Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Jakarta Lewat Sehelai Wastra di IFW 2026 Bertajuk "Ragamkultura Jakarta" m
Popmama.com/Erica Santoso
  • BTN Indonesia Fashion Week 2026 di Jakarta Convention Center mengusung tema “Ragamkultura Jakarta”, menampilkan sembilan jenama lokal dengan dukungan Dinas Parekraf DKI Jakarta.
  • Koleksi wastra mengangkat beragam cerita Jakarta, dari motif Betawi tempo dulu, flora urban, kembang sepatu, hingga sampir Betawi dan landmark kota.
  • Para jenama memadukan kain tradisional dengan siluet modern serta gaya kasual, termasuk pemberdayaan perempuan penghuni Rusunawa Marunda melalui produksi Batik Marunda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebuah kota besar tidak hanya dikenang dari gedung pencakar langit, melainkan juga kisah ragam kultur yang diwariskan lewat sehelai wastra. Busana tradisional kini disulap menjadi media kreatif untuk merekam dinamika dan perjalanan ibu kota.

Dalam tema bertajuk "Ragamkultura Jakarta" diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/7/2026), sembilan jenama lokal unjuk gigi. Didukung penuh oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, panggung ini menampilkan koleksi busana terinspirasi dari ikon kota hingga kisah para pengrajin.

Tertarik melihat indahnya cerita ibu kota yang dituangkan dalam busana kain tradisional yang stylish? Berikut Popmama.com bagikan 7 inspirasi wastra bertema Jakarta dari ajang BTN Indonesia Fashion Week 2026!

1. Arjuna Putra: pesona klasik busana etnik yang memukau

Dok. IFW 2026

Kehadiran jenama Arjuna Putra dalam panggung mode ini berhasil mencuri perhatian penikmat fesyen lewat sentuhan desain etnik yang kental. Koleksi yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana motif tradisional berpadu selaras dengan potongan busana modern yang nyaman dikenakan untuk berbagai acara.

Setiap detail corak yang diusung merefleksikan kekayaan budaya lokal yang dirancang secara teliti oleh para perajin berpengalaman. Hal ini membuktikan bahwa busana bernuansa tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati pencinta mode tanah air.

Melalui karya ini, Arjuna Putra turut andil dalam merayakan keragaman identitas visual ibu kota ke dalam lembaran kain yang sarat makna. Tampil elegan dengan sentuhan budaya kini terasa semakin mudah dan menyenangkan.

2. Batik Gombong Jakarta: sentuhan khas tempo doeloe yang elegan

Dok. IFW 2026

Mengangkat keindahan motif khas tempo dulu, Batik Gombong Jakarta hadir membawa narasi sejarah yang melekat erat di setiap sudut ibu kota. Koleksi ini memadukan unsur klasik dengan teknik pewarnaan yang matang sehingga menghasilkan visual kain yang tampak begitu anggun dan berkarakter.

Eksplorasi motif tradisional Betawi dan sekitarnya diterjemahkan dengan sangat apik ke atas permukaan kain berkualitas tinggi. Perpaduan warna yang hangat memberikan kesan ramah sekaligus mewah bagi siapa saja yang mengenakannya.

Koleksi dari jenama ini menjadi pilihan tepat bagi generasi muda maupun dewasa yang ingin mengenakan busana berunsur sejarah tanpa terlihat ketinggalan jaman. Warisan leluhur pun sukses bertransformasi menjadi tren fesyen urban yang membanggakan.

3. Liyan Indonesia: harmoni simfoni flora ruang urban

Dok. IFW 2026

Keindahan sebuah kota metropolitan sering kali terpancar dari warna-warni kehidupan masyarakat serta ruang hijau yang tumbuh di dalamnya. Hardi Lian dari jenama Lian Indonesia merespon keberagaman ini dengan mengusung konsep harmoni yang diramu menjadi sebuah simfoni visual yang memukau.

"Saya membuat tema Simfoni Jakarta terinspirasi dari ragam flora Jakarta. Justru keindahannya dari ragam warna, berbeda-beda, sehingga, menjadi simfoni bagi kota," ungkap Liyan. Koleksi ini memperlihatkan bagaimana kekayaan botani kota diterjemahkan ke dalam pola kain yang dinamis.

Pilihan warna yang kaya dan beragam di dalam satu kain memberikan energi positif yang sangat cocok untuk menunjang aktivitas harian yang dinamis. Busana ini memberikan kebebasan bagi pemakainya untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan penuh warna.

