Sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kerap kali terjadi. Sibling rivalry bisa ditandai dengan perkelahian, baik verbal atau fisik, ejekan, perasaan cemburu, hingga berkompetisi untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari orangtua.
Ada banyak penyebab sibling rivalry. Biasanya, menyangkut hal-hal sepele, seperti berebut mainan atau makanan bahkan selisih paham.
Apabila terus dibiarkan, hal tersebut dapat berkembang menjadi persaingan antarsaudara yang tidak sehat dan akan menjadi kebiasaan hingga mereka beranjak remaja atau dewasa.
Oleh sebab itu, sebagai orangtua, Mama harus bisa mencegah sibling rivalry agar tidak semakin berkembang.
Berikut telah Popmama.com rangkum 7 cara mengatasi sibling rivalry yang bisa Mama terapkan kepada anak-anak kesayangan Mama. Yuk, disimak!
1. Mama harus yakin bahwa Mama is a good mom

Freepik/user18526052 Anak-anak cenderung sering merasa takut apabila saudaranya mengambil alih perhatian orangtuanya. Sebab itu, ia menjadi iri satu sama lain jika dirasa perhatian yang diberikan padanya tidak sama atau sebanding.
Dalam kondisi tersebut, hal pertama yang perlu Mama lakukan adalah percaya diri dan yakin bahwa Mama is a good mom. Mama telah mencoba memberikan yang terbaik untuk mereka.
2. Pisahkan anak saat memukul dan jangan marahi ataupun menyudutkannya

Freepik Jika anak memukul saudaranya, Mama harus bisa bertindak cepat untuk menghentikannya. Pisahkan anak-anak dari satu sama lain dan jangan memarahi atau menyudutkannya.
Sebaiknya, Mama beri anak-anak waktu untuk menyadari perilakunya. Misalnya, si Kecil tidak boleh keluar kamar sampai ia menyadari perilakunya yang salah.
Namun, hal tersebut bukan dimaksudkan untuk menghukum, tetapi hanya untuk membuat si Kecil sadar akan pentingnya berperilaku baik kepada saudaranya.
3. Alihkan perhatian dan berikan kata-kata kasih sayang yang lebih intensif

Freepik Ketika Mama melihat si Kecil akan berbuat kasar kepada saudaranya, cobalah untuk alihkan perhatiannya.
Mama bisa mengarahkannya untuk berbuat kasar atau marah terhadap hal lain, misalnya memukul bantal atau melempar bola ke dinding atau tempat yang cukup luas. Setelah dirasa anak mulai tenang, nasihati si Kecil dengan tutur kata yang baik. Berikan pengertian dengan lemah lembut.
Jangan membentaknya ya, Ma. Karena, hal tersebut akan memicu kebencian atau kecemburuan terhadap satu sama lain.
4. Beri rewards atau pujian

Freepik/tirachardz Saat mereka rukun, berilah rewards. Rewards bisa berupa pujian seperti terima kasih, atau hadiah kecil, seperti membelikan mainan atau makanan yang sama, melakukan aktivitas bersama, dan lainnya.
Dengan demikian, anak akan terhindar dari rasa iri, cemas, dan kehilangan perhatian orangtua. Jika memungkinkan, berilah hadiah yang sama persis. Jangan dibedakan ya, Ma.
5. Bacakan cerita di malam hari

Freepik/tirachardz Anak-anak biasanya lebih menerima informasi apabila diinfokan melalu cerita. Selain itu, membacakan cerita juga dapat mendukung perkembangan kognitifnya.
Meski di zaman sekarang ini Mama bisa menggunakan gadget untuk menemani anak di malam hari sebelum tidur, tetapi membacakan cerita secara langsung memiliki kelebihan tersendiri. Tidak hanya melatih daya ingatnya, tetapi juga melatih imajinasi, kreativitas, keterampilan bahasa, mempererat hubungan, hingga membuat minat baca anak terbentuk.
Menurut American Academy of Pediatrics, membaca untuk anak-anak dan bersama anak-anak adalah acara yang sangat menggembirakan dan dapat membina hubungan, serta membantu perkembangan bahasa.
6. Luangkan waktu bersama

Freepik/tirachardz Meluangkan waktu bersama antara orangtua dan anak bisa menjadi salah saru cara mengatasi sibling rivalry yang cukup efektif. Selain membaca buku bersama, Mama bisa mengajaknya untuk melakukan kegiatan lainnya, seperti pergi keluar dan bermain.
Berikan perlakukan hiperbolik, mencium, memeluk, dan jangan lupa memberitahukan tentang rasa cinta Mama kepada anak-anaknya. Selain itu, berikan pula pemahaman bahwa Mama tidak membeda-bedakan dalam memberi kasih sayang.
7. Beri pelukan kepada anak-anak setiap harinya

Freepik/bristekjegor Sentuhan orangtua sangat dibutuhkan oleh anak agar ia dapat merasakan kasih sayang. Meskipun tidak ada aturan jumlah yang signifikan untuk pelukan, tetapi Mama dianjurkan memeluk anak 8 hingga 12 kali atau lebih dalam sehari. Masing-masing pelukan dilakukan selama 20 detik.
Pelukan tersebut nantinya akan mengeluarkan hormon oksitosin yang sangat bermanfaat bagi Mama dan anak. Selain meredakan stres, Mama dan anak-anak juga akan merasa lebih tenang. Tidak hanya itu, pelukan juga bisa membuat anak merasa lebih dicintai oleh orangtua.
Nah, itu dia 7 cara mengatasi sibling rivalry yang bisa Mama lakukan ketika anak-anak merasa cemburu, iri, hingga bertengkar.Â
Meski sibling rivalry atau persaingan antarsaudara sering terjadi, Mama tidak boleh membiarkannya begitu saja ya. Usahakan untuk menunjukkan kasih sayang yang sama dengan tidak membandingkan anak.























