Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kisah Enzo, Balita yang Alami Tonic Seizures Setelah Tenggelam di Kolam
Instagram.com/irenecultura

Enzo, anak laki-laki berusia 4 tahun yang ceria dan penuh kasih, harus mengalami nasib pilu. Kecelakaan di kolam renang rumahnya pada 5 April 2025 lalu, kini mengubah segalanya.

Anak laki-laki yang dulu aktif dan penuh keceriaan, kini harus berjuang melawan Tonic Seizures akibat cedera otak.

Dari akun Instagram orangtuanya, @irenecultura dan @paogesmundo, terungkap perjuangan berat keluarga ini. Mulai dari sempat dalam kondisi kritis dan harus dirawat intensif di ICU., serta segala pengobatan yang setiap harinya adalah pertaruhan bagi si Kecil.

Penyakit Tonic Seizures mungkin masih asing di telinga banyak orangtua. Padahal, kondisi ini bisa menimpa anak-anak pasca cedera otak.

Melansir dari berbagai sumber, berikut akan Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya tentang apa itu Tonic Seizures, gejalanya, serta bagaimana penanganannya.

1. Awal mula Enzo: alami kecelakaan hingga cedera otak

Instagram.com/irenecultura

Sebelum tragedi itu terjadi, Enzo adalah anak seusianya yang sangat ceria, aktif, dan selalu membawa kebahagiaan bagi keluarga.

Namun pada 5 April 2025 lalu, mimpi buruk setiap orangtua menjadi nyata bagi Mama Irene dan Papa Pao. Kisah ini dibagikan langsung oleh sang Mama lewat salah satu unggahannya.

Meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga keselamatan, Enzo berhasil keluar ke halaman belakang dan jatuh ke kolam renang tanpa ada yang menyadari.

Mama dan Papa Enzo segera melakukan CPR hingga tim medis tiba. Kemudian di ruang gawat darurat, tim dokter juga berjuang selama satu jam untuk mengembalikan denyut nadi Enzo yang terus melemah.

Dalam cerita itu, Mama dari Enzo juga bercerita bagaimana seorang perawat bahkan berlutut dan berdoa bersama mereka untuk kondisi sang putra.

Secara ajaib, denyut nadi Enzo stabil dan ia diterbangkan langsung ke Oakland Children's Hospital untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Enzo diketahui mengalami cedera otak akibat kekurangan oksigen atau anoxic brain injury yang mengubah jalan hidupnya selamanya.

2. Perjalanan diagnosis Enzo mengidap Tonic Seizures

Instagram.com/irenecultura

Setelah keluar dari rumah sakit usai mengalami kecelakaan tersebut, kondisi Enzo beberapa kali sempat menurun, Ma.

Sang Mama juga bercerita bahwa paru-paru kiri Enzo masih tersumbat lendir, kadar oksigennya rendah, dan demam terus meningkat. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Enzo hanya menggunakan paru-paru kanannya.

Pada bulan September lalu, Enzo kembali menjalani perawatan dan dilakukan tes EEG (electroencephalography) yang merupakan pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik di otak.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menempelkan elektroda di kulit kepala untuk mendeteksi pola gelombang otak yang tidak normal.

Dari hasil tes itulah, akhirnya diketahui bahwa Enzo mengalami Tonic Seizures. Sang Mama mengungkapkan, "Hasil EEG Enzo tidak sesuai harapan, tapi kami percaya pada prosesnya dan tetap berharap."

3. Pengobatan stem cell dijalani Enzo

Instagram.com/irenecultura

Saat ini, Enzo masih terus menjalani pengobatan berupa stem cell treatment atau terapi sel punca.

Dalam unggahan-unggahan sang Mama, terlihat bagaimana Enzo ditemani setia oleh orangtua dan saudara-saudaranya selama proses pengobatan. Mereka terus memberikan dukungan penuh untuk kesembuhan Enzo.

Stem cell treatment sendiri adalah terapi yang menggunakan sel punca untuk memperbaiki jaringan otak yang rusak.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan untuk kasus cedera otak, banyak keluarga yang mencoba terapi ini sebagai harapan tambahan di luar pengobatan konvensional.

Bahkan, kedua orangtua Enzo rela memboyong sang putra untuk terbang ke Arizona demi mengeksplorasi terapi baru yang dapat membantu kesembuhan Enzo.