4. Batik Riana Kesuma: kembang sepatu dan nuansa modern

Dok. IFW 2026

Inspirasi dalam dunia fesyen sering kali lahir dari hal-hal sederhana di sekitar yang kerap terlewatkan dari pandangan sehari-hari. Seperti yang dialami oleh Riana Kusuma Astuti, perintis Batik Riana Kesuma, yang justru terpikat dengan keelokan bunga Kembang Sepatu yang bermekaran di tepi jalan di tengah hiruk-pikuk kendaraan ibu kota.

"Karena saya bukan desainer. Saya penggiat batik. Jadi ide-ide kreatif itu muncul dari kebiasaan sehari-hari, seperti melihat Kembang Sepatu lalu dijadikan batik lalu dikreasikan sehingga jadi satu cerita tersendiri tentang Jakarta," ungkap Riana. Bunga tersebut dipadukan secara apik dengan ornamen Tumpal Pasung Betawi yang melambangkan kekuatan, perlindungan, serta keseimbangan hidup.

Perpaduan elemen alam dan arsitektur tradisional ini sukses melahirkan narasi visual Jakarta yang lebih segar dan kontemporer. Dominasi warna cerah serta rona merah muda yang terinspirasi dari Kembang Sepatu membuat koleksi ini sangat pas dikenakan untuk berbagai acara kasual hingga semi formal.

5. Batik MamaUty: sentuhan casual wastra yang dekat dengan generasi muda

Dok. IFW 2026

Menyesuaikan selera pasar generasi muda menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku jenama lokal agar warisan budaya tetap diminati lintas usia. Uty Wulandari selaku perintis Batik MamaUty berhasil menjawab tantangan tersebut dengan konsisten mempertahankan gaya casual wastra yang sangat akrab dengan anak muda.

"Jadi pembuatan koleksi ini sesuai karakter saya dengan bahan atau dengan motif lebih beragam, agar menyentuh Jakarta sebagai kota dengan ragam kultur," ungkap Uty. Konsep ini membuktikan bahwa kain tradisional tidak harus selalu terkesan kaku atau tua jika dipadukan dengan potongan busana yang santai.

Melalui pendekatan yang adaptif ini, generasi usia 18-35 tahun bisa dengan mudah memadupadankan wastra nusantara untuk outfit jalan-jalan atau sekadar berkumpul bersama teman. Tampil etnik namun tetap kasual kini menjadi pilihan gaya yang semakin digandrungi di ruang publik urban.

6. Batik Marunda: kisah hangat "Sampir Jakarta" dari Rusunawa

Dok. IFW 2026

Mengambil sudut pandang yang tak kalah menyentuh, Irma Dharma Sinurat melalui jenama Batik Marunda memilih untuk bercerita tentang filosofi "Sampir Jakarta". Konsep ini diadaptasi secara modern dari sampir Betawi yang merepresentasikan pelukan hangat bagi siapa saja yang datang ke ibu kota.

"Sampir tidak menutupi, tidak membatasi, melainkan disampirkan hangat di bahu sebagai simbol kota selama berabad-abad memberi ruang bagi siapa saja untuk datang, bertumbuh, dan menjadi bagian dari kisah Jakarta," ungkap Irma. Lewat sehelai kain, ia ingin merangkum keindahan kota sekaligus menciptakan warisan berharga untuk masa depan Jakarta.

Koleksi ini semakin istimewa karena dikerjakan langsung oleh para perempuan hebat penghuni Rusunawa Marunda melalui program pemberdayaan masyarakat. Setiap guratan canting dari tangan para ibu rumah tangga ini berhasil menghadirkan motif flora, fauna, dan landmark Jakarta yang sangat relevan bagi gaya hidup anak muda masa kini.

7. Othman: eksplorasi desain kontemporer yang penuh karakter

Dok. IFW 2026

Menutup deretan jenama berbakat, Othman hadir dengan tawaran desain kontemporer yang berani dan sarat akan karakter kuat. Koleksi busana ini memadukan potongan siluet modern dengan corak etnik yang dirancang khusus untuk merepresentasikan jiwa urban ibu kota yang dinamis.

Penggunaan palet warna yang dinamis serta pemilihan material kain yang nyaman membuat setiap rancangan Othman sangat digemari oleh para pencinta mode masa kini. Busana ini memberikan keleluasaan bagi pemakainya untuk tampil beda namun tetap menghargai akar budaya lokal.

Kehadiran koleksi ini menyempurnakan panggung peragaan busana dengan pesan bahwa fesyen lokal mampu bersaing secara global. Inovasi tanpa batas dari para perancangnya patut diacungi jempol.

Yuk, jadikan wastra nusantara sebagai bagian dari gaya hidup harianmu untuk tampil lebih percaya diri, modis, dan penuh makna!

Curated For You

Editorial Team

Related Article