Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Dari Pelapor Jadi Terlapor, Kisah Baby Kai Korban Roti Gluten Free Palsu

Dari Pelapor Jadi Terlapor, Kisah Baby Kai Korban Roti Gluten Free Palsu
Instagram.com/feliz88eliz
  • Baby Kai, mengalami reaksi alergi berat setelah mengonsumsi roti Bake n Grind yang diklaim bebas gluten tapi hasil uji laboratorium mandiri keluarga justru menemukan kandungan gluten di dalamnya.

  • Pemilik toko menandatangani pengakuan bahwa produk berlabel tidak sesuai klaim dan dikemas ulang, tetapi menurut Mama korban pihak toko tidak memenuhi janji pengembalian deposit serta kompensasi.

  • Laporan Mama korban ke Polda Metro Jaya masih tahap penyelidikan meski saksi dan ahli diperiksa, sementara mereka dilaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran merek.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masih ingatkah Mama dengan kasus seorang bayi 17 bulan yang sempat viral karena mengalami alergi hebat usai mengonsumsi roti berlabel gluten free?

Kasus ini menyita perhatian publik pada Oktober 2025 setelah sang Mama, Felicia Elizabeth, mengungkap bahwa produk yang dibeli khusus untuk anaknya ternyata mengandung gluten dan bahan berbahaya lainnya.

Baby Kai harus menderita dengan sekujur tubuh memerah, bengkak, dan menangis sepanjang malam. Sebagai orangtua, Mama Felicia awalnya hanya ingin meminta keadilan dan pertanggungjawaban dari pemilik toko roti tersebut.

Ia sempat menerima surat permohonan maaf di atas materai yang ditandatangani sendiri oleh pemilik toko, yang mengakui produknya adalah false claim dan di-repack dari bakery komersial biasa. Namun janji itu tinggal janji, karena pemilik toko justru menghilang dan tidak memenuhi kewajibannya.

Kini, setelah hampir setahun berjuang melalui jalur hukum, keluarga korban justru menerima kabar laporan polisi yang ia buat tidak ada perubahan meski puluhan saksi dan ahli sudah diperiksa. Yang lebih ironis, ia justru dilaporkan balik oleh pemilik toko dengan dua tuduhan, pencemaran nama baik dan pelanggaran merek.

Melalui unggahan terbaru di Instagram pribadinya, Mama Felicia bagikan rasa sedih dan kecewanya atas apa yang keluarganya alami. Berikut ini Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

  1. 1. Kilas balik kronologi singkat Baby Kai alami alergi parah

    roti gluten free
    Instagram.com/feliz88eliz

    Kasus ini berawal ketika Felicia Elizabeth membeli produk roti dari toko online Bake n Grind yang mengklaim bebas gluten, bebas susu, bebas telur, vegan, dan menggunakan stevia.

    Felicia memilih produk tersebut karena anaknya, Kai, memiliki riwayat eczema dan alergi terhadap dairy, coconut, dan soy.

    Demi anaknya bisa makan camilan, Felicia rela membayar lebih untuk produk yang diyakini aman. Namun, harga yang dibayarkan justru membawa bahaya bagi Kai.

    Felicia kemudian melakukan uji laboratorium independen di PT Saraswanti Indo Genetech. Hasilnya menyebutkan bahwa produk yang diklaim gluten free ternyata positif mengandung gluten.

    Tak hanya itu, terungkap pula bahwa produk tersebut diduga merupakan hasil repack dari bakery komersial biasa di mal-mal, yang kemudian dikemas ulang dan dijual dengan harga berlipat ganda.

    "Produk false claim ini sudah mengancam kesehatan anak saya. Alergi/intoleran bukanlah hal sepele, salah makan bisa menyebabkan sesak nafas, muntah, bahkan kematian," tulis Felicia dalam unggahannya.

  2. 2. Kondisi prihatin Baby Kai pasca mengonsumsi roti tersebut

    baby kai
    Instagram.com/feliz88eliz

    Setelah mengonsumsi roti tersebut, Kai mengalami reaksi alergi akut yang parah.

    Melalui unggahan sang Mama, dibagikan kembali bagaimana kondisi wajah sang putra yang alami bengkak dan sekujur tubuhnya memerah panas seperti terbakar.

    Dalam unggahannya juga, Mama Felicia menuliskan bahwa Kai harus menghentikan ASI, puasa total dari semua makanan, dan hanya mengonsumsi labu siam serta kentang kukus.

    "Tidur terganggu, garuk-garuk, menangis sepanjang malam! merasakan gatal/ruam/bengkak/merah panas," tulis Felicia.

    Ia juga menyebutkan bahwa pencernaan Kai terganggu, kembung, dan buang air besar tidak teratur yang membuatnya merasa begitu terpukul sebagai orangtua.

    Karena konsumsi makanan yang diyakini aman, justru membawa petaka dan mengganggu golden age sang buah hati.

    Felicia mengaku menangis setiap kali melihat video kondisi anaknya yang menderita. "Maafin mama, Kai, kamu harus mengalami penderitaan seperti ini," tulisnya dengan pilu.

