si Kecil ke dokter gigi sejak usia sekitar 1 tahun atau setelah gigi pertama tumbuh agar kondisi gigi dapat dipantau sejak awal.

    5. Batasi makanan dan minuman manis
      Konsumsi gula berlebihan dapat menjadi pemicu gigi berlubang. Pilih camilan sehat dan biasakan anak minum air putih untuk menjaga kebersihan mulut.

    Demikian penjelasan seputar urutan tumbuh gigi anak dan tips merawat gigi yang benar agar terhindar dari masalah gigi. Melalui perawatan yang rutin dan tepat, pertumbuhan gigi anak bisa optimal.

    Referensi:

    “A Parent's Guide to Teething: Teething Timeline, Symptoms, and Relief Strategies”. Children’s Hospital Los Angeles. Diakses pada Juli 2026.

    “Baby Teething Chart: What Order Do Baby Teeth Come In?”. Baby Center. Diakses pada Juli 2026.

    “Teeth Development in Children”. Better Health. Diakses pada Juli 2026.

    “Teething/Teething Syndrome”. Cleveland Clinic. Diakses pada Juli 2026.

    “What Order Do Baby Teeth Come In?”. The Children’s Dental Centre. Diakses pada Juli 2026.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More