Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Virus Oropouche, Mirip dengan DBD

3 min read
5 Fakta Virus Oropouche, Mirip dengan DBD
Unsplash/National Institute of Allergy and Infectious Diseases
  • Virus Oropouche adalah penyakit arboviral yang ditularkan nyamuk Culex atau serangga Culicoides paraensis, sehingga memiliki kemiripan dengan DBD yang juga menyebar lewat gigitan serangga.
  • Pertama diidentifikasi di Brasil pada 1955, infeksi Oropouche dapat memicu demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta ruam.
  • Belum tersedia vaksin atau antivirus khusus untuk Oropouche; virus ini juga berisiko menular di kawasan perkotaan, sehingga pemantauan dan pengendalian vektor diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Virus Oropouche menjadi penyebab utama penyakit Oropouche (Oropouche fever). Penyakit Oropouche merupakan penyakit arboviral (ditularkan oleh artropoda) yang menyebar terutama melalui gigitan nyamuk atau serangga lain seperti Culicoides paraensis (serangga pengisap darah kecil).

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa fakta virus Oropouche secara lebih detail.

Yuk, disimak informasinya!

  1. Kumpulan Fakta Virus Oropouche

  2. 1. Virus Oropouche mirip dengan DBD

    Virus Oropouche mirip dengan DBD
    Unsplash/Milada Vigerova

    Adapun, virus Oropouche ditularkan melalui gigitan serangga pengisap darah seperti nyamuk Culex atau serangga Culicoides paraensis. Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

    Bisa dikatakan, keduanya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan serangga (arboviral diseases). Selain itu, keduanya umum ditemukan di daerah tropis dan subtropis, terutama di Amerika Selatan untuk Oropouche dan Asia Tenggara serta Amerika Selatan untuk DBD.

  3. 2. Pertama kali diidentifikasi di Brasil pada tahun 1955

    Pertama kali diidentifikasi di Brasil pada tahun 1955
    Unsplash/mohamad azaam

    Faktanya, virus Oropouche pertama kali diidentifikasi di Brasil pada tahun 1955 setelah terjadi wabah penyakit yang tidak diketahui di kota Belem, di negara bagian Para.

    Seorang ahli virologi bernama Dr. Heraclito D'Avila Pinho berhasil mengisolasi virus ini dari seorang pasien yang menderita demam akut, sakit kepala, dan nyeri otot. Virus ini kemudian dinamakan Oropouche.

    Penamaan Oropouche berdasarkan nama distrik di Trinidad dan Tobago, tempat virus ini juga ditemukan pada hewan inang beberapa tahun kemudian.

  4. 3. Penularan virus Oropouche ke manusia terjadi melalui gigitan serangga vektor yang terinfeksi

    Penularan virus Oropouche ke manusia terjadi melalui gigitan serangga vektor yang terinfeksi
    Unsplash/Fusion Medical Animation

    Penularan virus Oropouche ke manusia terjadi melalui gigitan serangga vektor yang terinfeksi. Vektor utama yang diketahui adalah nyamuk dari genus Culex dan serangga pengisap darah Culicoides paraensis.

    Gelaja klinis pada seseorang yang terinfeksi mulai menunjukkan gejala demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan terkadang ruam.

    Pada kebanyakan kasus, infeksi bersifat self-limiting, artinya gejala akan mereda dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu tanpa komplikasi serius.

  5. 4. Belum ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk virus Oropouche

    Belum ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk virus Oropouche
    Unsplash/National Cancer Institute

    Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus khusus yang tersedia untuk melawan virus Oropouche.

    Virus RNA seperti Oropouche cenderung bermutasi dengan cepat. Mutasi ini dapat menghasilkan berbagai varian virus yang mungkin memerlukan vaksin yang berbeda-beda.

    Tingkat mutasi yang tinggi bisa membuat pengembangan vaksin yang efektif menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.

  6. 5. Risiko penularan di wilayah perkotaan

    Risiko penularan di wilayah perkotaan
    Unsplash/mohamad azaam

    Penelitian menunjukkan bahwa virus Oropouche dapat menular di lingkungan urban, bukan hanya di daerah pedesaan atau hutan.

    Studi tersebut menekankan pentingnya pemantauan dan pengendalian vektor di kota-kota besar, di mana populasi serangga dapat berkembang biak dengan cepat di tempat-tempat seperti kolam air atau wadah penyimpanan air.

    Nah Ma, itulah tadi deretan fakta mengenai virus Oropouche. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, periksakan ke ahli lebih lanjut ya. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More