Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Ide Main di Rumah saat Anak Perlu Kurangi Kegiatan di Luar
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Aktivitas bermain di rumah dapat mengatasi kebosanan anak saat kegiatan luar dikurangi, sekaligus mendukung perkembangan motorik, kreativitas, bahasa, serta sosial-emosional dengan bahan sederhana.

  • Pilihan permainan mencakup tenda selimut, berburu harta karun, bermain peran, kolase, sensory play, lintasan rintangan, menari, tebak hewan, dan berkebun.

  • Orangtua dapat melibatkan anak dalam memasak camilan sederhana, memberi tugas sesuai kemampuan, mendampingi aktivitas berisiko, serta menjadikan permainan sebagai waktu berkualitas keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anak sedang berada pada masa yang penuh rasa ingin tahu. Mereka senang bergerak, mencoba hal baru, dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, ketika aktivitas di luar rumah perlu dikurangi, sebagian anak mungkin merasa bosan atau kehilangan kesempatan untuk bermain seperti biasanya.

Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir. Bermain di rumah tetap bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Dengan aktivitas yang tepat, si Kecil dapat melatih kemampuan motorik, kreativitas, bahasa, hingga keterampilan sosial-emosionalnya.

Menariknya, sebagian besar permainan ini tidak membutuhkan alat yang mahal dan bisa dilakukan menggunakan barang-barang yang sudah tersedia di rumah.

Berikut Popmama.com telah merangkum 10 ide main di rumah untuk anak yang seru dan mudah dicoba bersama keluarga. Yuk, simak!

1. Membuat tenda dari selimut

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Membuat tenda dari selimut bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan untuk anak. Mama hanya perlu menyiapkan beberapa:

  • kursi,

  • selimut,

  • bantal,

  • kardus yang ada di rumah.

Ajak si Kecil menyusun dan menata bahan-bahan tersebut hingga membentuk tempat bermain yang nyaman. Proses membuat tenda tidak hanya membuat anak merasa seperti sedang berpetualang, tetapi juga melatih kemampuan berpikir dan memecahkan masalah saat menentukan posisi selimut atau menyusun bantal agar tidak mudah roboh.

Setelah tenda selesai dibuat, Mama bisa mengembangkan permainan menjadi lebih seru. Misalnya, menjadikan tenda sebagai rumah rahasia, markas penjelajah hutan, atau kastel tempat menyimpan harta karun. Aktivitas ini mendorong anak menggunakan imajinasi dan kreativitasnya untuk menciptakan berbagai cerita.

Selain itu, bermain bersama di dalam tenda juga dapat menjadi momen berkualitas antara orangtua dan anak. Si Kecil akan merasa senang karena memiliki ruang bermain yang berbeda dari biasanya tanpa harus keluar rumah.

2. Berburu harta karun

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Permainan berburu harta karun dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengajak anak tetap aktif bergerak di dalam rumah. Mama bisa menyembunyikan beberapa benda kecil seperti stiker, mainan favorit, atau camilan sehat di beberapa sudut rumah.

Setelah itu, berikan petunjuk sederhana yang sesuai dengan usia anak, misalnya:

"Cari di dekat tempat menyimpan sepatu."

"Lihat di bawah meja yang ada di ruang keluarga."

Saat mengikuti petunjuk, anak akan berusaha berpikir, mengingat lokasi benda, dan memahami arahan yang diberikan. Kegiatan ini membantu melatih kemampuan bahasa, konsentrasi, serta keterampilan memecahkan masalah sejak dini.

Anak juga belajar untuk tetap fokus hingga berhasil menemukan "harta karun" yang dicari.

Agar lebih menarik, Mama bisa membuat beberapa tahapan petunjuk sebelum anak menemukan hadiah terakhir. Tidak perlu hadiah yang mahal, karena keseruan proses pencarian biasanya sudah cukup membuat anak merasa bangga.

Aktivitas ini juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi kebosanan ketika anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

3. Bermain peran menjadi dokter, guru, atau koki

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Anak umumnya senang meniru apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, bermain peran menjadi salah satu aktivitas yang sangat sesuai untuk tahap perkembangannya.

Mama dapat mengajak anak berpura-pura menjadi dokter yang memeriksa pasien, guru yang mengajar murid, atau koki yang sedang menyiapkan makanan lezat di restoran.

Tidak perlu membeli perlengkapan khusus. Mama bisa memanfaatkan barang yang sudah ada di rumah, seperti:

  • boneka sebagai pasien,

  • buku sebagai alat mengajar,

  • peralatan makan mainan untuk kegiatan memasak.

