- Alamat: Jl. Sunan Giri, Desa Pedukuhan, Kec. Kebomas, Kab. Gresik.
- Harga tiket: Gratis (hanya biaya parkir kendaraan sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 dan infak sukarela).
- Jam operasional: Buka setiap hari selama 24 jam.
5 Wisata Religi Gresik untuk Ziarah dan Refleksi Diri

- Gresik dikenal sebagai “Kota Wali” dengan sejarah penyebaran Islam yang kuat, menjadi tujuan utama ziarah dan refleksi diri bagi ribuan peziarah setiap harinya.
- Lima destinasi religi populer meliputi makam Sunan Giri, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Habib Abu Bakar Assegaf, Siti Fatimah binti Maimun, serta Masjid Pesucinan di Leran.
- Selain nilai spiritual dan arsitektur bersejarah, wisatawan juga dapat menikmati kuliner khas Gresik seperti Nasi Krawu dan Otak-otak Bandeng sebagai pelengkap perjalanan rohani.
Gresik bukan sekadar kota industri; ia adalah "Kota Wali" yang memegang peranan krusial dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.
Menjadi tempat peristirahatan terakhir dua tokoh utama Wali Songo, Gresik menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam.
Ribuan peziarah datang setiap harinya untuk meresapi nilai sejarah sekaligus mencari ketenangan batin di situs-situs suci yang telah berdiri selama berabad-abad.
Berikut, Popmama.com akan merekomendasikan 5 wisata religi Gresik untuk ziarah dan refleksi diri. Yuk simak di bawah ini.
Table of Content
1. Kompleks Makam Sunan Giri (Raden Paku)

Sunan Giri bukan hanya seorang pendakwah, tetapi juga ahli strategi dan pendiri pemerintahan monarki di Giri Kedaton. Beliau dikenal dengan gelar Prabu Satmoto dan pengaruh dakwahnya menjangkau hingga wilayah Maluku dan Papua melalui jalur perdagangan.
Kompleks makam ini memiliki arsitektur unik dengan pengaruh Hindu-Buddha yang terlihat pada gapura bertingkat (candi bentar).
Peziarah harus menaiki ratusan anak tangga untuk mencapai puncak bukit tempat makam berada. Di sini, kamu dapat melihat ukiran kayu yang sangat halus pada cungkup makam yang berusia ratusan tahun.
Selain makam utama, terdapat juga makam keluarga dan murid-murid setianya, serta sebuah masjid bersejarah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan.
2. Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)

Beliau diakui sebagai "Ayah" atau wali tertua dalam jajaran Wali Songo. Kedatangannya ke Gresik pada abad ke-14 menandai dimulainya era dakwah Islam yang lebih terorganisir di tanah Jawa melalui pendekatan perdagangan dan pengobatan gratis bagi rakyat jelata.
Makam ini memiliki nilai historis yang luar biasa tinggi karena batu nisannya yang terbuat dari marmer hitam diimpor langsung dari Cambay, Gujarat.
Ukiran pada nisan tersebut berisi ayat-ayat Al-Qur'an dan silsilah beliau. Suasana di sini sangat sejuk karena terdapat pohon-pohon besar yang menjaga privasi dan ketenangan peziarah.
Area makam berada di dalam ruangan (cungkup) yang tenang, dikelilingi oleh pemakaman umum kuno yang juga menyimpan makam para pejabat kadipaten Gresik masa lampau.
- Alamat: Jl. Malik Ibrahim No. 52-62, Desa Gapuro Sukolilo, Kec. Gresik.
- Harga tiket: Gratis (infak sukarela untuk pemeliharaan).
- Jam operasional: Buka setiap hari selama 24 jam.
3. Makam Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf (Masjid Jami' Gresik)

Beliau adalah sosok ulama besar dan Wali Qutub yang sangat dihormati di dunia Islam, khususnya di kalangan penganut ajaran habaib.
Kediaman dan makam beliau menjadi magnet bagi jutaan orang saat acara Haul (peringatan wafat) tahunan. Makam ini terletak di sisi barat Masjid Jami' Gresik.
Berziarah ke sini biasanya dilakukan satu paket dengan ibadah di masjid. Sosok Habib Abu Bakar dikenal karena kesalehannya yang luar biasa dan masa "uzlah" (mengasingkan diri untuk beribadah) selama belasan tahun.
Arsitektur makamnya menyatu dengan keindahan Masjid Jami' yang memiliki pilar-pilar tinggi dan kubah besar, menciptakan perpaduan nuansa Timur Tengah dan lokal yang kental.
- Alamat: Jl. KH Wachid Hasyim (Area Alun-alun Gresik), Kec. Gresik.
- Harga tiket: Gratis.
- Jam operasional: Buka setiap hari selama 24 jam (mengikuti akses Masjid Jami')
4. Situs Makam Siti Fatimah binti Maimun

Situs ini merupakan bukti arkeologis paling autentik mengenai masuknya Islam di Nusantara sebelum era kerajaan-kerajaan besar. Siti Fatimah binti Maimun adalah seorang putri dari Timur Tengah yang datang untuk berdakwah.
Hal yang paling unik dari lokasi ini adalah keberadaan cungkup makam yang berbentuk bangunan batu menyerupai candi kecil tanpa hiasan berlebihan.
Di dalam cungkup tersebut terdapat nisan bertuliskan huruf Kufi kuno bertahun 1082 Masehi. Situs ini dikelilingi oleh tembok batu yang kuat, memberikan kesan kuno dan sakral.
Lokasinya yang agak jauh dari pusat kota membuat suasana di sini lebih hening dan cocok untuk kamu yang ingin melakukan kontemplasi sejarah secara mendalam.
- Alamat: Desa Leran, Kec. Manyar, Kab. Gresik.
- Harga tiket: Rp 2.000 - Rp 5.000 (biaya pemeliharaan situs).
- Jam operasional: Buka setiap hati, pukul 07.00 – 17.00 WIB.
5. Masjid Pesucinan (Masjid Tertua Jawa)

Masjid ini memiliki nilai sejarah yang tak kalah penting karena merupakan masjid pertama yang didirikan oleh Maulana Malik Ibrahim untuk mengislamkan masyarakat pesisir di sekitar pelabuhan kuno Leran.
Secara fisik, masjid ini telah mengalami renovasi, namun beberapa bagian aslinya masih dipertahankan untuk menjaga nilai sejarah. Daya tarik utama di sini adalah sebuah Sumur Kuno yang airnya dipercaya memiliki khasiat dan tidak pernah kering meski di musim kemarau panjang.
Konon, masjid ini dinamakan "Pesucinan" karena fungsinya sebagai tempat pensucian (syahadat) bagi warga yang baru masuk Islam di masa itu. Peziarah sering datang ke sini untuk salat sunah dan mengambil air suci tersebut.
- Alamat: Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kec. Manyar, Kab. Gresik.
- Harga tiket: Gratis.
- Jam Operasional: Buka setiap hari selama 24 jam (terbuka untuk umum/ibadah).
Wisata religi di Gresik memberikan perspektif unik tentang bagaimana Islam berakulturasi dengan budaya lokal secara damai.
Itulah 5 wisata religi Gresik untuk ziarah dan refleksi diri. Dari bukit Giri hingga pesisir Manyar, setiap sudut kota ini menyimpan hikmah dan keteladanan para tokoh besar masa lalu.


















