Cara Mengompres yang Benar agar Anak Merasa Lebih Nyaman saat Demam

Jika anak demam di masa pandemi, berikan pertolongan pertama dengan tepat terlebih dulu

20 Oktober 2020

Cara Mengompres Benar agar Anak Merasa Lebih Nyaman saat Demam
thestir.cafemom.com

Pertolongan pertama saat anak demam adalah dengan mengompres dan memberikan obat penurun panas dengan takaran yang sesuai usianya. Itulah yang biasa dilakukan banyak orangtua selama ini.

Mengompres anak dengan tepat bisa menjadi pilihan awal untuk menurunkan panas. Namun masih banyak orangtua yang masih keliru tentang cara mengompres anak ketika demam.

Masih ada orangtua yang mengompres dengan air yang dicampurkan es batu. Apakah ini efektif?

Berikut Popmama.com telah merangkum cara mengompres anak yang benar saat anak demam agar si Kecil bisa merasa lebih nyaman.

1. Berapa suhu yang tepat untuk mengompres anak demam?

1. Berapa suhu tepat mengompres anak demam
Dok. RS Pondok Indah - Bintaro Jaya
dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc

dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya menjelaskan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan respon tubuh yang normal terhadap infeksi. 

"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada saat seseorang demam, ternyata berbagai sel daya tahan tubuh bekerja lebih efektif, sehingga menghambat perkembangbiakan bakteri ataupun virus," ungkap dr. Caessar. 

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menemukan bahwa mengompres anak dengan suhu tertentu dapat secara efektif menurunkan suhu tubuhnya. 

Selain itu, perlu diingat bahwa demam adalah respon tubuh yang normal terhadap infeksi dan akan menghilang seiring dengan teratasinya infeksi, sehingga berbagai penanganan yang diberikan kepada anak seharusnya memiliki tujuan untuk membuat badannya merasa nyaman, bukan menurunkan suhu tubuhnya dengan segera.

Bagaimana agar anak bisa merasa lebih baik?

dr. Caessar menjelaskan, "Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan cara menggunakan kain yang dibasahi air bersuhu sejuk (bukan dingin atau panas) sebagai kompres. Namun, sekali lagi metode ini bukan bertujuan menurunkan suhu tubuh, karena belum ada penelitian yang menunjukkan efektivitasnya."

2. Bagian tubuh yang dikompres dan bagaimana cara mengompres yang benar?

2. Bagian tubuh dikompres bagaimana cara mengompres benar
Pexels/Gustavo Fring

Kadang saat tubuh anak terlalu panas karena demam, mereka jadi rewel. Hal yang bisa dilakukan adalah meredakannya agar anak bisa lebih tenang.

"Untuk menyamankan anak, maka kompres air bersuhu sejuk tersebut dapat dilakukan pada dahi anak. Selain itu, area yang memiliki pembuluh darah yang besar dan banyak seperti ketiak atau lipat paha juga dapat dikompres," kata dr. Caessar.

Editors' Picks

3. Bagaimana panduan menggunakan kompres sekali pakai?

3. Bagaimana panduan menggunakan kompres sekali pakai
Freepik/peoplecreations

dr. Caessar menjelaskan, "Kompres sekali pakai dapat digunakan orangtua untuk si Kecil, namun yang perlu diingat adalah belum ada penelitian yang menunjukkan mengenai efektif atau tidak efektifnya metode ini dalam menurunkan suhu."

Sekali lagi ia mengingatkan, "Tujuan memberikan kompres ini adalah untuk membuat anak merasa lebih nyaman. Jangan menggunakan air es maupun alkohol untuk mengompres ataupun menyeka anak ketika demam ya."

4. Mana yang lebih efektif, mengompres atau menyeka? 

4. Mana lebih efektif, mengompres atau menyeka 
Freepik/lifeforstock

Ada kalanya anak tidak ingin berbaring saja ketika tubuhnya demam, mereka lebih nyaman ketika digendong karena merasa ada kenyamanan ketika bersentuhan dengan orangtuanya.

Apakah mengompres bisa diganti dengan menyeka agar anak bisa merasa lebih nyaman?

dr. Caessar menjelaskan, "Baik mengompres maupun menyeka boleh saja dilakukan untuk membuat anak merasa lebih nyaman saat sedang demam."

Kedua metode ini sama-sama belum terbukti secara medis dapat menurunkan suhu saat anak dengan demam. 

Lalu bagaimana cara menyeka yang benar?

"Apabila orangtua ingin menyeka anak untuk membuatnya merasa lebih nyaman, hal ini dapat dilakukan menggunakan air yang bersuhu sedang hingga hangat. Tidak ada suhu yang menjadi rekomendasi secara medis, asalkan berada di antara angka 16-36°C maka masih diperbolehkan," ungkapnya.

5. Apakah anak demam boleh dimandikan?

5. Apakah anak demam boleh dimandikan
Pexels/Henley Design Studio

"Anak yang demam boleh saja dimandikan. Namun, sebaiknya anak dimandikan saat suhunya sedang berada pada kisaran normal, di bawah 38°C, agar lebih merasa nyaman," kata dr. Caessar.

6. Apakah anak demam boleh tetap dijemur di pagi hari?

6. Apakah anak demam boleh tetap dijemur pagi hari
Pexels/Tatiana Syrikova

dr. Caessar menjelaskan bahwa anak yang sedang mengalami demam sebaiknya tidak dijemur di bawah sinar matahari. Melakukan hal ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi pada anak.

7. Jika demam, kapan anak harus dibawa ke dokter?

7. Jika demam, kapan anak harus dibawa ke dokter
Freepik/rawpixel.com

Apabila anak sedang mengalami demam, maka sebaiknya orangtua tidak panik. Hal yang harus dipahami adalah demam merupakan respon tubuh normal terhadap infeksi. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menjaga ruangan pada suhu yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, mengenakan pakaian berbahan tipis satu lapis pada anak dan memastikan anak banyak minum.

Pada kondisi-kondisi berikut, anak perlu diperiksakan ke dokter spesialis anak:

  • Suhu di atas 38°C pada bayi berusia di bawah 3 bulan
  • Suhu di atas 40°C pada bayi berusia di atas 3 bulan
  • Demam yang tetap berada di atas 39oCelsius selama lebih dari 24 jam pada anak usia di bawah 2 tahun atau lebih dari 72 jam pada anak berusia di atas 2 tahun
  • Mengalami kejang
  • Tampak sakit berat, lemas, atau tidak merespon dengan baik

Itulah cara mengompres anak yang benar ketika demam dan penanganan pertama yang tepat. Segera konsultasikan ke dokter anak agar si Kecil mendapat perawatan yang tepat jika sakit berlanjut, ya Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.