Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, perhatian publik juga tertuju pada kondisi kedua anak KD yang harus kehilangan ayah mereka secara mendadak.
Momen ketika putri korban menangis histeris di rumah duka menjadi pengingat bahwa anak-anak sering kali menjadi pihak yang turut merasakan dampak paling besar dari sebuah peristiwa tragis, meski tidak terlibat secara langsung.
Berbagai pihak berharap kedua anak tersebut mendapatkan pendampingan yang memadai, baik dari keluarga besar maupun pemerintah.
Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, dukungan psikologis dinilai tak kalah penting agar anak-anak dapat melewati masa berkabung dengan lebih baik.
Kehilangan orangtua dalam situasi yang penuh tekanan berpotensi menimbulkan luka emosional yang membutuhkan waktu dan pendampingan untuk dipulihkan.
Perhatian terhadap masa depan anak-anak korban juga terlihat dari berbagai bantuan yang diberikan. Selain adanya bantuan pendidikan, pemerintah daerah bersama dinas terkait disebut akan mendampingi keberlanjutan sekolah anak-anak KD agar mereka tetap dapat mengenyam pendidikan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik meski tengah menghadapi cobaan besar.
Semoga proses hukum dapat berjalan secara adil, sementara keluarga yang ditinggalkan memperoleh pendampingan serta bantuan yang dibutuhkan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap tindakan kekerasan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga meninggalkan luka yang mendalam bagi anak dan keluarga yang ditinggalkan.