Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dongeng Fabel: Oki si Orangutan yang Mau Belajar Berbagi
Popmama.com/Novy Agrina/AI
  • Hari Orangutan Sedunia diperingati setiap 19 Agustus untuk meningkatkan kepedulian terhadap konservasi orangutan dan hutan, habitat satwa asli Asia Tenggara yang kini hidup liar di Sumatra dan Kalimantan.

  • Orangutan menghadapi ancaman hilangnya habitat, perburuan, dan perdagangan ilegal, padahal mereka berperan menyebarkan biji buah untuk membantu regenerasi hutan.

  • Dalam dongeng fabel, Oki menolak berbagi rambutan dengan Lala yang lapar, lalu menyesal dan belajar bahwa berbagi, empati, serta mencari makanan bersama membuat persahabatan lebih bahagia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Oki, seekor orangutan kecil, belajar berbagi makanan setelah menolak permintaan rambutan dari Lala si lutung yang kelaparan.
  • Who?
    Oki si orangutan, Lala si lutung, Bimo si beruang madu, dan Tara si burung enggang bertemandi  dalam hutan.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di hutan, termasuk di pohon rambutan, tempat tinggal Oki, semak tempat Lala ditemukan, dan bawah pohon besar.
  • When?
    Kejadian dimulai pada suatu pagi saat Oki memetik rambutan, berlanjut hingga keesokan hari ketika ia mencari Lala.
  • Why?
    Oki awalnya menyimpan rambutan untuk dirinya sendiri. Setelah melihat Lala lapar dan buah simpanannya mulai tidak segar, Oki menyesali tindakannya.
  • How?
    Oki meminta maaf, memberikan rambutan segar kepada Lala, lalu mengajak Lala mencari makanan bersama dan membagikan hasilnya kepada teman-teman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orangutan adalah hewan yang sering disebut sebagai mamalia cerdas dan memiliki kemiripan dengan manusia. Bulunya cokelat kemerahan, bisa berjalan agak tegak menggunakan kedua kaki, dan memiliki suara “uu aa uu aa” yang khas. 

Orangutan memiliki beberapa ciri khas:

  • Menyusui anaknya dengan air susunya.

  • Bernapas menggunakan paru-paru.

  • Berdarah panas, sehingga suhu tubuhnya stabil.

  • Melahirkan anak, bukan bertelur maka disebut mamalia.

  • Merawat anaknya dalam waktu cukup lama hingga anak mampu hidup lebih mandiri.

  • Orangutan banyak menghabiskan waktunya di pepohonan hutan, terutama untuk mencari makanan dan beristirahat.

Jika berkunjung ke Kebun Binatang atau Taman Safari, kamu pasti melihat hewan ini. Tahukah kamu kalau ada Hari Orangtuan Sedunia?

Sejarah Hari Orangutan Sedunia

Hari Orangutan Sedunia diperingati setiap 19 Agustus. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan Orangutan kepada masyarakat sekaligus mengajak lebih banyak orang peduli terhadap kelestarian satwa dan hutan tempat mereka tinggal. 

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik juga mencatat 19 Agustus sebagai Hari Orangutan Sedunia.

Peringatan ini dicetuskan oleh World Orangutan Events sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan perhatian terhadap konservasi dan kesejahteraan orangutan. 

Berbagai organisasi konservasi kemudian menggunakan momentum ini untuk mengadakan edukasi, kampanye, penggalangan dukungan, serta kegiatan yang mengajak masyarakat mengenal dan melindungi orangutan.

Mengapa orangutan perlu mendapat perhatian khusus?

Orangutan merupakan satwa asli Asia Tenggara yang saat ini hidup liar di Sumatra dan Kalimantan. Mereka sangat bergantung pada hutan sebagai tempat mencari makanan, membuat sarang, dan membesarkan anak. Sayangnya, orangutan menghadapi berbagai ancaman, seperti hilangnya habitat, perburuan, dan perdagangan satwa secara ilegal.

Orangutan juga memiliki peran penting bagi hutan. Mereka membantu menyebarkan biji dari buah-buahan yang mereka makan sehingga dapat membantu regenerasi hutan. Karena itulah, menjaga orangutan juga menjadi tugas kita bersama. 

Berikut Popmama.com telah membuat sebuah dongeng fabel untuk meramaikan Hari Orangutan Sedunia. Kisah Oki si Orangutan ini juga memberikan pelajaran tentang kebaikan. Disimak ya!

