- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
- Kementerian Sosial Republik Indonesia
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
- Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
5 Hal Tentang TAMASYA, Program Daycare Anak untuk Orangtua Bekerja

- Pemerintah melalui BKKBN meluncurkan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) untuk menyediakan daycare aman, edukatif, dan terstandar bagi anak-anak orangtua bekerja.
- TAMASYA menawarkan empat layanan utama: pelatihan pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan orangtua, serta layanan rujukan bagi kebutuhan khusus anak.
- Program ini didukung enam kementerian, diluncurkan nasional pada Mei 2025, dan hingga Maret 2026 telah mencatat lebih dari 59 ribu anak serta 12 ribu pengasuh terdaftar.
Ma, mencari daycare yang aman dan terpercaya untuk si Kecil memang bukan perkara mudah. Apalagi, belakangan ini banyak orangtua makin berhati-hati setelah muncul berbagai kasus yang melibatkan tempat penitipan anak.
Di tengah kebutuhan orangtua bekerja sekaligus pentingnya pengasuhan berkualitas pada masa tumbuh kembang anak, pemerintah menghadirkan sebuah program bernama TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak.
Program ini digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau Kemendukbangga/BKKBN sebagai upaya menghadirkan layanan penitipan anak yang lebih aman, edukatif, dan terstandar.
Lalu, apa sebenarnya program TAMASYA? Berikut Popmama.com rangkum informasinya, Ma.
1. Apa itu TAMASYA?

TAMASYA merupakan singkatan dari Taman Asuh Sayang Anak, yaitu program inovasi pengasuhan anak yang dirancang untuk membantu keluarga, terutama orangtua yang sama-sama bekerja.
Lewat program ini, pemerintah ingin memastikan anak tetap mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh stimulasi, dan mendukung tumbuh kembang optimal meski orangtua harus bekerja di luar rumah.
Program ini juga menjadi salah satu dari lima quick wins Kemendukbangga/BKKBN dan masuk dalam implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak.
2. Lahir dari kebutuhan orangtua bekerja dan minimnya daycare terpercaya

Hadirnya TAMASYA bukan tanpa alasan, Ma. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tingkat partisipasi perempuan di sektor formal masih berada di angka 36,32 persen, lebih rendah dibanding laki-laki yang mencapai 45,81 persen.
Salah satu penyebabnya adalah banyak perempuan yang akhirnya memilih berhenti bekerja setelah memiliki anak karena sulit menemukan tempat penitipan yang aman dan terpercaya.
Di sisi lain, berbagai kasus kekerasan di daycare juga menjadi perhatian besar sehingga kebutuhan akan standar pengasuhan yang lebih baik semakin mendesak.
3. TAMASYA punya 4 layanan utama untuk mendukung tumbuh kembang anak

Program TAMASYA tidak hanya sekadar menjadi tempat penitipan anak. Ada empat layanan utama yang dihadirkan untuk memastikan anak tetap tumbuh optimal, yaitu:
• Peningkatan kompetensi pengasuh
Pengasuh daycare akan mendapatkan pelatihan melalui kelas daring gratis seperti KERABAT dan SiBima Kelas BKB EMAS, agar kualitas pengasuhan lebih terstandar.
• Pemantauan tumbuh kembang anak
Anak akan mendapatkan pemantauan rutin, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan setiap bulan untuk memastikan tumbuh kembangnya berjalan optimal.
• Pendampingan bagi orangtua
Orangtua juga akan mendapatkan edukasi parenting serta laporan atau umpan balik terkait perkembangan anak selama berada di daycare.
• Layanan rujukan
Jika ditemukan kebutuhan khusus terkait kesehatan, pengasuhan, atau perlindungan anak, keluarga akan diarahkan ke layanan lanjutan yang sesuai.
4. Didukung 6 kementerian dan resmi diluncurkan nasional

TAMASYA bukan program yang berjalan sendiri, Ma. Program ini diperkuat lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) dari enam kementerian, yaitu:
Program ini resmi diluncurkan secara nasional pada 27 Mei 2025 di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
5. Hingga 2026, puluhan ribu anak sudah terdata di TAMASYA

Per Maret 2026, perkembangan TAMASYA terbilang cukup pesat. Tercatat sudah ada sekitar 12.832 pengasuh dan 59.286 anak yang masuk dalam pendataan program ini.
Selain itu, lebih dari 3.300 BKB (Bina Keluarga Balita) juga telah tergabung dalam jaringan TAMASYA.
Menariknya lagi, pada April 2026, program ini mulai diperluas lewat kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan BKKBN di wilayah Sumatera Utara.
TAMASYA bahkan kini masuk menjadi salah satu indikator penilaian PROPER di Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, serta terintegrasi dengan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk membantu mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.
Nah, Ma, hadirnya TAMASYA bisa menjadi angin segar bagi orangtua bekerja yang selama ini kesulitan mencari daycare terpercaya. Dengan pendekatan pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang, hingga pendampingan orangtua, program ini diharapkan bisa membuat si Kecil tetap mendapatkan pengasuhan optimal meski Mama dan Papa harus bekerja.

















