Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

16 Gaya Belajar Anak Sesuai Tipe Kepribadian MBTI

16 Gaya Belajar Anak Sesuai Tipe Kepribadian MBTI
Pexels/Gustavo Fring
Intinya Sih
  • MBTI sebagai gambaran awal untuk mengenali kecenderungan anak menerima informasi dan mengambil keputusan, bukan label permanen karena kepribadian mereka masih berkembang.

  • Anak dengan kecenderungan introvert dan terstruktur, seperti ISTJ, ISFJ, INFJ, INTJ, ESTJ, cenderung terbantu oleh rutinitas, suasana tenang, instruksi bertahap, serta eksplorasi mendalam.

  • Tipe lain dapat didukung lewat praktik, seni, diskusi, permainan, interaksi sosial, eksplorasi ide, atau tantangan; pendampingan perlu menjaga anak tetap aman, didukung, dan menikmati belajar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa bingung mengapa si Kecil cepat memahami pelajaran saat diajak praktik, tetapi mudah bosan ketika hanya membaca buku?

Atau sebaliknya, ia justru lebih nyaman belajar sendiri daripada dalam kelompok?

Setiap anak memang memiliki cara belajar yang berbeda Ma. Perbedaan ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kecenderungan kepribadiannya.

Salah satu pendekatan yang sering digunakan untuk mengenali preferensi tersebut adalah Myers-Briggs Type Indicator atau MBTI.

Mengutip situs resmi Myers & Briggs Foundation, MBTI membantu seseorang memahami bagaimana ia menerima informasi dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski begitu, perlu diingat bahwa kepribadian anak masih terus berkembang ya Ma.

Karena itu, MBTI sebaiknya digunakan sebagai gambaran awal untuk memahami kecenderungan belajar si Kecil, bukan sebagai label yang menetapkan kepribadiannya secara permanen.

Nah, berikut Popmama.com telah rangkum 16 gaya belajar anak berdasarkan tipe MBTI yang bisa Mama jadikan inspirasi saat mendampingi si Kecil belajar di rumah.

Disimak ya Ma!

1. ISTJ – Buat jadwal harian yang rutin

Gaya belajar anak tipe ISTJ adalah buat jadwal harian rutin
Pexels/Zen Chung

Mama, anak dengan tipe ISTJ biasanya merasa nyaman jika memiliki rutinitas yang jelas.

Saat belajar, ia lebih mudah memahami materi yang dijelaskan secara bertahap daripada menerima banyak informasi sekaligus lho Ma.

Agar lebih fokus, Mama bisa membuat jadwal belajar harian atau study planner sederhana.

Hindari memberikan instruksi yang berubah-ubah ya Ma, karena anak ISTJ cenderung menyukai aturan yang konsisten dan mudah dipahami.

2 .ISFJ – Ciptakan suasana tenang dan kelompok kecil

Gaya belajar anak tipe ISFJ adalah ciptakan suasana tenang dan kelompok kecil
Pexels/Quang Nguyen Vinh

Bagi anak ISFJ, suasana belajar yang tenang sering kali membuatnya lebih mudah berkonsentrasi lho Ma.

Ia juga cenderung menikmati diskusi santai bersama orang-orang yang sudah dikenalnya.

Mama bisa mengajak si Kecil belajar bersama satu atau dua teman dekat di rumah atau mendampinginya secara langsung.

Lingkungan yang hangat dan minim tekanan akan membantu anak ISFJ lebih percaya diri saat belajar Ma.

3. INFJ – Sediakan ruang hening dan mind mapping

Gaya belajar anak tipe INFJ adalah sediakan ruang hening dan mind mapping
Pexels/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare

Anak INFJ biasanya ingin memahami makna di balik sesuatu, bukan sekadar menghafalnya Ma.

Ia senang menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya sehingga memperoleh gambaran yang lebih utuh.

Untuk mendukung cara belajarnya, Mama bisa menyediakan waktu belajar yang tenang tanpa banyak gangguan.

