Hukum Memanjakan Anak dalam Islam, Apakah Boleh?

Menyayangi anak adalah tugas orangtua, namun apakah boleh memanjakan anak?

11 Januari 2022

Hukum Memanjakan Anak dalam Islam, Apakah Boleh
Unsplash/Vivek Kumar

Keluarga bahagia adalah kondisi di mana setiap anggota keluarga merasa tercukupi kebutuhan kasih sayangnya dari anggota keluarga lainnya. Ketrikatan antara satu dengan yang lain bisa menjadi motivasi dan penyemangat. Sehingga setiap orang bisa merasa terpenuhi dan merasakan ketenangan. 

Di situlah sebuah keluarga bisa di sebut sebagai keluarga bahagia. 

Pada umumnya orangtua berfokus pada kebahagiaan sang Anak. Sejak kehamilan seorang Mama memastikan kondisi janin terawat dengan baik, begitu lahir terus dirawat dan dibesarkan. 

Orangtua rela berkorban dan melakukan yang terbaik demi memenuhi kebutuhan anaknya. Sebenarnya Mama dan Papa melakukan itu demi membahagiakan anak-anak di rumah.

Sayangnya, demi menunjukkan kasih sayang pada anak terkadang orangtua terus membanjiri dengan hadiah. Orangtua selalu menuruti kemauan dan permintaan sang Anak. Hingga anak lupa bagaimana caranya berusaha, lupa untuk bersyukur. 

Saat anak beranjak remaja pun karakternya kurang sesuai dengan ajaran agama. Jika sudah terlanjur memiliki sifat pembangkang, barulah orangtua menyadari kalau mereka terlalu memanjakan anaknya.

Perlu Mama ingat, dalam mengasuh si Kecil perlu ada tujuan dan caranya, Ma. Jika Mama ingin anak mama tumbuh dengan karakter yang baik, maka bentuk lah sejak dini. Memanjakan anak secara berlebihan justru bisa membuat anak kurang mandiri dan kreatif.

Berikut Popmama.com telah merangkum hukum memanjakan anak dalam Islam.

Editors' Picks

1. Bolehkah memanjakan anak dalam Islam kata Ustaz Dhanu

1. Bolehkah memanjakan anak dalam Islam kata Ustaz Dhanu
Unsplash/Aaron Burden

Menurut penjelasan Ustaz Dhanu pengisi acara Siraman Qolbu menjelaskan, "Bolehkah memanjakan anak? Memanjakan anak demi kebaikan sebenarnya boleh saja, tetapi yang paling itu adalah memberikan pelajaran-pelajaran baik kepada anak-anak. Semata-mata berikan pelajaran agama sebagai dasar kepada anak."

Bagaimana agar bisa mengajarkan tentang agama pada anak agar ini bisa menjadi pondasi? 

Ustaz Dhanu menjelaskan bahwa jangan memaksakan anak, takut nanti kurang suka atau terpaksa. "Waktu bermainnya anak itu sambil belajar anak, itu rasanya lebih enjoy, lebih senang." 

Ia juga menjelaskan maksudnya bahwa bukan belajar agamanya main-main, tapi belajar agama itu dengan cara yang menyenangkan sambil mengajak anak bermain.

Anak itu harus diajari banyak hal. Anak perlu diajarkan menghormati orangtua, diberitahu yang boleh dan tidak boleh menurut agama.

"Diajarkan oh kamu sudah baik Nak, oh yang ini tidak boleh Nak, dilarang oleh Allah karena dosa, nanti anak akan tahu," demikian Ustaz Dhanu menjelaskan bentuk memanjakan anak yang diperbolehkan.

Namun ia juga menambahkan, "Kalau memanjakan agama dalam hal belajar agama itu silakan saja, tapi kalau soal materi itu tidak boleh, karena susah terukur. Tidak boleh berlebihan, kalau berlebihan itu boros dan boros itu adalah temannya setan, belajar lah untuk tidak seperti itu."

Ustaz Dhanu juga menjelaskan dengan contoh, misal ada orangtua memberikan anaknya yang berulang tahun pertama hadiah sebuah mobil, ini adalah hal yang berlebihan. 

"Baru satu tahun, lima tahun dibelikan mobil, dibelikan rumah. 'Ini untuk anak saya.' Itu memanjakan, sombong, ujub, atau ria, silakan dipikirkan," ucap Ustaz Dhanu.

2. Ayat Alquran yang membahas tentang memanjakan anak dalam Islam

2. Ayat Alquran membahas tentang memanjakan anak dalam Islam
Unsplash/Priscilla Du Preez

Disebutkan dalam Alquran pada surat An Nisa ayat 9:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya:

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Ustaz Zaki Muhammad mengingatkan bahwa ayat ini sebenarnya mengingatkan kita, akan celaka bagi orang-orang yang meninggalkan keturunannya di belakang mereka keturunan yang lemah akhlaknya dan lemah ilmu agamanya.

"Ayat ini mengajarkan kepada kita (orangtua) cara memanjakan anak dengan cara yang baik," ungkap Ustaz Zaki.

3. Bagaimana caranya memanjakan anak yang diperbolehkan dalam Islam?

3. Bagaimana cara memanjakan anak diperbolehkan dalam Islam
Unsplash/Jose Ibarra

Ustaz Zaki Muhammad menjelaskan bagaimana cara mendidik anak yang benar. Mama dan Papa bisa mengikuti cara berikut:

  • Memberikan nama yang baik

Nama sesuai dengan ajaran agama, yang mengandung nama yang baik agar anak itu juga menjadi keindahan bagi keluarga karena akhlak dan budi pekertinya yang baik. Kalau memerlukan inspirasi nama bayi ambil dari Alquran. 

Misal untuk anak laki-laki diberikan nama Abdulah, Abdurahman, atau Abdurahim. Jadi memberikan nama yang baik pada anak juga bisa menjadi bentuk keharmonisan dan cara memanjakan anak dalam Islam.

  • Mengajarkan anak untuk dekat pada Allah SWT

Caranya adalah mengajarkan anak untuk bertakwa melaui ibadah salat. Ketika baginda Rasulullah ingin meninggalkan umatnya, apa yang ia katakan, "Wahai umatku salat lah kamu, dan kewajiban salat lah atas orang-orang yang ada di pundakmu. 

Artinya adalah seorang pemimpin memikul tanggung jawab untuk memastikan orang-orang di sekitarnya tetap melakukan salat. Suami bertanggung jawab atas salat istrinya, dan istri bertanggung jawab atas salat anak-anaknya. 

Penting bagi orangtua untuk bisa merangkul anak dalam belajar bertakwa kepada Sang Pencipta.

Itulah cara mendidik anak yang baik menurut ajaran agama Islam. Orangtua wajib mengajarkan kebaikan agar anak memiliki akhlah yang baik. Anak adalah amanah dan harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Semoga penjelasan terkait hukum memanjakan anak dalam Islam di atas bisa memberi pencerahan ya, Ma. Anak wajib diajarkan untuk berbuat baik untuk dirinya sendiri, untuk keluarga, dan orang-orang di sekitarnya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.