Kemudahan teknologi dan maraknya hiburan digital membuat anak-anak zaman sekarang lebih betah menghabiskan waktu berjam-jam duduk diam di depan layar daripada bermain aktif di luar ruangan.
Fenomena kurang bergerak ini sering kali dianggap sepele oleh orangtua, selama si Kecil terlihat tenang dan tidak membuat keributan di dalam rumah.
Padahal, tubuh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan stimulasi motorik dan gerakan fisik yang konsisten untuk membentuk organ, otot, dan jaringan saraf yang kuat.
Ketika si Kecil kekurangan aktivitas fisik harian, sistem metabolisme tubuh akan melambat, dan berbagai fungsi organ tidak akan berkembang secara maksimal.
Berikut Popmama.com rangkum 15 dampak kurang aktivitas fisik pada anak yang harus segera diantisipasi oleh orangtua!