  3. 3. Perjuangan keluarga terus meminta keadilan

    keluarga baby kai meminta keadilan
    Instagram.com/feliz88eliz

    Pada 8 Oktober 2025, pemilik toko datang menemui Felicia tanpa paksaan dan menandatangani surat pernyataan serta permohonan maaf di atas materai.

    Dalam surat tersebut, pemilik toko secara eksplisit mengakui bahwa produknya merupakan false claim atau tidak sesuai dengan label yang tertera.

    Ia juga mengakui mengambil produk dari supplier yang tidak sesuai dengan klaim dan melakukan repack untuk dijual ke konsumen.

    Pemilik toko berjanji mengembalikan uang sisa deposit para konsumen dan memberikan kompensasi untuk yayasan sosial.

    Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan pada 16 Oktober 2025, pemilik toko justru menghilang dan tidak memenuhi janjinya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

    Felicia pun melaporkan pemilik toko ke Polda Metro Jaya pada 17 Oktober 2025. Selama hampir setahun ini, lebih dari 10 saksi dan ahli sudah diperiksa, bukti surat sudah lengkap, bahkan kasus ini sudah tayang di podcast Denny Sumargo & Grace Tahir.

    Namun, proses hukumnya masih stagnan di tahap penyelidikan dan pelaku tidak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.

    "Sebagai orang awam, saya heran, sesulit itukah keadilan didapatkan di negeri ini? Bukannya hukum dan penegak hukum harusnya melindungi korban?" tulis Felicia penuh bertanya.

    Yang lebih mengkhawatirkan, Felicia mengungkapkan bahwa Kai bukanlah satu-satunya korban.

    Mayoritas konsumen toko tersebut adalah mereka dengan kondisi medis khusus seperti eczema, alergi, ADHD, autoimun, kanker, diabetes, dan tumor.

    Dalam unggahannya, Mama dari Kai membagikan kesaksian dari korban lain yang mengalami eksim parah hingga tumor dan kista muncul kembali setelah mengonsumsi produk tersebut.

    Bahkan ada pasien kanker yang sedang menjalani pemulihan dan pasien pasca operasi usus yang tanpa sengaja mengonsumsi produk false claim tersebut.

    "Mereka yang semula mengira mengonsumsi makanan yang aman, ternyata malah menjadi ancaman. Di manakah hati nurani si Penjual/ybs ini? KOK BISA TEGA YA??" ujar Felicia dengan pilu.

  4. 4. Perubahan status dari pelapor menjadi terlapor

    dari pelapor menjadi terlapor
    Instagram.com/feliz88eliz

    Di tengah perjuangannya mencari keadilan, keluarga Baby Kai justru menerima kabar mengejutkan karena dilaporkan balik oleh pemilik toko dalam dua laporan polisi terpisah, yaitu Laporan Pencemaran Nama Baik & ITE di Polres Jakarta Barat dan Laporan Pelanggaran Merek di Polda Metro Jaya.

    Melalui curhatan penuh pilu yang dibagikannya, Mama Felicia merasa begitu kecewa karena laporan pemilik toko terhadap dirinya justru sudah naik ke tahap penyidikan, sementara laporannya terhadap pemilik toko masih tertahan di tahap penyelidikan.

    "Begitu cepat proses laporan terhadap saya, korban yang berteriak meminta keadilan dan pertanggungjawaban hukum dari terduga pelaku," tulisnya.

    Felicia mempertanyakan apakah memaparkan hasil uji laboratorium resmi dan menceritakan isi surat pernyataan yang ditandatangani sendiri oleh pemilik toko bisa dianggap sebagai pencemaran nama baik dan pelanggaran merek.

    Bahkan ia menerima kabar bahwa ada beberapa orang lain yang turut dilaporkan oleh pemilik toko dan diproses oleh pihak berwajib.

  5. 5. Meminta bantuan banyak pihak demi keadilan putranya

    dari pelapor menjadi terlapor
    Instagram.com/feliz88eliz

    Dalam unggahannya, Felicia juga membagikan tangkapan layar dari unggahan pemilik toko yang terkesan meremehkan dan menyudutkannya.

    Pemilik toko dalam unggahan yang terekam layar itu menyebutkan, "Kita bs aja buat tanggapan postingan tp ngapain nanggapin org stres dan putus asa kayak s' ini, gak ada untungnya."

    Pemilik toko juga menyebut Mama dari Kai ini playing victim, padahal anaknyalah yang menjadi korban. Hal ini tentu membuatnya merasa geram dan meminta bantuan pada banyak orang agar anaknya mendapat keadilan.

    Di akhir unggahannya, Mama Felicia berharap agar tidak ada lagi korban baru.

    "Hari ini saya yang dilaporkan karena menyuarakan kebenaran. Besok, bisa jadi siapa pun. Ketika korban justru dituntut dan dikriminalisasi, rasanya keadilan makin jauh dari genggaman," tulisnya.

    Kasus alergi seperti yang dialami Baby Kai bukanlah hal yang bisa disepelekan, apalagi ketika korbannya adalah anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Salah konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan kondisi kesehatannya bisa berakibat fatal, mulai dari gangguan pertumbuhan hingga ancaman kematian.

    Semoga kasus ini segera mendapatkan titik terang dan keadilan yang layak diterima oleh Mama Felicia, Baby Kai, dan seluruh korban lainnya yang telah dirugikan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More