Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Magnific/tirachardz
  • Orangtua disarankan mengenalkan lingkungan daycare lebih awal dan menjelaskan aktivitas di sana dengan bahasa sederhana agar anak tidak merasa asing pada hari pertama.

  • Rutinitas tidur, makan, dan persiapan pagi perlu dibiasakan sebelum penitipan; kebutuhan anak juga disiapkan lengkap, diberi label, serta dapat disertai benda kesayangan bila diizinkan.

  • Saat berpisah, orangtua perlu berpamitan singkat dan tenang tanpa menghilang diam-diam, lalu menjaga komunikasi terbuka dengan pengasuh untuk memantau adaptasi dan kebutuhan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Daycare atau tempat penitipan anak masih jadi salah satu pilihan orangtua bekerja. Apalagi bagi yang tidak punya orang terdekat untuk membantu mengasuh anak.

Menitipkan si Kecil di daycare memang bukan keputusan mudah, Ma. Ada perasaan tidak tenang, tapi tetap harus dilakukan demi tetap menjalankan tuntutan pekerjaan.

Di hari pertama anak masuk daycare, ini bisa jadi pengalaman baru yang penuh tantangan. Anak mungkin cemas karena lingkungan terasa berbeda, bertemu pengasuh baru, hingga berinteraksi dengan teman sebaya tanpa didampingi Mama.

Itulah mengapa persiapan yang tepat sangat diperlukan. Mulai dari mengenalkan lingkungan daycare hingga membiasakan rutinitas baru, semua bisa membantu anak merasa lebih aman.

Yuk, simak tips lengkapnya dalam ulasan Popmama.com berikut ini, Ma.

1. Kenalkan anak dengan lingkungan daycare sebelum hari pertama

Magnific

Sebelum mulai dititipkan, sebaiknya Mama mengajak anak mengunjungi daycare jika tempat tersebut menyediakan kesempatan kunjungan lebih awal.

Biarkan anak melihat ruang bermain, mengenal pengasuh barunya, dan memerhatikan aktivitas yang nantinya menjadi rutinitas barunya sehari-hari. Dengan begitu, anak tidak merasa terlalu asing saat hari pertama tiba.

Mama juga bisa menceritakan aktivitas menyenangkan yang akan dilakukannya di sana, seperti bermain, membaca buku, bernyanyi, hingga bertemu teman baru.

Di usia si Kecil yang masih sangat belia, Mama bisa menjelasakannya dengan bahasa sederhana agar anak punya gambaran realistis tentang pengalaman pertamanya di daycare.

2. Biasakan rutinitas harian sebelum anak dititipkan

Magnific/gpointstudio

Perubahan jadwal tidur, waktu makan, dan aktivitas harian bisa membuat anak lebih mudah lelah dan rewel saat mulai beradaptasi.

Itulah mengapa Mama sebaiknya mulai menyesuaikan jadwal tidur baru beberapa hari atau minggu sebelumnya. Dengan begitu, perubahan tersebut tidak terasa terlalu membebani bagi anak.

Tapi bukan hanya soal waktu tidur, Ma, biasakan juga rutinitas pagi seperti mandi, sarapan, berpakaian, dan menyiapkan barang bawaan dengan urutan yang konsisten setiap harinya.

Rutinitas yang dilakukan rutin ini akan membantu anak memahami apa yang akan dilakukan, sekaligus mengurangi kerepotan Mama saat harus berangkat pagi.

3. Siapkan kebutuhan anak dengan lengkap

Magnific/prostooleh

Sebelum hari pertama, tanyakan kepada pengelola daycare soal barang apa saja yang harus dibawa anak, seperti pakaian ganti, popok, botol minum, hingga perlengkapan makan.

Siapkan semua barang tersebut sejak malam sebelumnya dan beri label nama pada setiap perlengkapan agar tidak tertukar dengan anak lain.

Jika pihak daycare mengizinkan, Mama bisa membawa benda kesayangan yang membuat anak merasa nyaman agar tetap tenang saat berada di lingkungan baru.

Pastikan barang yang dibawa aman digunakan dan sesuai dengan peraturan tempat penitipan ya, Ma.

4. Berikan perpisahan yang singkat, tenang, dan konsisten

Magnific/prostooleh

Sebagian anak mungkin menangis atau menunjukkan penolakan saat harus berpisah dengan orangtua untuk pertama kalinya. Ini wajar kok, Ma.

Untuk itu, Mama bisa menyampaikan pada anak bahwa Mama akan kembali menjemputnya setelah aktivitas selesai, lalu berpamitan dengan tenang.

Jangan langsung menghilang diam-diam, karena justru akan membuat anak semakin bingung. Usahakan juga tidak memperpanjang perpisahan karena hal tersebut membuat anak semakin sulit memahami perubahan situasi.

Biasanya setiap daycare punya prosedur penjemputan dan komunikasi yang ditetapkan, Ma. Jadi Mama bisa mengikutinya agar tetap memperoleh informasi tentang anak selama dititipkan.

5. Bangun komunikasi yang baik dengan pengasuh selama adaptasi

Magnific/freepik

Setiap anak memiliki waktu adaptasi yang berbeda-beda, jadi jangan berkecil hati jika si Kecil masih menangis di hari-hari awal ya, Ma.

Tips yang mungkin bisa Mama ikuti adalah dengan membangun komunikasi yang baik kepada para pengasuh di daycare, untuk memantau kebutuhan dan perkembangan anak selama masa adaptasi.

Tanyakan pula bagaimana anak berinteraksi dan mengikuti aktivitas di daycare. Biasanya, kebanyakan daycare juga mengizinkan orangtua mengakses kamera pengawas atau CCTV untuk melihat aktivitas anaknya.

Dengan komunikasi yang terbuka ini, Mama bisa mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki dan membuat pengasuh lebih mudah memahami kebiasaan anak jika mendapat informasi lengkap dari orangtua.

Itu dia tips yang bisa Mama lakukan saat menyambut hari pertama anak di daycare. Dengan persiapan yang matang, anak dapat menjalani pengalaman baru dengan lebih nyaman.

Semoga tips di atas bisa memudahkan Mama agar lebih tenang saat menitipkan anak di daycare ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article