Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tren Makeup Dewasa di Anak, Kenali Risiko dan Solusi Aman Penggunaannya
Instagram/krisjianabah/ameenaatta
  • Tren makeup warna-warni pada anak meningkat, tetapi kulit anak yang lebih tipis menyerap bahan kimia lebih mudah dan rentan mengalami iritasi, ruam, alergi, hingga infeksi dari produk tidak steril.

  • Pemakaian makeup dewasa berulang dapat memicu kemerahan, gatal, kulit kering, serta berpotensi mengganggu hormon akibat paraben dan ftalat; tren kecantikan dini juga berisiko memicu obsesi penampilan.

  • Untuk acara tertentu, pilih makeup khusus anak berbasis air, bebas bahan keras, sesuai usia dan terdaftar BPOM. Sebagai alternatif, gunakan aksesori rambut atau stiker wajah aman dengan pengawasan durasi penggunaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Akhir-akhir ini, tren makeup warna-warni ala Naykilla memang sedang viral di media sosial, Ma. Gaya riasan yang playful dengan warna cerah dan aksesori imut ini pun ikut menginspirasi banyak orang.

Bahkan, nggak sedikit anak-anak artis yang ikut memamerkan tren serupa, seperti Xarena, putri Siti Badriah, yang tampil dengan makeup mata warna-warni dan jepit rambut penuh aksesori, serta Ameena, putri Aurel Hermansyah, yang juga terlihat mengikuti tren ini dengan riasan centil dan gaya rambut playful.

Melihat si Kecil jadi makin gemas dan ceria, wajar banget kalau Mama jadi pengin mengikuti tren ini karena tampilan yang super menggemaskan.

Namun, di balik gemasnya penampilan anak-anak dengan riasan full warna, ada hal penting yang perlu Mama perhatikan akan keamanan produk makeup dewasa di kulit si Kecil.

Lantas, apa bahayanya dan bagaimana solusi aman agar tetap bisa mengikuti tren tersebut? Berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Kulit anak lebih rentan akan makeup

Drolfa.com

Pernah nggak, Mama penasaran kenapa kulit anak jauh lebih mudah merah atau iritasi? Jawabannya ada pada struktur kulit mereka, Ma.

Berbeda dengan orang dewasa, lapisan kulit anak itu jauh lebih tipis, bahkan bisa sampai 30 persen lebih tipis. Karena lebih tipis, daya serap kulit anak terhadap zat-zat kimia dari produk makeup menjadi jauh lebih tinggi.

Akibatnya, bahan-bahan kimia seperti pewarna sintetis, parfum, dan pengawet yang terkandung dalam makeup dewasa akan lebih mudah menembus aliran darah.

Inilah yang membuat si Kecil jadi lebih rentan mengalami iritasi, kemerahan, ruam, hingga reaksi alergi yang parah.

Bukan hanya bikin kulitnya kemerahan dan iritasi, penggunaan produk yang tidak steril juga bisa meningkatkan risiko infeksi pada kulit si Kecil, Ma.

2. Efek penggunaan makeup dewasa pada anak

Akiaco.com

Meski terlihat menggemaskan, sayangnya saat si Kecil didandani dengan makeup dewasa, efeknya bisa langsung terlihat dalam waktu singkat.

Risiko paling umum adalah iritasi kulit yang ditandai dengan kemerahan, gatal, dan kulit kering. Selain itu, reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu juga bisa muncul, membuatnya jadi nggak nyaman karena rasa perih atau gatal yang mengganggu.

Kalau dilakukan berulang, efek jangka panjangnya bisa menimbulkan masalah yang lebih serius, Ma. Salah satunya adalah potensi gangguan hormon akibat paparan bahan kimia pengganggu endokrin seperti paraben dan ftalat.

Zat-zat yang terkandung dalam makeup ini yang bisa memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, hingga kesuburan anak di kemudian hari.

Bukan cuma mengganggu masalah fisik, tapi ada risiko psikologis yang perlu dipertimbangkan, Ma.

Tren yang mengejar standar kecantikan tertentu sejak dini bisa memicu "cosmeticorexia" atau obsesi tidak sehat terhadap penampilan. Ini bisa membuat anak merasa insecure dan terlalu fokus pada penampilan luarnya saja.

3. Panduan memilih makeup yang aman untuk anak-anak

Amazon.com

Memang nggak ada larangan penggunaan riasan pada anak, karena itu semua kembali pada setiap orangtua masing-masing.

Untuk usia yang paling aman, beberapa ahli menyarankan anak mulai diperkenalkan makeup di usia sekitar 8-10 tahun untuk acara-acara tertentu.

Nah, kalau Mama tetap ingin mengizinkan si Kecil mencoba makeup untuk acara spesial atau sekadar bermain, kunci utamanya ada pada pemilihan produk.

Pastikan selalu untuk memilih produk kosmetik yang memang khusus diformulasikan untuk anak-anak. Saat ini sudah banyak merek kecantikan yang ikut memproduksi makeup untuk anak, Ma.

Produk-produk ini biasanya bebas dari bahan kimia keras seperti paraben, pewarna buatan, dan parfum yang memicu iritasi pada kulit si Kecil.

Sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), orangtua perlu memilih produk yang sesuai usia serta menghindari bahan aktif tertentu yang belum diperlukan anak.

Untuk riasan anak, Mama juga bisa memilihproduk yang berbahan dasar air. Selain lebih ringan di kulit, makeup berbasis air juga lebih mudah dibersihkan tanpa perlu digosok terlalu keras.

Dan yang terpenting, tetaplah kritis dengan membaca komposisi produk dan pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM ya, Ma.

4. Tips aman dan kreatif ikut tren tanpa membahayakan kulit anak

Us.omy-maison.com

Lantas, gimana sih biar anak tetap bisa ikutan tren makeup lucu kekinian tanpa mengorbankan kulitnya?

Daripada mengaplikasikan foundation atau eyeshadow tebal, Mama bisa ajak si Kecil bereksperimen dengan gaya rambut dan aksesori yang menjadi ciri khas tren Naykilla, Ma.

Cukup dengan menata rambut dengan jepitan warna-warni atau aksesori lucu sudah bisa membuat penampilannya terlihat menggemaskan tanpa perlu bantuan produk makeup dewasa.

Bermain dengan stiker wajah yang aman juga bisa jadi alternatif seru untuk menggantikan makeup tebal di area mata atau pipi. Ini tetap membuat si Kecil merasa terlibat dalam tren, tapi tanpa risiko bahan kimia masuk ke kulitnya.

Pastikan juga untuk selalu mengawasi dan membatasi durasi penggunaan riasan ini, misalnya hanya untuk bermain di rumah saat akhir pekan.

Yang terpenting, tren seperti ini sangat bisa lho jadi ajang bonding dan diskusi bersama anak. Mama bisa menanyakan pada si Kecil, apakah ia benar-benar suka dengan gaya ini atau hanya sekadar ingin meniru teman.

Beri anak pemahaman bahwa penampilan itu menyenangkan, tapi yang lebih berharga adalah menjadi diri sendiri dan nyaman dengan siapa dirinya.

Jadi, nggak ada salahnya kok untuk mengikuti tren makeup lucu-lucuan yang sedang viral, asalkan Mama paham betul batasan aman untuk kulit si Kecil.

Utamakan selalu produk yang khusus untuk anak dan jangan biarkan makeup menjadi kebutuhan, cukup jadikan sebagai bagian dari bermain dan berekspresi.

Ingat, senyum dan kesehatan kulit si Kecil jauh lebih berharga daripada sekadar penampilan untuk konten sesaat, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article