- perkembangan otak,
- pembentukan sel-sel tubuh,
- proses pertumbuhan secara menyeluruh.
Anak Masih Butuh Susu hingga Usia 18 Tahun, Ini Alasannya

- Susu sebagai sumber protein hewani dapat mendukung hormon IGF-1, pertumbuhan tulang, otot, dan jaringan hingga lempeng pertumbuhan menutup sekitar usia 18 tahun.
- Susu alami mengandung laktosa sebagai sumber energi; orangtua perlu memantau total gula harian, mengutamakan makanan utuh, serta membatasi gula tambahan.
- Berat badan anak dipengaruhi keseimbangan kalori dan aktivitas, bukan susu saja; nutrisi seimbang perlu disertai tidur, aktivitas fisik, stimulasi, dan pendampingan orangtua.
Masa pertumbuhan anak merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian dari orangtua, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Selain makanan bergizi seimbang, susu masih menjadi salah satu sumber protein hewani yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Namun, Mama dan Papa pasti masih bertanya-tanya, apakah anak masih perlu minum susu saat usianya mulai beranjak besar?
Benarkah susu bisa membuat anak gemuk? Atau justru anak masih membutuhkan susu hingga remaja?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas dalam talkshow yang digelar bertepatan dengan Hari Anak Nasional pada acara "Kreasi Anak untuk Negeri" di Tribeca, Central Park, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Susu Tango Kido memperkenalkan inovasi susu full cream berbahan fresh milk tanpa tambahan sukrosa sekaligus menghadirkan para ahli, yakni Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, serta dr. Kanya Ayu, Sp.A., untuk mengedukasi orangtua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Lantas, mengapa anak masih membutuhkan susu hingga usia 18 tahun? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan para ahli yang perlu Mama ketahui. Yuk, simak!
1. Susu membantu mendukung hormon

Masih banyak orangtua yang mengira anak hanya membutuhkan susu saat balita.
Padahal, kebutuhan protein hewani tetap penting hingga anak memasuki masa remaja. dr. Kanya Ayu, Sp.A., menjelaskan bahwa susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang berperan dalam merangsang hormon pertumbuhan atau Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1).
Hormon ini berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang, otot, serta berbagai jaringan tubuh selama anak masih berada dalam masa pertumbuhan.
Menurut dr. Kanya, manfaat tersebut tetap dibutuhkan hingga lempeng pertumbuhan tulang menutup, yaitu sekitar usia 18 tahun.
Karena itu, konsumsi susu tidak seharusnya dihentikan hanya karena anak sudah memasuki usia sekolah atau remaja.
Sebagai panduan, anak dapat mengonsumsi sekitar 200–300 ml susu setiap hari sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Tentunya, susu bukan satu-satunya sumber nutrisi, melainkan pelengkap dari asupan harian yang juga terdiri dari makanan bergizi, seperti lauk berprotein, sayur, buah, dan karbohidrat.
Dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pertumbuhan anak dapat berlangsung lebih optimal sesuai tahapan usianya.
2. Gula alami dalam susu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan anak

Masih ada anggapan bahwa susu perlu ditambah gula agar rasanya lebih enak dan disukai anak.
Padahal, dr. Kanya Ayu, Sp.A., menjelaskan bahwa susu secara alami sudah mengandung laktosa, yaitu gula alami yang memberikan rasa manis sekaligus menjadi sumber energi bagi tubuh.
Karena itu, orangtua tidak perlu selalu mencari susu dengan tambahan gula, terutama jika anak sudah mendapatkan rasa manis alami dari susu itu sendiri.
Menurut dr. Kanya, yang perlu diperhatikan adalah total asupan gula harian anak, bukan hanya dari susu, tetapi juga dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi setiap hari.
Saat ini, kasus kelebihan berat badan hingga obesitas pada anak semakin meningkat, salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi gula tambahan yang berlebihan.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, hingga gangguan kesehatan lain yang sebelumnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa.
Oleh karena itu, orangtua dianjurkan untuk lebih mengutamakan makanan utuh (whole food) dan membatasi konsumsi gula tambahan agar kebutuhan nutrisi anak tetap seimbang sekaligus mendukung pertumbuhan yang sehat.
3. Minum susu tidak otomatis membuat anak mengalami obesitas

