- tertawa,
- bergerak,
- bercanda,
- merasakan perhatian dari orang yang mereka sayangi.
Pelukan Mama atau Main Bareng Papa, Mana yang Disukai Anak?

Studi pada 154 anak usia 6–13 tahun menunjukkan 27,9% menyebut bermain dengan Papa sebagai momen bahagia, hampir delapan kali lebih sering dibanding bermain dengan ibu.
Momen afeksi lebih banyak dikaitkan dengan ibu: 22,1% anak menyebut kedekatan emosional, dukungan, atau pelukan bersama ibu, hampir enam kali lebih sering daripada bersama Papa.
Aktivitas luar rumah dan rutinitas sederhana juga membahagiakan anak, tetapi kesesuaian persepsi momen istimewa antara anak dan orangtua rendah, sekitar 38% pada ibu dan 44% pada Papa.
Setiap orangtua pasti ingin memberikan momen terbaik untuk anak.
Tak harus berupa liburan mahal atau hadiah yang mewah, terkadang hal sederhana seperti bermain bersama atau memberikan pelukan hangat justru bisa menjadi kenangan yang paling membekas bagi si Kecil.
Menariknya, momen yang membuat anak bahagia bersama Mama dan Papa ternyata bisa berbeda.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Happiness Studies menemukan bahwa anak lebih sering mengaitkan momen bermain dengan Papa, sementara momen penuh kasih sayang lebih sering mereka kaitkan dengan ibu.
Lantas, seperti apa momen yang paling membuat anak merasa bahagia bersama orangtua?
Berikut Popmama.com telah merangkum faktanya. Yuk, simak!
1. Bermain bersama Papa ternyata jadi momen yang berkesan

Pexels/Pavel Danilyuk Bagi anak, bermain bukan sekadar mengisi waktu luang. Ketika bermain bersama orangtua, mereka mendapatkan kesempatan untuk:
Hal ini terlihat dalam penelitian yang melibatkan 154 anak berusia 6–13 tahun.
Ketika diminta menceritakan momen yang membuat mereka bahagia bersama orangtua, 43 anak atau 27,9 persen menyebut bermain bersama Papa.
Sementara itu, hanya 9 anak atau 5,8 persen yang menyebut bermain bersama ibu.
Secara statistik, anak hampir 8 kali lebih mungkin menyebut momen bermain bersama Papa dibandingkan bersama ibu.
Momen tersebut tidak selalu berupa permainan yang terstruktur. Peneliti juga memasukkan aktivitas seperti bermain bola, berlari, bersepeda, bermain secara fisik, hingga bercanda sebagai bagian dari momen bermain.
Jadi, Papa tidak perlu bingung mencari aktivitas yang mahal untuk menciptakan kenangan bersama anak.
Bermain bola di halaman, bersepeda keliling kompleks, atau sekadar bercanda di rumah pun bisa menjadi momen yang sangat berarti bagi si Kecil.
2. Pelukan dan kasih sayang lebih sering dirasakan bersama Mama

Pexels/Andrea Piacquadio Kalau Papa lebih sering hadir dalam cerita anak melalui momen bermain, hal berbeda terlihat ketika anak menceritakan momen penuh kasih sayang.
Sebanyak 34 anak atau 22,1 persen menyebut momen afeksi bersama ibu sebagai pengalaman bahagia. Sementara itu, hanya 11 anak atau 7,1 persen yang menyebut momen serupa bersama Papa.
Dalam penelitian tersebut, afeksi tidak hanya berarti pelukan.
Para peneliti memasukkan kedekatan emosional, dukungan, berbagi perasaan, serta kontak fisik seperti berpelukan dan cuddling ke dalam kategori ini.
Anak pun hampir 6 kali lebih mungkin melaporkan momen penuh kasih sayang bersama ibu dibandingkan Papa.
Ini menjadi pengingat bahwa pelukan kecil, membelai rambut anak, mendengarkan ceritanya sebelum tidur, atau mengatakan:
“Mama sayang kamu”
mungkin terlihat sederhana bagi orangtua. Namun, bagi anak, momen tersebut bisa terasa begitu istimewa.
3. Jalan-jalan bersama juga bikin anak bahagia

