8 Alternatif Retinol Alami yang Efektif, Bebas Iritasi

- Bakuchiol adalah alternatif retinol yang lembut dan efektif, cocok untuk kulit sensitif.
- Rambutan mungkin tidak sekuat retinol, tetapi memiliki manfaat anti-penuaan berkat kandungan antioksidannya.
- Asam azelaik, minyak rosehip, niacinamide, vitamin C, resorcinol, dan minyak sea buckthorn juga merupakan alternatif retinol alami yang efektif.
Dalam dunia perawatan kulit, retinoid berada di posisi teratas. Dipuji secara luas oleh para ahli kulit, retinoid dikenal karena memberikan berbagai manfaat yang mengesankan untuk kulit.
Turunan vitamin A ini, menjadi pilihan yang paling umum dijual bebas, retinoid dianggap sebagai bahan yang benar-benar multifungsi. Retinoid juga menjadi pilihan utama untuk perawatan jerawat, membantu menjaga pori-pori tetap bersih sekaligus mengurangi peradangan.
Tapi meskipun manfaatnya yang luar biasa, terdapat kekurangan yang dirasa bagi beberapa orang. Retinoid memang memiliki efek samping yang tidak diinginkan seperti kemerahan, kekeringan, dan iritasi kulit. Untungnya, kini ada banyak pilihan yang lebih lembut, seperti alternatif alami berbasis tumbuhan untuk retinol yang dapat membantu memberikan hasil tanpa rasa tidak nyaman.
Berikut, Popmama.com bagikan 8 alternatif retinol alami yang efektif.
Table of Content
1. Bakuchiol

Bakuchiol adalah salah satu alternatif retinol yang paling banyak diteliti, dikarenakan menawarkan manfaat serupa tanpa menjadi turunan vitamin A. Bersumber dari tanaman babchi, ia bekerja pada jalur yang sama dengan retinol untuk mendukung produksi kolagen dan elastin, sekaligus memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi.
Keunggulan utama Bakuchiol adalah kelembutannya, sehingga cocok untuk kulit sensitif. Studi menunjukkan bahwa Bakuchiol daoat memperbaiki kerutan, pigmentasi, elastisitas, dan kekencangan kulit seefektif retinol, tetapi dengan toleransi yang lebih baik, dan aman digunakan selama kehamilan dan menyusui.
2. Rambutan

Ada banyak perbincangan online yang membandingkan rambutan, buah tropis, dengan retinol, tetapi Dr. Gmyrek menunjukkan bahwa saat ini tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa rambutan dapat meningkatkan produksi kolagen atau elastin. Penelitian yang ada terbatas pada satu studi pada hewan dan uji coba kecil yang didanai industri, yang keduanya tidak menghasilkan hasil yang signifikan.
Meskipun demikian, rambutan mungkin masih menawarkan manfaat anti-penuaan berkat profil antioksidannya yang kaya. Menurut Dr. Gmyrek, antioksidan ini membantu melawan penuaan kulit dengan menetralkan radikal bebas, melindungi dari stres oksidatif, mengurangi peradangan, dan memperlambat kerusakan kolagen dan elastin.
3. Asam azelaik

Asam azelaik atau yang dikenal dengan Azelaic Acid adalah senyawa alami yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, jelai, dan rye, dan juga diproduksi di kulit oleh Malassezia furfur, sejenis ragi yang merupakan bagian dari mikrobioma normal kulit, jelas Dr. Robin Gmyrek.
Meskipun belum dibandingkan secara langsung dengan retinol dalam penelitian, asam azelaik memiliki banyak manfaat serupa. Asam azelaik sangat efektif untuk jerawat, karena membantu menghilangkan bakteri yang menyumbat pori-pori, mengurangi peradangan dan kemerahan, mengelupas kulit dengan lembut, dan membatasi produksi keratin yang dapat menyebabkan jerawat, kata Dr. Gmyrek. Selain itu, asam azelaik membantu menekan produksi pigmen berlebih, menjadikannya pengobatan umum untuk melasma dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
4. Minyak rosehip