1. Oki dan buah rambutan yang merah dan manis

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Di tengah hutan yang hijau dan rimbun, tinggallah seekor orang utan kecil bernama Oki. Ia memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan dan tangan yang panjang. Ia sangat suka bergelantungan dari satu dahan ke dahan lainnya.

“Hup!” Oki melompat. “Hop!” Ia berpindah ke dahan berikutnya. Suatu pagi, Oki mencium aroma yang sangat ia sukai. “Hmm... bau apa itu?”

Oki melihat ke atas. Di sebuah pohon, tumbuh banyak buah rambutan yang merah dan matang. Mata Oki berbinar. “Wah! Rambutan!” Oki segera memanjat pohon. Satu buah. Dua buah. Tiga buah.

Oki terus memetik rambutan sampai keranjang kecilnya penuh. “Semua ini untukku!” katanya senang.

Oki lalu duduk di sebuah dahan dan mulai menikmati rambutan satu per satu. 

“Nyam! Nyam! Nyam!” Rasanya manis sekali.

Tetapi Oki tidak menyadari bahwa dari bawah pohon, ada seseorang yang sedang memerhatikannya. Ada Lala si Lutung yang sudah melihat Oki sejak tadi.

Lala sudah mencari buah sejak pagi. Dan perutnya terasa sangat lapar.

2. Lala datang dengan perut kelaparan

Popmama.com/Novy Agrina/AI

“Hallo Oki,” Lala menyapa dengan penuh kelembutan.

Oki menoleh. “Oh, Lala!”

“Aku boleh minta satu rambutan?” tanya Lala.

Oki melihat keranjangnya. Masih banyak rambutan di sana. Tetapi Oki memeluk keranjangnya erat-erat. “Maaf, Lala. Ini semua untukku.”

Lala terdiam. “Oh... baiklah.” Lala kemudian pergi mencari makanan lain.

Oki kembali memakan rambutan. “Nyam!” Namun, kali ini rambutan yang ia makan terasa sedikit berbeda. Tidak semanis tadi.

Oki melihat Lala berjalan semakin jauh. Perut Lala berbunyi. “Kruuuk… Kriiuuuukk”

Oki mendengarnya. Tetapi ia tetap diam.

3. Oki menyimpan semua rambutan untuk dirinya

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Hari semakin siang. Oki masih memiliki banyak rambutan. Ia sudah kenyang. Tetapi ketika melihat keranjangnya, Oki berkata,

“Sayang kalau dibagikan. Aku bisa memakannya nanti.”

Ia membawa keranjang rambutan ke tempat tinggalnya. Sesampainya di sana, Oki menyimpan buah-buah itu di sebuah tempat yang aman.

Sore harinya, ia ingin mengambil satu rambutan lagi. Tetapi ternyata beberapa buah sudah mulai berubah warna.

“Eh?”

Oki memegang salah satunya. Rambutan itu sudah tidak segar.

“Yah...” Oki merasa sedih. Ia melihat rambutan yang masih tersisa. Tiba-tiba Oki teringat Lala. “Lala tadi lapar...”

Oki mulai berpikir. Seandainya tadi ia memberikan beberapa rambutan kepada Lala, mungkin buah-buah itu bisa dimakan bersama. Oki menundukkan kepala.

4. Oki melihat Lala menangis

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Keesokan harinya, mesti matahari belum terang bersinar, Oki sudah berangkat mencari Lala. Ia ingin memberikan beberapa rambutan yang masih segar.

Lalu Oki berjalan menyusuri hutan.

“Lala?” Tidak ada jawaban.

“Lala?” Oki mendengar suara kecil dari balik semak.

“Hiks... Hiks...” Ada suara dan Oki mendekat.

Ternyata Lala sedang menangis.

“Ada apa, Lala?” tanya Oki.

“Aku lapar,” jawab Lala.

“Sejak kemarin aku belum menemukan cukup makanan.”

Oki merasa sangat sedih. Ia teringat bagaimana kemarin ia memeluk keranjang rambutan dan tidak mau berbagi.

“Lala...” kata Oki pelan. “Maafkan aku.”

Lala mengangkat wajahnya. “Kenapa kamu minta maaf?”

Oki menarik napas. “Karena kemarin aku punya banyak makanan, tetapi aku tidak mau berbagi denganmu.”

5. Oki belajar bahwa berbagi membuat hati bahagia

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Oki kemudian memberikan rambutan yang masih segar kepada Lala. “Ini untukmu.”