"Kami melakukan perjalanan ke Arizona untuk mengeksplorasi terapi baru yang membantu otak dan tubuh terhubung dengan cara yang ampuh," tulis Mama Irene dalam salah satu unggahannya.

4. Apa Itu Tonic Seizures?

Youtube.com/Epilepsy Action

Melansir dari situs Epilepsy Foundation, Tonic Seizures adalah kondisi di mana tonus otot atau ketegangan normal otot saat istirahat meningkat secara drastis.

Dalam bahasa sederhananya, saat kejang tonik terjadi, tubuh, lengan, atau kaki anak menjadi kaku atau tegang secara tiba-tiba.

Pada saat kejang berlangsung, anak mungkin masih sadar atau hanya mengalami sedikit perubahan kesadaran, Ma.

Kejang tonik biasanya terjadi saat tidur dan umumnya melibatkan seluruh atau hampir seluruh bagian otak, sehingga mempengaruhi kedua sisi tubuh. Durasi kejang ini singkat, biasanya kurang dari 20 detik.

Ciri khas utamanya adalah terjadinya kekakuan atau kontraksi otot secara tiba-tiba dan menyeluruh. Otot-otot punggung, lengan, dan kaki menjadi tegang dan kaku secara bersamaan.

Kecelakaan yang dialami Enzo bisa berujung pada diagnosis Tonic Seizures karena berkaitan dengan cedera otak yang dideritanya pasca kejadian tersebut.

Saat Enzo tenggelam di kolam renang, tubuhnya kekurangan pasokan oksigen dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini dikenal dengan istilah anoxic brain injury atau cedera otak akibat kekurangan oksigen.

Otak sangat bergantung pada oksigen untuk dapat berfungsi dengan baik. Jadi, ketika pasokan oksigen terhambat, sel-sel otak mulai rusak dan bahkan mati. Kerusakan sel otak inilah yang kemudian mengganggu sistem kelistrikan alami di dalam otak.

5. Menangani anak dengan Tonic Seizures pasca cedera otak

Instagram.com/irenecultura

Bagi orangtua yang anaknya mengalami cedera otak akibat kecelakaan seperti Enzo, penting untuk mewaspadai risiko kejang termasuk Tonic Seizures.

Cedera otak akibat kekurangan oksigen bisa mengubah cara kerja otak dalam jangka panjang. Jika anak mengalami kejang tonik, lakukan pertolongan pertama dengan tetap tenang dan catat durasi kejang.

Pastikan juga untuk melindungi kepala anak dari benturan menggunakan benda lembut, jangan menahan gerakan anak, dan jangan memasukkan apapun ke mulut anak karena itu mitos berbahaya, Ma.

Setelah kejang berhenti, posisikan anak miring untuk mencegah tersedak dan kendurkan pakaian di lehernya. Segera bawa anak ke UGD jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak kesulitan bernapas, tidak sadar setelah kejang, atau ini adalah kejang pertamanya.

Untuk diagnosis, dokter akan melakukan EEG untuk merekam aktivitas listrik otak, MRI atau CT Scan untuk melihat kerusakan otak, serta pemeriksaan neurologis berkala.

Pengobatan meliputi obat antikejang rutin, diet ketogenik di bawah pengawasan dokter, stimulasi saraf vagus, atau terapi sel punca seperti yang dijalani Enzo.

Orangtua juga perlu memastikan anak cukup tidur, kelola stres, catat jadwal kejang, berikan obat tepat waktu, dan kenali pemicu kejang seperti demam atau kelelahan.

Penyakit ini mungkin menjadi kondisi yang menakutkan bagi para orangtua, terutama saat menimpa anak-anak pasca kecelakaan tragis seperti yang dialami Enzo, tapi diagnosis bukanlah akhir segalanya.

Dengan penanganan medis yang tepat, dukungan keluarga, serta semangat pantang menyerah, anak dengan Tonic Seizures tetap bisa menjalani hidup yang bermakna, Ma.

Doa terbaik untuk Enzo, semoga cepat pulih dan kembali menjadi anak ceria seperti dulu. Semoga artikel ini juga membantu para orangtua lebih memahami hubungan antara cedera otak akibat kecelakaan dan risiko Tonic Seizures, ya.

Tetap waspada dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter jika melihat gejala aneh pada si Kecil, Ma.

Editorial Team