Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Anak Jadi Kelompok Paling Rentan Tertular Influenza A

4 min read
Anak Jadi Kelompok Paling Rentan Tertular Influenza A
Magnific.com/rorozoa
  • Influenza A H3N2 subklad K terdeteksi di 13 provinsi Indonesia, seiring peningkatan aktivitas influenza di Asia Tenggara dan lonjakan pasien di sejumlah wilayah.

  • IDAI menyebut anak usia 0–17 tahun berisiko dua kali lebih tinggi mengalami influenza bergejala karena imunitas belum matang serta dapat menularkan virus lebih banyak dan lama.

  • Influenza pada anak berisiko memicu komplikasi serius; pencegahan meliputi vaksinasi tahunan, kebersihan tangan, masker, isolasi saat sakit, serta pemeriksaan segera bila muncul tanda bahaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini kasus Influenza A kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI, subtype Influenza A H3N2 subklad K atau yang sering kali disebut sebagai "Super Flu" telah terdeteksi di 13 provinsi.

Lonjakan pasien ini dilaporkan banyak terjadi di Jawa Timur, Ma!

Hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan aktivitas influenza di zona transmisi Asia Tenggara menurut data Respiratory Viruses Surveillance Bulletin WHO hingga minggu epidemiologi ke-35 tahun 2026.

Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi & Penyakit Tropis memberikan peringatan serius. 

IDAI mengingatkan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi influenza serta memiliki risiko tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi kesehatan yang serius. 

Berdasarkan data global, anak-anak usia 0–17 tahun tercatat memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan dengan orang dewasa. Ma!

Kondisi itu dikarenakan sistem imun si Kecil yang masih rentan, sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk menerima dampak infeksi virus tersebut. 

Selain itu, anak-anak juga cenderung memerlukan waktu pemulihan lebih lama dikarenakan dalam tubuhnya terdapat virus dalam jumlah yang lebih banyak. 

Kondisi tersebut juga berpotensi besar dalam penularan di lingkungan keluarga maupun sekolah si Kecil. 

Oleh karena itu Ma, Popmama.com punya beberapa poin penting cara pencegahan dan alasan anak jadi kelompok paling rentan tertular Influenza A. 

Yuk disimak!

  1. Mengapa anak menjadi kelompok paling rentan?

    Anak pakai masker
    Magnific.com/jcomp

    Mama dan Papa perlu tau mengapa anak usia 0-17 tahun rentan terkena Influenza A!

    Menurut data global, anak berusia 0–17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi Influenza Simtomatik dibandingkan orang dewasa, lho.

    Hal ini dikarenakan sistem imun si Kecil dan si Anak yang masih rentan, sehingga membuat tubuh mereka belum cukup dalam menghadapi dampak dari infeksi virus secara cepat. 

    Selain itu, anak-anak cenderung melepaskan virus dalam jumlah lebih banyak dan lebih lama, menjadikan mereka sumber penularan utama di rumah dan sekolah.

  2. Komplikasi berat yang mengintai anak

    Anak sakit asma
    Magnific.com

    Infeksi Influenza tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyebabkan komplikasi berat pada anak-anak, terlebih yang memiliki riwayat penyakit. 

    Karena dari infeksi Influenza, akan memberikan komplikasi seperti pneumonia, eksaserbasi asma, miokarditis, hingga ensefalopati. 

    Data dari IDAI juga mencatat bahwa sekitar 5% anak yang terinfeksi memerlukan rawat inap, di mana 80% di antaranya berusia di bawah 2 tahun dan 50% di antaranya berusia kurang dari 6 bulan.

  3. Gejala dan pentingnya deteksi dini

    Anak sakit demam
    Magnific.com/user18526052

    Mama dan Papa perlu tau beberapa gejala Influenza yang perlu diwaspadai, nih. 

    Seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, sering capek, sakit kepala, dan batuk kering yang menyebabkan sakit tenggorokan.

    Jika si Kecil ataupun si Anak mengalami gejala tersebut, segera lakukan diagnosis laboratoris menggunakan RT-PCR, karena metode tersebut memiliki sensitivitas tinggi serta mampu mengidentifikasi subtipe virus. 

    Selain itu, pencegahan seperti isolasi mandiri di rumah, etika batuk, cuci tangan, dan masker juga sangat efektif untuk mengurangi penyebaran virus.

  4. Waspadai tanda bahaya dan gejala kritis

    Anak dehidrasi
    Magnific.com/stockking

    Adanya kasus peningkatan Influenza A di beberapa provinsi di Indonesia, orangtua harus selalu waspada dan mengenali tanda-tanda bahaya pada si Kecil dan si Anak yang terinfeksi.

    Jika anak mengalami gejala tersebut, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Terlebih ketika muncul tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung turun, penurunan kesadaran, atau dehidrasi. 

  5. Langkah kolaboratif perlindungan keluarga dan masyarakat

    Profile IDAI
    IDAI

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak seluruh orangtua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama menerapkan langkah penting untuk mencegah penyebaran virus Influenza secara konsisten. 

    Langkah tersebut meliputi melakukan vaksinasi influenza tahunan, menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, mengenali gejala secara dini, tidak memaksa anak sekolah saat sakit, serta menjaga hidrasi anak di tengah cuaca panas kering.

    Melalui kolaborasi yang erat antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat luas sama dengan memutus rantai penyebaran serta dampak buruk dari infeksi virus Influenza A. 

    Itu dia Ma, cara pencegahan dan alasan anak jadi kelompok paling rentan tertular Influenza A. 

    Kunci utamanya, lakukan tindakan preventif, seperti vaksinasi rutin dan melakukan protokol kesehatan secara konsisten, ya!

    Yuk sama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga dari ancaman infeksi virus Influenza A!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More