Banyak Mama dan Papa yang khawatir memberikan susu setiap hari karena takut berat badan anak meningkat terlalu cepat.
Menanggapi hal tersebut, dr. Kanya Ayu, Sp.A., menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, kenaikan berat badan anak dipengaruhi oleh keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan melalui aktivitas sehari-hari, bukan hanya karena mengonsumsi susu.
Pada masa pertumbuhan, tubuh anak memiliki kebutuhan energi dan lemak yang berbeda dengan orang dewasa.
Lemak yang berasal dari makanan, termasuk susu, dibutuhkan untuk mendukung:
Karena itu, orangtua sebaiknya tidak langsung menghindari susu apabila berat badan anak mulai bertambah.
Penting untuk memastikan pertumbuhan anak tetap berada pada grafik yang sesuai usianya, mendapatkan aktivitas fisik yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Dengan pola hidup yang sehat, susu dapat menjadi salah satu pelengkap kebutuhan nutrisi harian tanpa harus dikhawatirkan menjadi penyebab utama obesitas pada anak.
4. Kualitas susu menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak

Selain memperhatikan jumlah konsumsi susu, orangtua juga perlu mempertimbangkan kualitas susu yang diberikan kepada anak. Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, menjelaskan bahwa susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya akan zat gizi penting.
Namun, kualitasnya sangat dipengaruhi oleh bahan baku dan proses pengolahan sebelum sampai ke tangan konsumen.
Menurut Prof. Epi, salah satu tantangan terbesar dalam industri susu adalah menjaga susu agar tidak terkontaminasi bakteri.
Susu merupakan bahan pangan yang sangat mudah terpapar bakteri apabila proses pemerahan, penyimpanan, hingga distribusinya tidak dilakukan dengan baik.
Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk edukasi kepada para peternak untuk meningkatkan kualitas susu segar yang dihasilkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa produksi susu segar di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar dua juta liter per hari, sehingga lebih dari 80% kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sekaligus kuantitas produksi susu menjadi tantangan yang perlu terus diupayakan demi mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak.
5. Nutrisi yang baik perlu diimbangi dengan pendampingan orangtua

Memenuhi kebutuhan nutrisi anak memang penting, tetapi tumbuh kembang yang optimal tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikonsumsi setiap hari. dr. Kanya Ayu, Sp.A., menjelaskan bahwa anak juga membutuhkan berbagai faktor pendukung lain, mulai dari:
- kebiasaan makan yang baik,
- aktivitas fisik yang cukup,
- tidur berkualitas,
- stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya.
Seluruh aspek tersebut saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan sosial dan emosional anak.
Di sisi lain, kehadiran orangtua juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Mendampingi anak saat belajar, bermain, mencoba hal baru, hingga mengapresiasi setiap pencapaiannya dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus mendukung proses tumbuh kembang secara menyeluruh.
Pesan inilah yang juga diangkat dalam "Temani Tumbuh Kembangnya, Rayakan Setiap Langkahnya!" yang diperkenalkan oleh Susu Tango Kido.
Orangtua diajak untuk melihat bahwa setiap langkah kecil yang dicapai anak merupakan bagian dari proses belajar yang layak diapresiasi.
Setelah mengetahui pentingnya peran susu, protein hewani, serta membatasi konsumsi gula tambahan, yuk mulai perhatikan kembali kebiasaan makan anak di rumah. Apakah anak sudah mendapatkan asupan gizi yang seimbang?
Dengan perhatian yang konsisten sejak dini, setiap langkah kecil yang dicapai anak dapat menjadi fondasi untuk tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri di masa depan.





















