- Skrining, untuk mendeteksi risiko anemia dan gangguan pertumbuhan menggunakan standar antropometri serta kalkulator zat besi.
- Edukasi, melalui media pembelajaran mengenai gizi seimbang, pentingnya zat besi, dan pola makan sehat.
- Intervensi, yaitu tindak lanjut yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan.
7 Fakta Program Puskesmas Siap SEDIA untuk Cegah Stunting

Program Puskesmas Siap SEDIA diluncurkan oleh APKESMI untuk memperkuat peran puskesmas dalam mencegah anemia dan stunting sejak dini.
Program ini mengusung tiga langkah utama: skrining risiko, edukasi gizi seimbang, serta intervensi sesuai hasil pemeriksaan agar penanganan anak lebih cepat dan tepat.
Danone Indonesia mendukung program melalui pengembangan Kalkulator Zat Besi, sementara kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pencegahan stunting berjalan efektif di seluruh lapisan masyarakat.
Mencegah stunting tidak hanya dimulai dari rumah Ma, tetapi juga membutuhkan dukungan dari layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Meski angka stunting di Indonesia terus menurun, masih banyak anak yang membutuhkan perhatian agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni 2026, Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) meluncurkan Program Puskesmas Siap SEDIA (Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan Stunting). Program ini bertujuan memperkuat peran puskesmas dalam mendeteksi dan mencegah anemia serta stunting sejak dini. Berikut Popmama.com rangkum fakta-fakta yang perlu Mama ketahui.
1. Stunting masih dialami sekitar 1 dari 5 balita di Indonesia

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 19,8 persen. Artinya, sekitar satu dari lima balita masih mengalami gangguan pertumbuhan akibat masalah gizi kronis.
Angka ini memang menunjukkan perbaikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Namun, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara konsisten agar semakin banyak anak Indonesia dapat tumbuh sehat.
2. Anemia ternyata juga berperan dalam risiko stunting

Tidak sedikit orangtua yang mengira stunting hanya berkaitan dengan tinggi badan anak. Padahal, salah satu faktor yang juga perlu diperhatikan adalah Anemia Defisiensi Besi (ADB).
Kekurangan zat besi pada anak dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan berkonsentrasi, daya ingat, hingga proses belajar. Karena itu, pencegahan anemia menjadi bagian penting dalam upaya mencegah stunting.
3. Puskesmas menjadi garda terdepan dalam pencegahan

Melalui Program Puskesmas Siap SEDIA, APKESMI ingin memperkuat peran puskesmas sebagai layanan kesehatan primer yang paling dekat dengan masyarakat.
Harapannya, anak-anak yang berisiko mengalami anemia maupun gangguan pertumbuhan bisa diketahui lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan sedini mungkin.
4. Program ini memiliki tiga langkah utama

Program Puskesmas Siap SEDIA mengusung tiga pendekatan utama, yaitu:
Pendekatan ini diharapkan membuat pelayanan menjadi lebih terarah sesuai kebutuhan setiap anak.
5. Orangtua juga mendapat edukasi tentang kebutuhan gizi anak

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, program ini juga membantu meningkatkan pemahaman orangtua mengenai pentingnya pemenuhan zat besi dan gizi seimbang.
Dengan informasi yang tepat, orangtua diharapkan dapat lebih mudah menerapkan pola makan sehat di rumah untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.
6. Danone Indonesia turut mendukung deteksi dini anemia

Dalam pelaksanaannya, Program Puskesmas Siap SEDIA mendapat dukungan dari Danone Indonesia, salah satunya melalui pengembangan Kalkulator Zat Besi.
Alat bantu digital ini dirancang untuk membantu tenaga kesehatan melakukan skrining risiko kekurangan zat besi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
7. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk mencegah stunting

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara keluarga, tenaga kesehatan, organisasi profesi, pemerintah, hingga sektor swasta agar anak memperoleh akses terhadap pemeriksaan, edukasi, dan penanganan yang sesuai.
Melalui Program Puskesmas Siap SEDIA, para orangtua lebih mudah untuk melakukan deteksi dini anemia dan stunting sehingga lebih banyak anak Indonesia dapat tumbuh sehat, optimal, dan siap menghadapi masa depan.


















