- 1–2 tahun, durasi tidur siang yang direkomendasikan sekitar 1–3 jam.
- usia 2–5 tahun, dapat tidur siang sekitar 1–2 jam.
Anak Jangan Sering Lewatkan Tidur Siang, Ketahui 3 Manfaatnya untuk si Kecil

- Anak usia 1–5 tahun masih membutuhkan tidur siang karena hormon pertumbuhan tetap dilepaskan saat tidur, meski lebih banyak diproduksi pada malam hari.
- Tidur siang membantu otak mengonsolidasikan informasi dari aktivitas pagi, sehingga mendukung proses belajar, daya ingat, dan kesiapan anak untuk kembali beraktivitas.
- Durasi tidur siang perlu disesuaikan agar tidak mengganggu tidur malam: usia 1–2 tahun sekitar 1–3 jam, sedangkan usia 2–5 tahun 1–2 jam.
Tidur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi anak karena tubuh dan otaknya masih terus berkembang. Tidak hanya tidur malam, anak usia 1–5 tahun juga masih membutuhkan tidur siang untuk membantu memenuhi kebutuhan istirahat hariannya.
Meski begitu, masih ada Mama yang mungkin bertanya-tanya apakah tidur siang benar-benar diperlukan, terutama ketika anak mulai sulit diajak tidur pada siang hari.
Menurut dr. Devie Kristiani, Sp.A melalui unggahan Instagram @dokteranakkuofficial, anak usia 1–5 tahun masih membutuhkan tidur siang karena memiliki sejumlah manfaat bagi tumbuh kembangnya.
Lantas, apa saja alasan anak sebaiknya tidak sering melewatkan tidur siang? Simak penjelasan yang telah Popmama.com rangkum berikut ini, Ma!
1. Membantu pelepasan hormon pertumbuhan

Popmama.com/Violin Heldina/AI Tidur merupakan salah satu waktu ketika tubuh anak melakukan berbagai proses penting, termasuk melepaskan hormon pertumbuhan. Hormon ini berperan dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurut dr. Devie Kristiani, Sp.A, hormon pertumbuhan memang dilepaskan lebih banyak ketika anak tidur pada malam hari. Namun, bukan berarti tidur siang tidak memberikan manfaat yang sama sekali.
Saat anak tidur siang, hormon pertumbuhan tetap dilepaskan meskipun jumlahnya tidak sebanyak ketika tidur malam. Karena itu, tidur siang masih menjadi bagian penting dari kebutuhan istirahat anak usia 1–5 tahun.
Mama tidak perlu khawatir jika anak tidur siang karena tubuhnya tetap mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dan menjalankan berbagai proses perkembangan. Namun, durasi tidur siang juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu lama hingga akhirnya mengganggu waktu tidur malam anak.
2. Membantu proses belajar dan daya ingat anak

Popmama.com/Violin Heldina/AI Tidur ternyata tidak hanya membuat tubuh anak beristirahat, tetapi juga membantu otak memproses berbagai hal yang telah dipelajari ketika anak terjaga.
dr. Devie menjelaskan bahwa ketika tidur, terjadi proses akumulasi atau konsolidasi dari apa yang sudah dipelajari anak saat bangun. Proses tersebut membantu informasi yang diterima anak agar dapat tersimpan dengan lebih baik.
Hal ini membuat tidur siang turut mendukung proses belajar, daya ingat, dan fungsi kognitif anak. Setelah bermain dan belajar berbagai hal sepanjang pagi, tidur siang memberikan kesempatan bagi otak untuk memproses pengalaman tersebut.
Karena itu, Mama tidak perlu langsung menganggap tidur siang sebagai waktu yang terbuang. Justru, istirahat yang cukup dapat menjadi bagian dari proses belajar anak.
Anak yang mendapatkan waktu tidur sesuai kebutuhannya juga memiliki kesempatan untuk kembali beraktivitas dengan kondisi tubuh dan pikiran yang lebih siap.
3. Membantu anak tetap cukup istirahat dan tidak mudah rewel

Popmama.com/Violin Heldina/AI Anak yang kurang tidur bisa menjadi lebih mudah lelah dan mengalami perubahan suasana hati. Kondisi tersebut terkadang membuat anak lebih mudah rewel, sulit diajak bekerja sama, atau menunjukkan emosi yang lebih kuat.
Tidur siang dapat membantu memenuhi kebutuhan istirahat anak sehingga tubuh dan pikirannya memiliki waktu untuk memulihkan energi. Dengan istirahat yang cukup, suasana hati anak juga diharapkan tetap lebih baik selama menjalani aktivitas.
Bagi Mama, tidur siang juga bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk berhenti sejenak dari berbagai aktivitas yang menguras energi. Setelah bangun, anak dapat kembali bermain, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan dalam kondisi yang lebih segar.
Meski begitu, tidur siang bukan berarti anak perlu tidur selama mungkin. Durasi dan waktu tidur tetap perlu disesuaikan supaya anak tetap bisa mendapatkan tidur malam yang berkualitas.
4. Perhatikan durasi tidur siang agar tidak mengganggu tidur malam

Popmama.com/Violin Heldina/AI Meskipun memiliki berbagai manfaat, tidur siang tetap memiliki aturan yang perlu diperhatikan. dr. Devie Kristiani, Sp.A, mengingatkan bahwa tidur siang anak sebaiknya tidak terlalu lama dan tidak dilakukan terlalu sore.
Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu dekat dengan waktu tidur malam berpotensi membuat anak kesulitan mengantuk ketika waktunya tidur malam. Akibatnya, jadwal tidur anak bisa menjadi berantakan.
Untuk anak usia:
Mama juga bisa memperhatikan pola tidur masing-masing anak karena kebutuhan tidur dapat berbeda. Jika tidur siang membuat anak justru sulit tidur pada malam hari, waktu atau durasinya mungkin perlu disesuaikan.
Mama tidak perlu memaksakan anak untuk tidur siang terlalu lama. Pastikan waktunya tidak terlalu sore dan durasinya sesuai dengan usia anak agar tidak mengganggu tidur malam.
Memberikan waktu istirahat yang cukup merupakan salah satu cara sederhana untuk mendukung proses tumbuh kembang anak setiap hari.



-27LNYaQ6tCEfrlaGfeEUiuCg3KJdNhk9.jpg)

