Ketika bermain, anak akan menciptakan cerita dan dialog sendiri sesuai dengan imajinasinya.

Permainan ini membantu mengembangkan kemampuan bahasa, kreativitas, dan keterampilan sosial anak. Melalui bermain peran, si Kecil juga belajar memahami perasaan orang lain dan melihat suatu situasi dari sudut pandang yang berbeda.

Selain menyenangkan, aktivitas ini dapat memperkaya kosakata anak dan meningkatkan rasa percaya dirinya ketika berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.

4. Menempel dan membuat kolase dari kertas warna

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Membuat kolase bisa menjadi pilihan aktivitas kreatif yang sederhana untuk anak usia 4-5 tahun. Mama hanya perlu menyiapkan kertas warna, kertas gambar, lem, dan gunting khusus anak. Jika ingin lebih praktis, gunakan kertas bekas, majalah, atau koran yang sudah tidak terpakai.

Biarkan si Kecil memilih sendiri warna dan bentuk yang ingin digunakan untuk membuat sebuah gambar.

Mama bisa memberikan tema sederhana, seperti membuat rumah, pohon, bunga, atau hewan. Namun, tidak masalah jika anak justru membuat bentuk sesuai dengan imajinasinya sendiri. Proses menggunting, merobek, mengambil, dan menempel kertas dapat membantu melatih koordinasi tangan dan mata serta kemampuan motorik halus.

Aktivitas ini juga menjadi kesempatan bagi Mama untuk mengajak anak mengenal berbagai warna dan bentuk. Hindari terlalu banyak mengoreksi hasil karya anak. Biarkan ia bereksplorasi dan memberikan apresiasi atas usaha yang sudah dilakukan.

Setelah selesai, Mama bisa memajang hasil kolase di rumah sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas si Kecil.

5. Sensory play menggunakan beras, pasta, atau air

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Sensory play dapat menjadi aktivitas yang menarik bagi anak usia 4-5 tahun karena memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai tekstur menggunakan indra mereka. Mama bisa membuat permainan sederhana dengan bahan yang tersedia di rumah, seperti beras, pasta kering, atau air.

Masukkan bahan ke dalam wadah yang cukup besar, kemudian tambahkan sendok, gelas plastik, mangkuk kecil, atau cetakan agar anak dapat bermain sambil bereksplorasi.

Si Kecil bisa menuang, memindahkan, mencampur, atau mengelompokkan bahan sesuai dengan keinginannya. Mama juga dapat mengajak anak berbicara mengenai apa yang sedang ia rasakan, misalnya apakah beras terasa kasar atau bagaimana tekstur pasta ketika disentuh.

Selain menyenangkan, aktivitas ini membantu menstimulasi indra peraba, melatih koordinasi tangan dan mata, serta mendukung perkembangan motorik halus. Pastikan Mama selalu mendampingi anak selama bermain, terutama jika menggunakan bahan berukuran kecil yang berisiko dimasukkan ke mulut.

6. Membuat lintasan rintangan di ruang keluarga

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Anak tetap membutuhkan aktivitas fisik meski sedang lebih banyak berada di rumah. Mama bisa membuat lintasan rintangan sederhana di ruang keluarga menggunakan benda-benda yang aman, seperti:

  • bantal,

  • kardus,

  • selotip kertas,

  • kursi.

Tidak perlu membuat rintangan yang sulit karena tujuan utamanya adalah mengajak anak bergerak sambil bersenang-senang.

Mama bisa membuat beberapa tantangan, seperti berjalan mengikuti garis dari selotip, melompati bantal, merangkak melewati kardus, atau melempar bola ke dalam keranjang.

Berikan instruksi sederhana dan biarkan anak mencoba menyelesaikan lintasan sesuai kemampuannya.

Permainan ini dapat membantu melatih keseimbangan, koordinasi, kelincahan, dan kemampuan motorik kasar anak. Agar tidak cepat bosan, Mama bisa mengubah susunan lintasan setiap kali bermain.

Sesekali, biarkan si Kecil ikut menentukan tantangan berikutnya. Selain membuat permainan terasa lebih seru, cara ini juga memberikan kesempatan bagi anak untuk menggunakan kreativitasnya.

7. Menari dan bernyanyi mengikuti lagu favorit

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Menari dan bernyanyi bersama bisa menjadi aktivitas sederhana untuk mengisi waktu bermain anak di rumah. Mama dapat memilih beberapa lagu favorit si Kecil, kemudian mengajaknya bernyanyi sambil mengikuti gerakan yang sesuai dengan irama.