Lala tersenyum. “Terima kasih, Oki.”

Lala segera memakan rambutan itu. “Nyam!” “Uuuuh waaaw, manis sekali!”

Oki ikut tersenyum. Kemudian Oki mendapatkan sebuah ide.

“Bagaimana kalau kita mencari makanan bersama?”

Lala mengangguk. “Boleh!”

Mereka pun berjalan bersama.

Oki menggunakan tangannya yang panjang untuk mengambil buah dari dahan yang tinggi.

Lala mencari buah yang jatuh di tanah.

Mereka mengumpulkan makanan sedikit demi sedikit.

Tak lama kemudian, mereka mendapatkan cukup banyak buah.

Oki melihat hasilnya.

“Kalau kita mencari bersama, ternyata lebih menyenangkan!”

Lala tertawa dan berkata, “Iya!”

6. Pesta buah di bawah pohon

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Hari itu, Oki dan Lala mengajak teman-teman mereka. Ada Bimo si Beruang Madu, dan Tara si Burung Enggang. Mereka duduk bersama di bawah pohon besar.

Ada pisang, rambutan, mangga. Mereka bercerita sambil memakan buah yang tersedia.

Ada juga buah ara dan buah manggis. Semua makanan diletakkan di tengah.

Oki mengambil satu rambutan. Lalu ia berkata, “Teman-teman, hari ini kita makan bersama.”

Bimo tersenyum. “Wah, terima kasih, Oki!”

Oki ikut tersenyum.

Kini ia mengerti. Ketika makanan hanya disimpan untuk dirinya sendiri, ia memang bisa makan banyak. Tetapi ketika makanan dibagikan kepada teman-teman, ia mendapatkan sesuatu yang lebih menyenangkan.

Bagi yang suka berbagi, mereka akan merasa bahagia karena melihat temannya tersenyum.

Sebuah kebaikan tidak akan mengurangi milikmu, itu justru akan menyenangkan hatimu karena saat berbagi orang lain merasa terbantu dan hatinya ikut merasa senang.

7. Oki menjadi Orangutan yang suka berbagi

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Sejak hari itu, Oki berubah. Kalau mendapatkan buah banyak, ia tidak lagi menyimpannya sendirian.

“Teman-teman, ayo makan bersama!”

Kalau menemukan makanan yang cukup untuk beberapa hewan, Oki selalu mengajak teman-temannya.

Suatu hari, Oki menemukan satu buah mangga yang sangat besar. Ia memandang mangga itu. “Wah, aku suka sekali mangga.”

Oki hampir saja memakannya sendiri. Tetapi ia teringat Lala. Oki tersenyum.

“Lebih enak kalau dimakan bersama.”

Ia pun membawa mangga itu ke tempat teman-temannya berkumpul. Mereka membagi mangga menjadi beberapa bagian. “Nyam! Waaah, enak!”

Semua tertawa bahagia. Oki ikut tertawa. Kini Oki tahu satu hal penting.

Berbagi tidak membuat kita kekurangan.

Justru dengan berbagi, kita bisa membuat lebih banyak hati merasa bahagia.

Dan sejak saat itu, Oki dikenal sebagai Orangutan kecil yang selalu punya satu kalimat untuk teman-temannya:

“Kalau kita punya lebih, yuk berbagi!”

Pesan untuk Anak:

Kalau kita punya makanan, mainan, atau sesuatu yang bisa digunakan bersama, kita boleh berbagi dengan teman.

Berbagi bukan berarti kita harus memberikan semuanya.

Kita bisa membagi sebagian dan tetap menyimpan sebagian untuk diri sendiri.

Yang penting, kita belajar melihat apakah ada teman yang membutuhkan.

Karena ketika kita berbagi, kita belajar peduli dengan perasaan orang lain.

Dan ingat, ya:

“Teman yang bahagia bisa membuat hati kita ikut bahagia.”

Dari dongeng fabel berjudul Oki si Orangutan yang Belajar Berbagi, anak-anak jadi bisa ikut memahami tentang seberapa penting berbagi dan mau mencipatakan suasana kebersamaan. Nilai yang dikenalkan melalui cerita ini adalah tentang belajar berbagi, empati, kejujuran, tanggung jawab, dan persahabatan.

Anak mama tentu mau kan, jadi orang baik yang suka berbagi dan memiliki banyak teman?

Editorial Team

Related Article