5 Aturan Memandikan Anak saat Demam agar Tidak Tambah Parah

Anak yang demam tetap boleh mandi asalkan dilakukan dengan cara tepat untuk menjaga kenyamanan dan membantu proses pemulihan tubuhnya.
Gunakan air hangat suam-suam kuku, batasi durasi mandi sekitar 5-10 menit, dan hindari paparan udara dingin setelah mandi.
Pilih pakaian tipis yang menyerap keringat agar panas tubuh mudah keluar serta anak tetap nyaman selama masa demam.
Saat si Kecil demam, banyak orangtua langsung diliputi rasa khawatir. Selain memantau suhu tubuh dan memastikan anak cukup minum, tak sedikit Mama yang bingung apakah anak yang sedang demam boleh mandi atau tidak.
Masih banyak anggapan bahwa mandi dapat membuat demam semakin parah. Padahal, anak yang sedang demam tetap boleh mandi, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Mandi bahkan bisa membantu anak merasa lebih nyaman, segar, dan bersih dari keringat yang menempel di tubuhnya. Yang terpenting, Mama perlu memperhatikan beberapa aturan agar kondisi si Kecil tetap stabil selama proses pemulihan.
Berikut Popmama.com rangkum aturan penting memandikan anak saat demam.
1. Pastikan anak tetap merasa nyaman selama proses pemulihan

Saat anak demam, tujuan utama perawatan bukan hanya menurunkan suhu tubuh, tetapi juga membuatnya merasa senyaman mungkin. Demam sering membuat anak rewel, lemas, dan tidak nyaman karena tubuhnya sedang bekerja melawan infeksi.
Karena itu, Mama tidak perlu memaksa si Kecil mandi jika ia sedang sangat lemah atau menolaknya. Sebagai alternatif, tubuh anak bisa dibersihkan menggunakan waslap atau handuk lembut yang dibasahi air hangat. Namun jika anak merasa lebih segar setelah mandi, aktivitas ini justru bisa membantu meningkatkan kenyamanannya selama sakit.
2. Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air dingin

Salah satu aturan paling penting saat memandikan anak demam adalah memilih suhu air yang tepat. Banyak orang mengira air dingin dapat mempercepat penurunan suhu tubuh. Padahal, air yang terlalu dingin justru dapat memicu menggigil.
Ketika menggigil, tubuh akan berusaha menghasilkan panas tambahan sehingga suhu tubuh anak bisa meningkat kembali. Karena itu, para ahli menyarankan penggunaan air hangat suam-suam kuku yang terasa nyaman di kulit. Air dengan suhu ini membantu anak tetap rileks tanpa memicu respons menggigil yang tidak diinginkan.
3. Jangan mandi terlalu lama

Anak yang sedang demam tetap boleh mandi atau berendam selama aktivitas tersebut membuatnya nyaman. Bahkan, sebagian anak merasa lebih tenang dan rileks setelah bermain air hangat beberapa menit.
Meski begitu, Mama tetap perlu memperhatikan durasinya. Jika anak memiliki kulit sensitif atau cenderung kering, mandi cukup dilakukan sekitar 5–10 menit saja. Mandi terlalu lama dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alami dan berisiko menimbulkan iritasi.
4. Perhatikan suhu ruangan setelah mandi

Setelah mandi, tubuh anak akan lebih sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan. Karena itu, penting untuk memastikan suhu kamar tetap nyaman sebelum si Kecil keluar dari kamar mandi.
Apabila menggunakan AC atau kipas angin, hindari hembusan udara yang langsung mengenai tubuh anak. Jika anak mulai menggigil setelah mandi, segera hangatkan ruangan atau matikan pendingin sementara waktu. Tujuannya agar tubuh anak tidak mengalami perubahan suhu yang terlalu drastis dan tetap merasa nyaman selama masa pemulihan.
5. Pilih pakaian tipis yang mudah menyerap keringat

Setelah tubuh anak dikeringkan, hindari langsung memakaikannya pakaian tebal atau membungkusnya dengan selimut berlapis-lapis. Cara ini justru dapat memerangkap panas tubuh sehingga anak semakin tidak nyaman.
Sebaliknya, pilih pakaian yang ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat. Pakaian yang tepat membantu panas tubuh keluar lebih mudah serta membuat anak tetap nyaman selama demam berlangsung. Jika anak menggigil, cukup tambahkan selimut tipis secukupnya tanpa membuat tubuhnya terlalu panas.
Demam pada anak memang sering membuat orangtua cemas. Namun, Mama tidak perlu takut memandikan si Kecil selama kondisi tubuhnya memungkinkan dan dilakukan dengan cara yang tepat. Paling penting adalah menjaga kenyamanan anak, memastikan ia cukup istirahat, terhidrasi dengan baik, serta segera berkonsultasi ke dokter jika demam tinggi atau berlangsung berkepanjangan.


