Tidak perlu memikirkan apakah gerakannya benar atau tidak. Biarkan anak bergerak bebas dan menikmati musik.

Mama juga bisa membuat permainan kecil dengan menghentikan musik secara tiba-tiba. Ketika musik berhenti, anak harus ikut berhenti bergerak seperti patung. Permainan sederhana ini biasanya membuat anak tertawa sekaligus melatih kemampuan mendengarkan dan mengikuti aturan.

Menari dapat membantu anak melatih:

  • keseimbangan,

  • koordinasi,

  • kontrol tubuh.

Sementara itu, bernyanyi dapat mendukung perkembangan bahasa karena anak mengenal dan mengingat berbagai kosakata melalui lirik lagu. Aktivitas ini juga bisa menjadi momen menyenangkan untuk dilakukan bersama keluarga.

Ketika Mama ikut bernyanyi dan menari, anak biasanya akan merasa lebih percaya diri untuk mengekspresikan dirinya tanpa takut melakukan kesalahan.

8. Bermain tebak gambar atau tebak suara hewan

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Permainan tebak gambar atau suara hewan dapat menjadi aktivitas sederhana untuk mengajak anak belajar sambil bermain. Mama bisa menyiapkan beberapa gambar hewan yang sudah dikenal si Kecil, seperti kucing, ayam, sapi, atau singa.

Tunjukkan satu gambar secara bergantian dan minta anak menebak nama hewan tersebut. Setelah itu, Mama bisa meminta anak menirukan suara hewannya.

Agar lebih menantang, Mama juga bisa membalik permainannya. Mama yang menirukan suara hewan, sementara anak bertugas menebak hewan apa yang dimaksud. Berikan kesempatan kepada si Kecil untuk membuat suara dan Mama yang menebaknya.

Permainan ini membantu melatih daya ingat, kemampuan mengenali suara, serta memperkaya kosakata anak. Mama juga bisa memperluas pembicaraan dengan memberikan informasi sederhana mengenai hewan tersebut, misalnya tempat tinggal atau makanan yang biasa dimakannya.

Dengan begitu, anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa merasa sedang mengikuti kegiatan belajar formal.

9. Berkebun dan menyiram tanaman bersama

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Mengajak anak berkebun bisa menjadi pilihan aktivitas yang menyenangkan sekaligus mengenalkan si Kecil pada alam. Mama tidak membutuhkan halaman yang luas untuk melakukannya.

Beberapa pot kecil di teras, balkon, atau area rumah lainnya sudah cukup untuk menjadi tempat anak belajar merawat tanaman.

Ajak anak membantu memasukkan tanah ke dalam pot, menanam bibit, atau menyiram tanaman menggunakan penyiram berukuran kecil. Mama juga bisa mengajaknya mengamati perubahan tanaman dari hari ke hari.

Misalnya, melihat apakah sudah muncul daun baru atau apakah tanaman terlihat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Aktivitas ini dapat membantu anak memahami bahwa makhluk hidup membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh. Si Kecil juga belajar mengenai tanggung jawab dan kesabaran karena tanaman membutuhkan waktu untuk berkembang.

Mama dapat menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas sederhana. Misalnya, setiap pagi anak mendapat tugas menyiram tanaman bersama Mama. Selain menyenangkan, kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru meski anak lebih banyak beraktivitas di rumah.

10. Memasak camilan bersama Mama

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Memasak camilan sederhana bersama Mama dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman belajar bagi anak.

Pilih resep yang mudah dan tidak membutuhkan proses memasak yang berisiko, seperti:

  • membuat sandwich,

  • menghias roti,

  • mencampur bahan puding,

  • membuat sate dari buah.

Berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan anak, misalnya menuang bahan, mengaduk adonan, menghitung potongan buah, atau menambahkan topping. Selama proses tersebut, Mama bisa mengenalkan konsep sederhana seperti ukuran, jumlah, warna, dan bentuk.

Selain melatih motorik halus, kegiatan memasak membantu anak belajar mengikuti instruksi dan menyelesaikan sesuatu secara bertahap. Si Kecil juga dapat belajar bahwa makanan membutuhkan proses sebelum siap disantap.

Itulah 10 ide main di rumah yang bisa Mama coba bersama anak saat perlu mengurangi kegiatan di luar. Selamat mencoba, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article