Pexels/Kampus Production Ternyata, kebahagiaan anak bersama orangtua tidak hanya muncul saat bermain atau mendapatkan pelukan. Aktivitas sederhana di luar rumah juga menjadi salah satu momen yang paling sering disebut anak.
Dalam penelitian tersebut, 55 anak atau 35,7 persen menyebut aktivitas di luar rumah sebagai momen bahagia bersama ibu.
Sementara bersama Papa, ada 46 anak atau 29,9 persen yang menyebut kategori tersebut.
Aktivitas di luar rumah yang dimaksud cukup beragam, mulai dari bepergian, jalan-jalan, pergi ke restoran, hingga menonton film bersama.
Artinya, Mama dan Papa tidak perlu selalu merencanakan liburan besar untuk menciptakan kenangan indah. Mengajak anak untuk:
- membeli es krim,
- berjalan-jalan sore,
- makan bersama di luar,
- menonton film keluarga di akhir pekan juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Bisa jadi, bagi anak, hal yang paling penting bukan ke mana perginya, melainkan dengan siapa mereka menghabiskan waktunya.
4. Melakukan hal sederhana bersama juga berarti bagi anak

Pexels/Gustavo Fring Ada satu lagi hal menarik dari penelitian ini. Anak juga menyebut berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan bersama orangtua sebagai momen bahagia.
Sebanyak 26 anak atau 16,9 persen menyebut aktivitas bersama ibu, sedangkan 29 anak atau 18,8 persen menyebut aktivitas bersama Papa.
Kegiatan tersebut termasuk memasak, menonton film, mengerjakan pekerjaan rumah, mempersiapkan pesta, hingga melakukan pekerjaan kecil bersama.
Jadi, jangan buru-buru berpikir bahwa waktu berkualitas harus selalu berupa kegiatan khusus yang membutuhkan banyak persiapan.
Mengajak anak membuat kue, membantu membereskan rumah sambil bercanda, atau menonton film kesukaannya bersama-sama juga bisa menjadi momen yang mereka nikmati.
Kadang-kadang, justru rutinitas sederhana itulah yang kelak menjadi kenangan manis ketika anak sudah tumbuh besar.
5. Anak mungkin punya definisi bahagia yang berbeda dari orangtua

Pexels/Vitaly Gariev Ada satu hal yang juga menarik dari penelitian ini. Orangtua ternyata tidak selalu memiliki pandangan yang sama dengan anak mengenai momen yang paling membahagiakan.
Peneliti menemukan tingkat kesesuaian yang rendah antara jawaban anak dan orangtua ketika diminta mengidentifikasi momen bahagia yang mereka alami bersama. Kesepakatannya hanya sekitar 38 persen antara ibu dan anak, serta 44 persen antara Papa dan anak.
Hal ini menunjukkan bahwa apa yang menurut Mama atau Papa merupakan momen istimewa belum tentu menjadi momen yang paling diingat oleh anak.
Mama mungkin merasa liburan keluarga ke tempat wisata adalah pengalaman yang luar biasa. Namun, bisa saja yang paling diingat anak justru ketika Mama memeluknya setelah ia menangis.
Papa mungkin menganggap bermain bersama anak hanya kegiatan biasa. Padahal, bagi si Kecil, momen ketika Papa mau meluangkan waktu untuk bermain bola bersamanya bisa menjadi salah satu kenangan paling membahagiakan.
Karena itu, daripada sibuk menebak-nebak apa yang membuat anak bahagia, sesekali coba tanyakan langsung kepada mereka, seperti:
“hal apa yang paling kamu suka ketika bersama Mama?”
“kapan kamu paling senang bermain bersama Papa?”
Jawaban mereka mungkin sederhana, tetapi justru bisa membuat Mama dan Papa menyadari bahwa kebahagiaan anak sering kali hadir dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh perhatian dan kasih sayang.


















-27LNYaQ6tCEfrlaGfeEUiuCg3KJdNhk9.jpg)
-ZgcPATonC2V5p2qME1G5yZ3tUaHfuWZ4.jpg)