Minyak rosehip secara alami mengandung sejumlah kecil asam retinoat, jelas Dr. Robyn Gmyrek, MD, dokter spesialis kulit bersertifikasi di Kota New York., seraya mencatat bahwa retinol harus terlebih dahulu diubah menjadi bentuk ini sebelum menjadi aktif di kulit. Karena itu, minyak ini dikenal karena mendukung pembaruan kulit, meningkatkan produksi kolagen, dan mengembalikan kilau pada kulit yang tampak kusam, menurut Defne Arikan, seorang spesialis bahan kosmetik.
Meskipun tidak ada studi langsung yang membandingkan minyak rosehip dengan retinol, kandungan asam lemak pendukung penghalang kulit yang tinggi membuatnya bermanfaat untuk kulit yang menua. Dr. Gmyrek menambahkan bahwa minyak ini membantu meminimalkan tanda-tanda penuaan yang terlihat dengan memperkuat penghalang kulit dan mengurangi kehilangan kelembapan.
5. Niacinamide

Niacinamide berbeda dari banyak alternatif retinol karena bukan berasal dari tumbuhan, melainkan bentuk vitamin B3. Menurut Dr. Gmyrek, Niacinamide memberikan beberapa manfaat seperti retinol, termasuk menenangkan peradangan, mendukung produksi kolagen, membantu mengatasi jerawat, dan mengurangi munculnya pigmentasi berlebih.
Perbedaan utamanya terletak pada hidrasi. Sementara retinol dapat menyebabkan kulit kering, niacinamide membantu kulit mempertahankan kelembapan, jelas Yehiel Amouyal, seorang ahli kimia kosmetik. Hal ini membuatnya cocok untuk semua jenis kulit, dan bahkan dipadukan dengan retinol dalam beberapa formula untuk menyeimbangkan potensi kekeringan.
Berdasarkan pengalaman klinisnya, Dr. Gmyrek juga mengatakan Niacinamide dapat meniru banyak efek retinol dan merupakan pilihan utama untuk kulit yang sangat sensitif. Namun, ia mencatat bahwa hasilnya cenderung lebih ringan dibandingkan dengan retinol.
6. Vitamin C

Vitamin C merupakan bahan pokok perawatan kulit karena alasan yang tepat, vitamin ini adalah salah satu bahan paling efektif untuk menjaga kesehatan dan penampilan awet muda. Menurut Dr. Bowles, vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat dan alternatif yang lebih lembut daripada retinol, membantu melindungi kulit dari radikal bebas yang dipicu oleh stresor lingkungan yang mempercepat penuaan.
Dr. Alexandra Bowles, DO, dokter spesialis kulit bersertifikasi di Ohio, juga menambahkan bahwa memasukkan vitamin C ke dalam rutinitas perawatan kulit dapat melindungi dan membantu membalikkan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh paparan lingkungan sehari-hari.
7. Resorcinol

Resorcinol adalah senyawa fenolik yang tidak terkait dengan retinol, tetapi tetap dapat membantu menyegarkan kulit, jelas dokter kulit Dr. Alexandra Bowles. Cara kerjanya adalah dengan mengelupas sel kulit mati secara lembut dan mendorong regenerasi kulit.
Meskipun hasilnya tidak sekuat retinol, pengelupasan ringan ini membantu memperbaiki tekstur dan kehalusan kulit, dan melakukannya dengan cara yang lebih lembut sehingga kecil kemungkinannya untuk mengiritasi kulit.
8. Minyak sea buckthorn

Menurut Amouyal, buah beri Sea Buckthorn kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kulit. Dalam perawatan kulit, minyak Sea Buckthorn sangat populer karena kaya akan antioksidan seperti karoten, serta vitamin E dan C dan flavonoid, yang membantu melindungi kulit dari kerusakan.
Minyak ini juga mengandung asam lemak esensial tingkat tinggi, sehingga sangat menutrisi. Meskipun para ilmuwan masih mempelajari secara tepat bagaimana cara kerjanya, penelitian menunjukkan bahwa minyak Sea Buckthorn dapat mendukung produksi kolagen dan membantu perbaikan kulit serta penyembuhan luka, kata Dr. Gmyrek.
Itu dia, 8 alternatif retinol alami yang efektif. Jika kamu salah satu yang tidak tahan menggunakan retinol, Mama bisa coba kandungan-kandungan ini, ya.


















