Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Vidyani Adiningtyas, Sp.DVE
Benarkah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Cek Faktanya di Sini!

- Sunscreen tidak dirancang untuk memutihkan kulit, melainkan untuk melindungi dari kerusakan akibat sinar UV.
- Sunscreen bekerja dengan cara mencegah paparan sinar UVA dan UVB yang dapat menyebabkan penuaan dini, bintik hitam, dan risiko kanker kulit.
- Kulit terlihat lebih cerah setelah rutin menggunakan sunscreen karena perlindungan terhadap sinar ultraviolet membantu mencegah kerusakan pada sel-sel kulit.
Sunscreen kini sudah menjadi bagian penting dari rutinitas skincare siang hari bagi banyak orang. Nggak hanya digunakan saat akan beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga saat berada di dalam ruangan, karena sinar UV tetap bisa menembus kaca dan mempengaruhi kondisi kulit. Produk ini dianggap sebagai langkah wajib untuk menjaga kesehatan kulit agar tetap cerah, lembap, dan terlindungi dari penuaan dini.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah penggunaan sunscreen setiap hari bisa membuat wajah menjadi lebih putih? Pertanyaan ini sering muncul karena efek kulit tampak lebih cerah setelah rutin memakai sunscreen.
Agar tidak salah kaprah, Popmama.com sudah merangkum lebih dalam bagaimana sebenarnya cara kerja sunscreen dalam melindungi kulit sekaligus apakah sebenarnya sunscreen bisa memutihkan wajah. Yuk simak bersama!
1. Apakah sunscreen bisa memutihkan wajah?

Pertanyaan mengenai apakah sunscreen bisa memutihkan wajah sering kali muncul karena banyak orang melihat kulitnya tampak lebih cerah setelah rutin menggunakannya. Namun, perlu dipahami bahwa sunscreen sebenarnya tidak dirancang untuk memutihkan kulit, melainkan untuk melindunginya dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).
Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), sunscreen bekerja dengan cara mencegah paparan sinar UVA dan UVB yang dapat menyebabkan penuaan dini, bintik hitam, dan risiko kanker kulit. Prod uk sunscreen yang ideal adalah yang memiliki label “broad-spectrum” serta minimal SPF 30 untuk perlindungan optimal.
Sinar UVB diketahui dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), sementara sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan mempercepat tanda-tanda penuaan seperti keriput dan flek gelap. Dengan penggunaan sunscreen secara konsisten, proses peningkatan melanin bisa dicegah, sehingga kulit terlihat lebih cerah, merata, dan sehat alami. Namun, efek ini bukan karena sunscreen memutihkan, melainkan karena kulit terlindung dari kerusakan akibat sinar matahari.
Dengan kata lain, sunscreen membantu mempertahankan warna kulit alami dan memperlambat efek kerusakan akibat UV, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengubah pigmentasi kulit menjadi lebih putih. Jadi, hasil cerah yang terlihat setelah pemakaian rutin adalah hasil dari kulit yang sehat dan terawat, bukan perubahan warna kulit secara drastis.
2. Bagaimana sebenarnya cara sunscreen bekerja?

Baik sunscreen dengan tipe mineral atau physical sunscreen maupun chemical sunscreen, keduanya bekerja dengan cara mengabsorpsi sinar UV.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV dan mengubah energi tersebut menjadi bentuk panas yang kemudian dilepaskan dari kulit. Bahan kimia seperti avobenzone, oxybenzone, atau octocrylene berperan aktif dalam menyerap radiasi UV sehingga tidak merusak sel-sel kulit. Mekanisme ini dapat mencegah terbentuknya radikal bebas yang bisa menyebabkan penuaan dini dan kerusakan DNA pada kulit.
Dengan mekanisme ini, sunscreen mampu melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar matahari, seperti kulit terbakar, munculnya flek hitam, hingga tanda-tanda penuaan. Jadi, fungsi utama sunscreen bukanlah untuk memutihkan kulit, melainkan untuk menjaga kesehatan kulit agar tetap cerah alami, lembut, dan terlindungi dari kerusakan akibat sinar UV.
3. Kenapa kulit bisa terlihat lebih cerah setelah rutin memakai sunscreen?