Mind mapping juga dapat membantu si Kecil melihat hubungan antar informasi dengan lebih jelas. Setelah itu, ajak ia berdiskusi agar pemahamannya semakin mendalam ya Ma.

4. INTJ – Fasilitasi buku referensi

Gaya belajar anak tipe INTJ adalah fasilitasi buku referensi
Pexels/www.kaboompics.com

Anak dengan tipe INTJ biasanya senang memahami suatu hal secara mendalam.

Ia tidak hanya ingin mengetahui jawabannya, tetapi juga alasan mengapa sesuatu bisa terjadi lho.

Saat belajar, si Kecil mungkin akan lebih tertarik jika diberi kesempatan untuk mengeksplorasi materi melalui buku referensi, ensiklopedia anak, atau video edukasi yang menjelaskan konsep secara runtut Ma.

Dibanding sekadar menghafal, anak INTJ cenderung menikmati proses mencari hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya.

Mama juga bisa memberikan tantangan berupa teka-teki, permainan strategi sederhana, atau soal yang mendorong kemampuan berpikir kritisnya.

Setelah itu, biarkan si Kecil menemukan caranya sendiri dalam menyelesaikan tantangan tersebut agar rasa ingin tahunya terus berkembang.

5. ISTP – Ajak praktik langsung dan bereksperimen

 Gaya belajar anak tipe ISTP adalah ajak praktik langsung dan bereksperimen
Pexels/Mikhail Nilov

Jika si Kecil lebih senang belajar sambil mencoba, bisa jadi ia memiliki kecenderungan seperti tipe ISTP lho Ma.

Anak dengan karakter ini umumnya lebih cepat memahami sesuatu ketika dapat melihat, menyentuh, atau mempraktikkannya secara langsung.

Supaya proses belajar terasa lebih menyenangkan, Mama bisa mengajak si Kecil melakukan eksperimen sains sederhana, bermain balok konstruksi, merakit mainan, atau mengamati benda-benda di sekitar rumah.

Aktivitas seperti ini membantu anak memahami konsep sambil melatih rasa ingin tahunya Ma.

Tak kalah penting, berikan ruang bagi si Kecil untuk bereksplorasi ya Ma.

Selama tetap aman, biarkan ia mencoba berbagai cara sendiri karena pengalaman langsung sering kali menjadi proses belajar yang paling berkesan bagi anak ISTP.

6. ISFP – Libatkan seni visual dan aktivitas kreatif

Gaya belajar anak tipe ISFP adalah libatkan seni visual dan aktivitas kreatif jadwal harian rutin
Pexels/Vlada Karpovich

Bagi anak ISFP, belajar bukan hanya soal memahami materi, tetapi juga menikmati prosesnya Ma.

Ia umumnya lebih mudah menyerap informasi ketika pembelajaran melibatkan gambar, warna, musik, atau aktivitas kreatif.

Daripada hanya membaca teks yang panjang, Mama bisa mengajak si Kecil menggambar atau bernyanyi bersama sesuai dengan materi yang sedang dipelajari lho Ma.

Misalnya, saat mengenal hewan, anak dapat menggambar hewan favoritnya sambil menceritakan habitat dan makanannya.

7. INFP – Ajak si kecil tuangkan idenya lewat jurnal

Gaya belajar anak tipe INFP adalah ajak anak tuangkan idenya lewat jurnal
Pexels/cottonbro studio

Anak dengan kecenderungan INFP biasanya memiliki imajinasi yang kaya dan rasa ingin tahu yang besar lho Ma

Ia sering kali lebih mudah memahami sesuatu ketika materi yang dipelajari terasa dekat dengan pengalaman atau nilai yang mereka anggap bermakna.

Mama bisa mengajak si Kecil menceritakan kembali apa yang dipelajarinya melalui gambar, cerita pendek, atau jurnal sederhana.

Cara ini membantu anak mengekspresikan ide sekaligus mengasah kemampuan berpikir kreatifnya.

8. INTP – Dorong rasa ingin tahunya lewat diskusi

Gaya belajar anak INTP adalah dorong rasa ingin tahunya lewat diskusi
Pexels/PNW Production

Jika si Kecil sering bertanya "kenapa?" atau penasaran dengan cara kerja suatu benda, ia mungkin memiliki kecenderungan seperti tipe INTP Ma.

