Instagram.com/irenecultura
Bagi orangtua yang anaknya mengalami cedera otak akibat kecelakaan seperti Enzo, penting untuk mewaspadai risiko kejang termasuk Tonic Seizures.
Cedera otak akibat kekurangan oksigen bisa mengubah cara kerja otak dalam jangka panjang. Jika anak mengalami kejang tonik, lakukan pertolongan pertama dengan tetap tenang dan catat durasi kejang.
Pastikan juga untuk melindungi kepala anak dari benturan menggunakan benda lembut, jangan menahan gerakan anak, dan jangan memasukkan apapun ke mulut anak karena itu mitos berbahaya, Ma.
Setelah kejang berhenti, posisikan anak miring untuk mencegah tersedak dan kendurkan pakaian di lehernya. Segera bawa anak ke UGD jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak kesulitan bernapas, tidak sadar setelah kejang, atau ini adalah kejang pertamanya.
Untuk diagnosis, dokter akan melakukan EEG untuk merekam aktivitas listrik otak, MRI atau CT Scan untuk melihat kerusakan otak, serta pemeriksaan neurologis berkala.
Pengobatan meliputi obat antikejang rutin, diet ketogenik di bawah pengawasan dokter, stimulasi saraf vagus, atau terapi sel punca seperti yang dijalani Enzo.
Orangtua juga perlu memastikan anak cukup tidur, kelola stres, catat jadwal kejang, berikan obat tepat waktu, dan kenali pemicu kejang seperti demam atau kelelahan.
Penyakit ini mungkin menjadi kondisi yang menakutkan bagi para orangtua, terutama saat menimpa anak-anak pasca kecelakaan tragis seperti yang dialami Enzo, tapi diagnosis bukanlah akhir segalanya.
Dengan penanganan medis yang tepat, dukungan keluarga, serta semangat pantang menyerah, anak dengan Tonic Seizures tetap bisa menjalani hidup yang bermakna, Ma.
Doa terbaik untuk Enzo, semoga cepat pulih dan kembali menjadi anak ceria seperti dulu. Semoga artikel ini juga membantu para orangtua lebih memahami hubungan antara cedera otak akibat kecelakaan dan risiko Tonic Seizures, ya.
Tetap waspada dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter jika melihat gejala aneh pada si Kecil, Ma.