Inilah Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Manis pada Anak!

Mama dan Papa sebaiknya jangan terlalu sering memberikan si Kecil makanan dan minuman manis ya!

9 April 2024

Inilah Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Manis Anak
Unsplash/Jade Wulfraat

Tak bisa dipungkiri, makanan dan minuman manis memang sangat menjadi favorit bagi kebanyakan anak-anak. Mulai dari eskrim, hingga jenis kue-kue yang sangat lezat.

Namun, mengonsumsi makanan dan minuman manis ternyata harus sangat diperhatikan serta dibatasi.

Makanan manis sering kali mengandung gula tambahan yang tinggi.

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi orangtuauntuk memperhatikan seberapa banyak makanan manis yang anaknya makan dalam sehari.

Kali ini Popmama.com akan memberikan informasi tentang bahaya makanan manis untuk anak.

 Simak informasinya di bawah ini.

1. Pemicu penyakit gagal ginjal

1. Pemicu penyakit gagal ginjal
Freepik/pch.vector

Kasus gagal ginjal semakin banyak dialami di usia muda, khususnya anak-anak. Hal tersebut dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat, salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan manis. dr. S.Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A, seorang dokter spesialis anak di RS EMC Pekayon mengatakan, kadar gula berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes, serta gagal ginjal yang dapat berujung ke pencucian darah.

"Kebanyakan makanan atau minuman manis menyebabkan kadar gula dalam darah lebih tinggi dan bisa berakibat Diabetes, dimana lama kelamaan bisa sebabkan kerusakan ginjal dan akhirnya mengalami gagal ginjal dan harus menghadapi cuci darah." Kata Dokter Andreas pada sebuah unggahan di halaman Instagramnya @dr.andreas.spa.

2. Segera batasi konsumsi makanan dan minuman manis pada si Kecil

2. Segera batasi konsumsi makanan minuman manis si Kecil
Freepik.com/benzoix

Masalah yang ditimbulkan oleh makanan dan minuman manis tidak hanya berdampak pada orang dewasa saja. Anak-anak pun dapat mengidap penyakit tak menular seperti gagal ginjal, apabila terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis. Apalagi, makanan dan minuman manis kini sudah sangat beragam dan tersebar dimana-mana.

Oleh karena itu, Mama dan Papa harus bijak dalam membatasi konsumsi makanan dan minuman manis pada si Kecil. Hal tersebut bertujuan untuk kesehatannya di masa depan.

3. Langkah-langkah yang dapat dilakukan

3. Langkah-langkah dapat dilakukan
freepik/drobotdean

Menanggapi kasus tingginya angka penyakit gagal ginjal pada anak-anak. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menjelaskan akan mengambil langkah-langkah khusus untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman manis. seperti penerapan label khusus pada makanan dan minuman manis seperti di Singapura.

Sebagai orangtua, Mama dan Papa juga harus mengambil langkah tegas agar dapat segera membatasi konsumi makanan manis pada anak, serta menghindari terjadinya kecanduan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Beri contoh: Orangtua dapat menjadi contoh yang baik dengan mempraktikkan pola makan yang sehat sendiri. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka, jadi penting bagi orangtua untuk memperlihatkan konsumsi makanan dan minuman yang seimbang.
  • Batasi ketersediaan: Jaga agar makanan dan minuman manis tidak terlalu mudah dijangkau oleh anak. Hindari menyimpan makanan manis di rumah secara berlebihan dan pastikan bahwa opsi makanan sehat lebih mudah diakses.
  • Sediakan alternatif: Gantilah makanan dan minuman manis dengan alternatif yang lebih sehat seperti buah-buahan segar, yoghurt rendah gula, atau camilan alami lainnya. Ajak anak terlibat dalam memilih dan menyiapkan makanan sehat ini untuk meningkatkan minat mereka terhadap makanan sehat.
  • Konsisten: Buatlah aturan yang jelas mengenai konsumsi makanan dan minuman manis, dan berlaku konsisten dalam mengaplikasikannya. Anak-anak akan lebih mungkin mengikuti aturan jika mereka tahu apa yang diharapkan dari mereka secara konsisten.

Itulah informasi tentang bahaya makanan manis untuk anak. Semoga informasi tersebut dapat menyadarkan Mama dan Papa, betapa pentingnya menjaga kesehatan si Kecil. Khususnya dalam membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.

Baca juga:

The Latest