Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Ampuh Menenangkan Otak setelah Terpapar Screen Time Berlebihan
Freepik/krakenimages.com
  • Artikel menyoroti dampak negatif paparan screen time berlebihan pada anak, seperti sulit fokus, kelelahan, dan perubahan suasana hati yang dapat mengganggu keseimbangan emosional serta kognitif.
  • Ditekankan pentingnya peran orangtua dalam membatasi penggunaan gawai, memberi jeda layar, serta mendorong aktivitas fisik dan sosial agar otak anak kembali tenang dan sehat.
  • Beberapa cara efektif termasuk teknik pernapasan sederhana, menikmati udara segar, serta menjaga waktu istirahat cukup untuk memulihkan fungsi otak dan emosi anak secara alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era digital saat ini, penggunaan handphone atau gawai menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak. Mulai dari belajar daring, hiburan, hingga komunikasi, hampir seluruhnya melibatkan gawai dalam kehidupan si Kecil. Meskipun membawa banyak manfaat, papaan Screen Time yang berlebihan dinilai dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh Ma.

Ketika penggunaan waktu layar anak menjadi tak terkontrol, anak dapat mengalami berbagai keluhan seperti sulit fokus, mudah lelah hingga ganguan perubahan suasana hati. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi  dan membantu menenangkan kembali otak anak agar keseimbangan emosional dan kognitif mereka tetap terjaga.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum cara menenangkan bagian otak setelah terpapar Screen Time secara berlebihan. Disimak, ya!

1. Batasi penggunaan gawai

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Prinsip ini juga berlaku saat anak mulai menunjukkan gejala kelelahan akibat paparan gawai yang berlebihan. Membatasi penggunaan gawai menjadi langkah awal yang penting untuk melindungi kesehatan otak dan perilaku anak sejak dini Ma.

Dengan durasi yang penggunaan waktu layar yang terkontrol, anak memiliki kesempatan lebih besar untuk beristirahat serta berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia 2–5 tahun disarankan tidak terpapar layar lebih dari satu jam per hari, sementara anak usia sekolah awal perlu dibimbing agar menggunakan gawai secara seimbang dan berkualitas. Oleh karena itu, pendampingan aktif dari orangtua sangat dibutuhkan dalam mengatur kebiasaan digital anak.

2. Mengajak anak melakukan aktivitas fisik ringan

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Setelah berlama-lama menatap layar, tubuh dan otak anak membutuhkan gerakan untuk kembali segar. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai, bersepeda, atau bermain di halaman rumah diketahui dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak.

Gerakan tubuh ini membantu mengurangi ketegangan otot serta merangsang pelepasan hormon endorfin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman pada tubuh. Anak pun akan merasa lebih rileks, segar, dan berenergi setelah bergerak aktif. Kegiatan ini juga dapat dijadikan momen yang tepat untuk orangtua guna meningkatkan hubungan positif baik fisik dan emosional pada anak.

3. Mengatur waktu istirahat layar

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Salah satu langkah penting untuk menenangkan otak setelah terpapar Screen Time berlebihan adalah dengan mengatur waktu istirahat layar pada anak. Memberi jeda dari paparan gawai, dinilai membantu otak beralih dari stimulasi visual yang intens menuju kondisi yang lebih tenang. Waktu istirahat ini juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas tanpa layar seperti membaca buku, menggambar dan mewarnai, dan bermain seni peran sederhana di rumah.

Tanpa stimulasi visual berlebihan, otak anak memiliki kesempatan untuk kembali ke ritme alami. Langkah ini terbukti membuat anak menjadi jauh lebih tenang dan fokus, serta terhindar dari beragam bentuk kelelahan mental. Rutinitas jeda layar yang konsisten juga membantu membentuk kebiasaan sehat dalam penggunaan gawai sejak dini Ma, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan dunia nyata.