Anak dengan karakter ini biasanya menikmati proses mencari jawaban daripada sekadar menghafal informasi.

Mama bisa memancing rasa ingin tahunya dengan mengajukan pertanyaan sederhana, seperti, "Menurutmu, kenapa hujan bisa turun?" atau "Bagaimana mobil bisa bergerak?"

Setelah itu, ajak si Kecil berdiskusi dan biarkan ia menyampaikan pendapatnya terlebih dahulu.

Daripada langsung memberikan semua jawabannya, sesekali beri kesempatan kepada anak untuk mencari tahu bersama melalui buku cerita, eksperimen sederhana, atau video edukasi ya Ma.

Cara ini turut membantu melatih kemampuan berpikir kritisnya sejak dini.

9. ESTP – Belajar sambil bermain

Gaya belajar anak tipe ESTP adalah belajar sambil bermain
Pexels/Yan Krukau

Tidak semua anak betah duduk diam dalam waktu lama ya Ma.

Jika si Kecil tampak lebih bersemangat saat belajar sambil bergerak, ia bisa jadi memiliki kecenderungan seperti tipe ESTP.

Agar lebih mudah memahami materi, Mama dapat mengubah waktu belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan lho.

Seperti, mengajak si Kecil bermain tebak gambar atau mengikuti permainan sederhana yang melibatkan gerakan tubuhnya.

Sesekali, beri jeda agar anak bisa berlari kecil, melompat, atau melakukan peregangan sebelum kembali belajar ya Ma.

Aktivitas fisik yang seimbang dapat membantu anak tetap fokus sekaligus membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.

10. ESFP – Ciptakan suasana belajar yang ceria

Gaya belajar anak tipe ESFP adalah ciptakan suasana belajar yang ceria
Pexels/Gustavo Fring

Anak dengan kecenderungan ESFP biasanya menikmati suasana belajar yang menyenangkan dan penuh interaksi.

Ia cenderung lebih mudah memahami sesuatu ketika bisa bergerak, bermain, atau terlibat langsung dalam aktivitas yang sedang dilakukan lho Ma.

Mama bisa mengajak si Kecil belajar melalui lagu, permainan peran, atau aktivitas sederhana seperti menghitung sambil melompat di sekitar rumah.

Cara belajar seperti ini biasanya membuat anak lebih antusias dibanding hanya duduk mendengarkan penjelasan Ma.

11. ENFP – Berikan ruang untuk eksplorasi idenya

Gaya belajar anak tipe ENFP adalah berikan ruang untuk eksplorasi idenya
Pexels/Gustavo Fring

Rasa penasaran sering menjadi kekuatan utama anak dengan kecenderungan ENFP Ma.

Ia biasanya senang mencoba berbagai hal baru dan tidak ragu mengajukan banyak pertanyaan saat menemukan sesuatu yang menarik perhatian.

Mama bisa mendukung rasa ingin tahu tersebut dengan mengajak si Kecil melakukan kegiatan yang bervariasi, seperti membaca buku cerita atau menjelajahi lingkungan sekitar.

Aktivitas yang beragam ini membantu anak tetap antusias selama belajar Ma.

12. ENTP – Bangun rutinitas bertanya

Gaya belajar anak tipe ENTP adalah bangun rutinitas bertanya
Pexels/Ahmet Kurt

Anak dengan kecenderungan ENTP umumnya senang mencoba berbagai cara untuk memahami sesuatu lho Ma.

Ia sering mengajukan pertanyaan, penasaran dengan hal-hal baru, dan menikmati proses menemukan jawaban.

Daripada langsung memberikan penjelasan, Mama bisa mengajak si Kecil mencari jawabannya bersama.

Seperti, saat ia bertanya mengapa pelangi muncul setelah hujan, ajak ia membaca buku bergambar atau menonton video edukasi yang sesuai dengan usianya ya.