Banyak orang merasa kulitnya tampak lebih cerah setelah menggunakan sunscreen secara konsisten. Hal ini bukan karena sunscreen memutihkan, tetapi karena perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV) membantu mencegah kerusakan pada sel-sel kulit.
Sinar UV dapat memicu peningkatan produksi melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit. Jika produksi melanin meningkat secara berlebihan akibat paparan sinar matahari, kulit bisa menjadi kusam dan muncul noda gelap atau flek hitam. Dengan perlindungan dari sunscreen, produksi melanin bisa tetap stabil sehingga warna kulit tampak lebih merata dan cerah alami.
Dilansir dari Cleveland Clinic, paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan hiperpigmentasi, munculnya bercak gelap, penuaan dini, hingga kanker kulit. Penggunaan sunscreen membantu menghambat proses tersebut, menjaga kulit tetap sehat dan tampak segar. Sunscreen juga berperan penting dalam mempertahankan elastisitas kulit serta mencegah kerusakan kolagen akibat radiasi UV, yang sering membuat kulit terlihat kusam.
Jadi, efek kulit lebih cerah yang muncul setelah pemakaian rutin bukan berasal dari bahan pemutih, melainkan dari kulit yang lebih terlindungi, sehat, dan memiliki warna yang lebih merata.
4. Tips pemilihan sunscreen

- Broad spectrum atau tabir surya yang mengandung SPF (yang dapat melindungi kulit dari sinar UVB) dan PA (yang dapat melindungi kulit dari sinar UVA). PA yang direkomendasikan minimal PA++
- SPF 30 atau lebih, SPF merupakan indikasi seberapa baik tabir surya dapat mejaga sunburn
- Water resistant, pilihlah tabir surya yang bersifat water resistant (selama 40 menit) atau very water resistant (selama 60 menit)
5. Cara menggunakan sunscreen

- Gunakan sunscreen sebelum pergi keluar rumah karena kulit kita butuh waktu sekitar 30 menit untuk menyerap sunscreen
- Gunakan tabir sunscreen pada seluruh permukaan kulit yang tidak tertutup pakaian, jangan lupa menggunakan sunscreen leher, wajah, telinga, kaki, dan tangan. Untuk melindungi bibir gunakan lipbalm dengan SPF minimal 15
- Ulangi penggunaan sunscreen tiap 2 jam atau setelah berkeringat dan berenang
- Bayi diatas usia 6 bulan baru boleh menggunakan sunscreen
6. Tips agar penggunaan sunscreen efektif

Pilihlah produk dengan SPF minimal 30 dan label broad spectrum yang mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Dilansir dari American Academy of Dermatology, SPF 30 dapat memberikan perlindungan hingga 97 persen terhadap sinar UVB yang berpotensi menyebabkan kulit terbakar.
Gunakan sunscreen setiap hari, bukan hanya saat berada di luar ruangan. Sinar UVA dapat menembus kaca jendela dan tetap memberikan efek buruk pada kulit meskipun kamu berada di dalam ruangan. Selain itu, aplikasikan sunscreen dalam jumlah yang cukup agar perlindungannya efektif. Ulangi pemakaian setiap dua jam sekali, terutama jika kamu banyak berkeringat atau terpapar matahari secara langsung.
Terakhir, kelola ekspektasi dengan realistis. Sunscreen tidak akan memutihkan kulit secara instan, tetapi pemakaian rutin dapat membuat kulit tampak lebih sehat, cerah alami, dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini.
Pada akhirnya, sunscreen tidak dapat memutihkan kulit, karena fungsinya bukan untuk mengubah warna alami, melainkan melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari. Dengan pemakaian yang rutin dan benar, sunscreen membantu menjaga kulit tetap sehat, cerah alami, serta terhindar dari kusam dan penuaan dini tanpa perlu mengandalkan hasil instan.
Referensi:
“Sunscreen FAQs: How to protect your skin”. American Academy of Dermatology. Diakses Oktober 2025.
“The Science of Sunscreen”. Harvard Health Publishing. Diakses Oktober 2025.
“Sun Protection and Sunscreens.” Australasian College of Dermatologists. Diakses Oktober 2025.
“Sun Damage: How to Protect Yourself.” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2025.
“Tips Memilih & Menggunakan Tabir Surya”. www. perdoski.id. Diakses Desember 2025.
“Tips Cara Menggunakan Tabir Surya”. www. perdoski.id. Diakses Desember 2025



