4. Perbanyak bersosialisasi pada anak

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Bersosialisasi menjadi salah satu cara alami untuk membantu anak menenangkan pikiran setelah terlalu lama terpapar layar. Interaksi langsung dengan teman sebaya atau anggota keluarga dinilai dapat membuat anak merasa lebih rileks dan bahagia.

Aktivitas sederhana seperti bermain bersama atau melakukan kegiatan kelompok di lingkungan sekitar terbukti dapat membantu memulihkan fokus anak dari kecanduan akan gawai.

Menurut Dr. Laura Markham, menjelaskan bahwa hubungan sosial yang hangat dan bermakna membantu anak membangun rasa aman serta kepercayaan diri. Menurutnya, anak yang terbiasa berinteraksi secara langsung akan lebih mampu mengelola emosi dan mengekspresikan kebutuhan dengan cara yang positif. Hal ini tentu dapat menjadi fondasi penting bagi anak untuk meningkatkan kesehatan mental dan kemampuan sosial mereka di masa depan.

5. Lakukan teknik pernapasan sederhana

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Tak banyak yang tahu, teknik pernapasan secara sederhana juga dapat Mama terapkan untuk menenangkan sistem saraf anak yang terlalu aktif Ma. Mengajak anak menarik napas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan dapat membantu tubuh kembali rileks serta menstabilkan emosi. Cara ini juga dapat dilakukan kapan saja saat anak terlihat gelisah, mudah marah, atau sulit berkonsentrasi.

Latihan pernapasan bisa dilakukan sambil duduk santai atau berbaring dengan posisi yang nyaman. Mama dapat mengajarkan anak menarik napas selama empat detik, menahan selama dua detik, lalu menghembuskan perlahan selama empat detik.

Pola ini dinilai dapat membantu memperlambat detak jantung serta memberi sinyal pada otak bahwa tubuh berada dalam kondisi aman dan tenang. Jika dilakukan secara rutin, teknik ini dapat membantu anak lebih mudah mengelola stres dan emosi sehari-hari.

6. Ajak anak menikmati udara segar

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Paparan alam terbukti mampu menenangkan pikiran dan meningkatkan suasana hati. Mengajak anak berjalan di taman, melihat pepohonan, atau sekadar duduk di teras sambil menghirup udara segar dapat membantu memulihkan kelelahan mental. Kegiatan ini juga dinilai dapat membantu memulihkan kelelahan mental akibat paparan Screen Time yang berlebihan.

Menurut Dr. Ming Kuo, dari University of Illinois, menjelaskan bahwa paparan ruang hijau berperan penting dalam meningkatkan perhatian, menurunkan stres, serta memperbaiki regulasi emosi pada anak. Berada di luar ruangan juga mendorong anak untuk bergerak lebih aktif dan mengeksplorasi lingkungan sekitar sehingga jika dilakukan secara berulang dinilai dapat mengurangi efek dari paparan gawai tersebut.

7. Berikan waktu istirahat yang cukup

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Waktu istirahat yang cukup menjadi kunci utama dalam memulihkan fungsi otak anak setelah menjalani aktivitas padat, termasuk paparan gawai berlebihan. Saat tidur, otak bekerja memproses informasi, memperbaiki sel-sel tubuh, serta menata kembali sistem emosi. Proses alami ini membantu anak kembali tenang, stabil dan siap menghadapi rangsangan di hari esok.

Membiasakan rutinitas tidur yang teratur sangat penting untuk membantu anak mendapatkan kualitas istirahat yang optimal Ma. Para ahli kesehatan anak menyarankan agar orangtua menghentikan penggunaan gawai setidaknya satu jam saat sebelum tidur. Hal ini juga dinilai dapat membantu menenangkan tubuh saat terkena efek penggunan waktu layar yang berlebihan.

Itulah Ma, deretan informasi penting mengenai informasi yang tepat saat anak terpapar Screen Time berlebihan. Mari untuk menjaga keseimbangan yang tepat antara waktu layar dan aktivitas nyata agar tumbuh kembang anak dapat tetap optimal, baik secara fisik, emosional, maupun sosial.

Editorial Team