Sesekali, berikan pertanyaan yang memancing anak berpikir, seperti, "Kalau baloknya disusun lebih tinggi, menurutmu apa yang akan terjadi?"

Cara seperti ini membantu melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan Ma.

13. ESTJ – Berikan instruksi jelas dan bertahap

Gaya belajar anak tipe ESTJ adalah berikan instruksi jelas dan bertahap
Pexels/Mikhail Nilov

Anak dengan kecenderungan ESTJ biasanya merasa lebih nyaman ketika mengetahui apa yang harus dilakukan.

Ia cenderung lebih mudah mengikuti kegiatan belajar jika arahan yang diberikan sederhana, runtut, dan konsisten Ma.

Mama bisa menjelaskan satu langkah dalam satu waktu, misalnya mulai dari merapikan alat tulis, mengenal huruf, lalu mencoba menuliskannya bersama.

Hindari memberikan terlalu banyak instruksi sekaligus karena bisa membuat si Kecil kehilangan fokusnya.

Agar semakin semangat, berikan target kecil yang mudah dicapai, seperti menyelesaikan satu halaman mewarnai atau mengenal tiga huruf baru dalam sehari ya Ma.

14. ESFJ – Belajar bersama

Gaya belajar anak tipe ESFJ adalah belajar bersama
Pexels/Yan Krukau

Bagi anak dengan kecenderungan ESFJ, belajar sering kali terasa lebih menyenangkan ketika dilakukan bersama orang-orang terdekat Ma.

Ia biasanya menikmati suasana yang hangat, penuh dukungan, dan minim tekanan.

Sesekali, Mama bisa mengajak si Kecil belajar bersama saudara atau teman sebayanya melalui permainan edukatif, atau membuat prakarya sederhana.

Selain belajar mengenal berbagai hal baru, kegiatan ini juga dapat melatih kemampuan bekerja sama dan berbagi dengan orang lain Ma.

15. ENFJ – Ajak berdiskusi dan belajar bersama

Gaya belajar anak tipe ENFJ adalah ajak berdiskusi dan belajar bersama
Pexels/Artem Podrez

Anak dengan kecenderungan ENFJ umumnya senang berinteraksi dengan orang lain Ma.

Ia juga sering menunjukkan kepedulian kepada teman atau anggota keluarga di sekitarnya.

Mama bisa mengajak si Kecil belajar melalui aktivitas yang melibatkan kerja sama, seperti menyusun puzzle bersama atau bermain peran.

Cara ini tidak hanya membantu anak memahami materi, tetapi juga melatih kemampuan berkomunikasi dan berempatinya lho Ma.

Sesekali, mintalah si Kecil menceritakan kembali apa yang baru dipelajarinya dengan bahasa sederhana.

Selain membantu mengingat materi, kegiatan ini juga dapat melatih rasa percaya dirinya saat berbicara.

16. ENTJ – Beri tantangan yang sesuai dengan usianya

Gaya belajar anak tipe ENTJ adalah beri tantangan yang sesuai dengan usianya
Pexels/Polesie Toys

Anak dengan kecenderungan ENTJ biasanya senang mencoba hal-hal baru dan tidak ragu mengambil inisiatif saat bermain maupun belajar lho Ma.

Ia juga cenderung menikmati aktivitas yang membuatnya berpikir untuk mencari solusi.

Mama bisa memberikan tantangan sederhana yang sesuai dengan usianya, misalnya menyusun balok atau mencari jalan keluar dalam permainan maze anak.

Aktivitas seperti ini dapat membantu melatih kemampuan berpikir sekaligus menjaga rasa ingin tahunya.

Sesekali, beri kesempatan kepada si Kecil untuk memilih sendiri cara menyelesaikan tantangan tersebut ya Ma.

Apa pun kecenderungan kepribadiannya, hal terpenting adalah memastikan si Kecil merasa aman, didukung, dan menikmati proses belajarnya.

Ketika anak belajar dengan cara yang sesuai, rasa ingin tahunya akan tumbuh secara alami dan ia pun lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.

Setelah membaca artikel ini, menurut Mama, tipe mana yang paling menggambarkan si Kecil?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More