Viral! Balita Diserang Temannya di Daycare, Alami Banyak Gigitan

- Seorang balita 23 bulan di Maharashtra, India, mengalami puluhan luka gigitan setelah ditinggalkan tanpa pengawasan di daycare, dan rekaman CCTV kejadian tersebut viral di media sosial.
- Keluarga korban menolak tawaran uang damai dari pihak daycare dan melapor ke polisi, yang kemudian menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka atas dugaan kelalaian serius.
- Penyelidikan mengungkap daycare diduga belum memiliki izin operasional resmi, memicu sorotan publik terhadap lemahnya standar keamanan serta pentingnya pengawasan aktif di tempat penitipan anak.
Menitipkan anak di daycare seharusnya membuat orangtua merasa tenang karena si Kecil berada dalam pengawasan tenaga profesional. Namun, sebuah kasus memilukan yang terjadi di India justru menjadi pengingat bahwa pengawasan di tempat penitipan anak tidak boleh dianggap sepele.
Seorang balita berusia 23 bulan mengalami puluhan luka gigitan setelah diduga ditinggalkan tanpa pengawasan di sebuah daycare di Maharashtra, India. Rekaman CCTV-nya pun viral di media sosial.
Korban diserang oleh balita lain saat staf daycare tidak berada di dalam ruangan. Kasus ini kini tengah diselidiki polisi dan memicu kemarahan publik karena diduga terjadi kelalaian serius dari pihak pengelola daycare.
Berikut Popmama.com merangkum kronologi hingga pelajaran penting bagi orangtua terkait kasus ini.
1. Balita 23 bulan diserang temannya di daycare

Dikutip dari The Times of India, peristiwa balita 23 bulan menjadi korban serangan teman sebayanya itu terjadi pada 22 Juni 2026 di FirstCry Intellitots Preschool, kawasan CIDCO, Maharashtra.
Berdasarkan laporan polisi dan rekaman CCTV, balita menyerang teman sebayanya terjadi saat pengasuh keluar dari ruangan sambil membawa satu anak. Pengasuh daycare itu meninggalkan tiga balita lainnya di dalam ruangan tanpa pengawasan.
2. Korban alami banyak gigitan di wajah hingga tubuh

Selama sekitar 30 menit tidak ada guru, staf maupun pengasuh yang berada di dalam kelas. Dalam rentang waktu tersebut, salah satu balita berulang kali menggigit korban. Rekaman CCTV memperlihatkan korban digigit sekitar 25 kali pada wajah, hidung, bibir, dada, punggung, hingga kaki. Anak itu juga terus menangis sebelum akhirnya staf menyadari kejadian tersebut.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan medis. Video CCTV yang beredar luas di media sosial kemudian memicu gelombang kritik terhadap standar keamanan daycare di India.
3. Keluarga korban menolak uang damai, polisi tetapkan tersangka

Orangtua korban mengaku pihak daycare sempat menyebut luka yang dialami anak mereka hanya “goresan ringan". Untuk menyelesaikan kasus ini secara damai, keluarga korban sempat ditawari kompensasi sebesar 10 lakh rupee atau sekitar Rp190 juta, ditambah pendidikan gratis selama tiga tahun.
Keluarga korban menolak tawaran tersebut dan memilih melapor ke polisi. Polisi kemudian mendaftarkan laporan pidana terhadap sejumlah pihak, termasuk CEO, pemilik, kepala sekolah, pengelola, hingga pengasuh daycare atas dugaan kelalaian yang menyebabkan anak mengalami luka.
4. Daycare tersebut diduga belum memiliki izin

Hingga kasus ini naik dan viral terutama di X dan Threads, penyelidikan masih terus berlangsung. Di mana rekaman CCTV sebagai salah satu barang bukti utama dari kasus ini.
Selain itu, laporan media India menyebut pusat penitipan anak tersebut diduga belum memiliki izin operasional yang sesuai dari otoritas setempat untuk menjalankan layanan prasekolah. Temuan tersebut turut memperberat sorotan terhadap sistem pengawasan lembaga penitipan anak di wilayah tersebut.
5. Mengapa balita bisa menyerang balita lain?

Kasus balita berusia 23 bulan yang mengalami banyak luka gigitan di sebuah daycare di India membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang balita bisa menyerang anak lain hingga separah itu?
Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP) perilaku menggigit, memukul, atau mendorong sebenarnya cukup umum terjadi pada anak usia 1–3 tahun sebagai bagian dari proses tumbuh kembang.
AAP juga menjelaskan bahwa pada usia tersebut anak belum mampu mengendalikan emosi dan mengungkapkan perasaannya dengan baik. Saat merasa marah, frustrasi, atau berebut mainan, mereka bisa menggunakan gigitan sebagai bentuk komunikasi. Beberapa balita juga menggigit karena sedang tumbuh gigi, mencari stimulasi sensorik, atau meniru perilaku yang pernah mereka lihat.
Dalam kasus di India, perhatian utama justru tertuju pada dugaan kelalaian pengawasan di daycare. Berdasarkan laporan, anak-anak diduga dibiarkan tanpa pendamping selama 30 menit sehingga perilaku agresif yang seharusnya dapat dihentikan dalam hitungan detik terus berlanjut hingga menyebabkan korban mengalami lebih dari 17 luka gigitan.
Karena itu, pengawasan aktif dari pengasuh menjadi faktor penting untuk mencegah konflik antarbalita berkembang menjadi cedera serius.
6. Pelajaran penting bagi orangtua sebelum memilih daycare

Kasus ini memang terjadi di India, tetapi di Indonesia juga pernah kasus serupa. Ini menjadi pengingat bahwa memilih daycare tidak cukup hanya melihat fasilitas atau reputasi mereknya. Orangtua sebaiknya memastikan lembaga memiliki izin operasional yang jelas, rasio pengasuh dan anak yang memadai, serta prosedur keselamatan yang transparan.
Jika memungkinkan, tanyakan apakah orangtua dapat mengakses CCTV, bagaimana prosedur ketika terjadi konflik antar anak, serta bagaimana sistem pelaporan jika terjadi insiden. Daycare yang baik juga memiliki SOP untuk memastikan anak tidak pernah berada di ruangan tanpa pengawasan orang dewasa.
Terakhir, selalu perhatikan perubahan perilaku anak setelah pulang dari daycare. Jika si Kecil tiba-tiba takut kembali ke sekolah, sering menangis, muncul luka yang tidak dapat dijelaskan, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa, jangan ragu berdiskusi dengan pihak daycare dan segera mencari penjelasan. Kewaspadaan orangtua menjadi salah satu lapisan perlindungan terpenting bagi keselamatan anak.
Itulah tadi informasi mengenai balita diserang temannya di daycare, alami banyak gigitan. Semoga kasus ini menjadi pelajaran penting untuk kita semua ya!


















